24 Jam Terakhir, Gunung Lewotobi Diguncang 20 Kali Gempa Non-Harmonik

Aktivitas Kegempaan Gunung Lewotobi Laki-laki Meningkat

Dalam 24 jam terakhir, Gunung Lewotobi Laki-laki mengalami peningkatan aktivitas kegempaan. Tercatat sebanyak 2 gempa hembusan dan 20 tremor non-harmonik, disertai dengan berbagai jenis gempa lainnya seperti gempa vulkanik dan tektonik. Hal ini menunjukkan adanya aktivitas geologis yang cukup signifikan di area tersebut.

Status Gunung Api

Gunung Api Lewotobi Laki-laki saat ini berada dalam status Level IV atau AWAS. Dengan status ini, masyarakat dan wisatawan dilarang untuk melakukan aktivitas apapun dalam radius 6 kilometer dari pusat erupsi gunung. Ini dilakukan sebagai langkah pencegahan terhadap potensi bahaya yang bisa terjadi akibat aktivitas vulkanik yang meningkat.

Potensi Bahaya yang Harus Diwaspadai

Pihak berwenang memperingatkan masyarakat akan adanya potensi banjir lahar hujan serta dampak abu vulkanik yang bisa terjadi. Oleh karena itu, warga diminta untuk tetap mengikuti arahan pemerintah setempat dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Selain itu, masyarakat juga diminta tidak mudah percaya pada isu-isu yang tidak jelas sumbernya.

Informasi Cuaca dan Klimatologi

Berdasarkan pengamatan klimatologi, cuaca di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki cenderung berawan hingga hujan, dengan angin yang bertiup lemah hingga kencang ke arah utara dan timur laut. Suhu udara berkisar antara 21-28°C, sedangkan intensitas curah hujan mencapai 6,72 mm per hari.

Pengamatan Kegempaan

Dari data kegempaan yang diperoleh, Gunung Lewotobi Laki-laki mengalami berbagai jenis gempa, antara lain:

  • 2 kali gempa Hembusan dengan amplitudo 4,4–29,6 mm dan lama gempa 31–35 detik.
  • 20 kali Tremor Non-Harmonik dengan amplitudo 2,9–7,4 mm dan lama gempa 61–102 detik.
  • 4 kali gempa Low Frequency dengan amplitudo 4,4–29,6 mm dan lama gempa 23–29 detik.
  • 1 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 14,8 mm, S-P 2,5 detik dan lama gempa 20 detik.
  • 2 kali gempa Tektonik Lokal dengan amplitudo 11–14,8 mm, S-P 7,6–8,7 detik dan lama gempa 46–57 detik.
  • 5 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 2,9–29,6 mm, S-P 18,8–67 detik dan lama gempa 48–113 detik.

Rekomendasi dan Langkah Pencegahan

Untuk menjaga keselamatan masyarakat, berikut rekomendasi yang diberikan oleh pihak berwenang:

  1. Masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki dan pengunjung/wisatawan dilarang melakukan aktivitas dalam radius 6 km dari pusat erupsi.
  2. Masyarakat diminta tetap tenang dan mengikuti arahan pemerintah daerah serta PVMBG.
  3. Warga di sekitar gunung harus waspada terhadap potensi banjir lahar hujan, terutama di sungai-sungai yang berhulu di puncak gunung jika terjadi hujan intensif. Daerah seperti Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng jaya, Boru, dan Nawakote perlu diwaspadai.
  4. Masyarakat yang terdampak hujan abu harus menggunakan masker atau penutup hidung-mulut untuk melindungi sistem pernapasan.
  5. Pemerintah Daerah berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
  6. PVMBG akan selalu berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Satlak PB setempat dalam memberikan informasi terkini tentang aktivitas gunung.

Informasi Tambahan

Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki atau menghubungi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral melalui nomor telepon 022-7272606.


Pos terkait