Ikan Asin dan Bahaya Karsinogenik yang Harus Diperhatikan
Ikan asin adalah salah satu makanan pendamping yang sangat digemari oleh masyarakat Indonesia. Rasanya yang khas membuat ikan asin cocok disantap bersama nasi dan sambal. Namun, belakangan ini muncul isu bahwa mengonsumsi ikan asin dapat menyebabkan kanker. Isu ini menyebar melalui media sosial dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat.
Toto Sudargo, ahli gizi dari Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), mengonfirmasi bahwa proses pengasinan dan pengeringan ikan asin bisa membuat makanan tersebut bersifat karsinogenik. Meski demikian, Toto tidak sepenuhnya menyatakan bahwa semua ikan asin berbahaya. Ia menjelaskan bahwa bahaya karsinogenik terjadi jika proses pembuatannya tidak sesuai standar dan menggunakan bahan-bahan tambahan yang tidak aman.
Proses Pembuatan Ikan Asin yang Memicu Risiko Kanker
Pengasinan dan pengeringan ikan asin merupakan cara untuk mengawetkan hasil laut agar bisa bertahan lebih lama. Namun, sering kali proses ini dilakukan secara sembarangan dan kurang higienis. Misalnya, pembersihan ikan yang tidak optimal atau proses pengeringan yang bergantung pada kondisi alam seperti sinar matahari.
Kondisi lingkungan yang lembab dan tidak terkontrol dapat memicu pertumbuhan belatung serta bau busuk pada ikan asin. Untuk mencegah hal ini, beberapa oknum menggunakan zat-zat kimia seperti formalin dan boraks. Zat-zat ini bisa menjadi penyebab kanker jika dikonsumsi dalam dosis yang tidak terukur.
Nitrosamin sebagai Penyebab Kanker
Selama proses pengasinan dan pengeringan, ikan asin juga bisa mengandung nitrosamin. Zat ini memiliki sifat karsinogenik dan dapat memicu kanker nasofaring (KNF). KNF adalah jenis kanker ganas yang muncul di area nasofaring, yaitu bagian di atas tenggorokan dan di belakang hidung.
Menurut sebuah penelitian yang dirujuk dari Kompas.com (2023), mengonsumsi ikan asin lebih dari tiga kali dalam sebulan bisa meningkatkan risiko terkena KNF sebesar 1,7-7,5 kali. Meski demikian, Toto Sudargo menekankan bahwa tidak ada larangan total untuk mengonsumsi ikan asin selama porsinya wajar.
Tips Memilih Ikan Asin yang Aman
Untuk menghindari bahaya karsinogenik dari ikan asin, Toto Sudargo memberikan beberapa tips:
- Hindari ikan asin yang mudah ditemukan oleh lalat atau semut saat dijual. Hal ini bisa menjadi tanda adanya bahan kimia berbahaya seperti formalin.
- Perbanyak konsumsi sayur. Sayur kaya akan serat dan nutrisi yang dapat membantu menetralkan bahan-bahan berbahaya sebelum dicerna tubuh.
- Serat dalam sayur juga membantu membuang bahan berbahaya melalui feses, sehingga mengurangi risiko kanker.
Dengan memperhatikan cara memilih dan mengonsumsi ikan asin, masyarakat dapat tetap menikmati makanan ini tanpa harus khawatir terhadap risiko kanker.






