Perayaan Idul Adha di berbagai negara sering kali dikaitkan dengan olahan daging kurban yang lezat dan khas. Setiap wilayah memiliki cara unik dalam memasak daging menggunakan bumbu dan tradisi masing-masing, menciptakan hidangan yang tidak hanya lezat tetapi juga menggambarkan budaya lokal.
1. Kabsa (Arab Saudi)
Kabsa adalah hidangan nasi berempah yang dimasak bersama daging dalam satu panci dengan kaldu yang sama. Bumbu seperti jinten, kayu manis, dan kapulaga memberikan aroma yang khas dan menggugah selera. Selain Kabsa, ada juga Mandi, yaitu hidangan daging yang dimasak menggunakan oven tanah hingga teksturnya empuk dan juicy. Hidangan ini biasanya disajikan bersama nasi basmati, salad, dan saus tomat pedas.
2. Shaya (Sudan)
Shaya merupakan olahan daging domba yang dimarinasi dengan campuran bawang, cuka, tomat, dan cabai sebelum dipanggang. Proses marinasi membuat rasa daging lebih meresap dan kaya akan rempah. Setelah matang, daging disajikan bersama salad segar dan kacang fava atau falafel. Kombinasi ini menciptakan keseimbangan rasa gurih, segar, dan sedikit pedas.
3. Kavurma (Turki)
Kavurma adalah hidangan daging yang ditumis sederhana menggunakan lemak alami dari daging itu sendiri. Biasanya daging dipotong kecil lalu dimasak hingga empuk dan berair. Rempah seperti merica, jinten, dan paprika menambah rasa khas yang kuat. Hidangan ini sering dikonsumsi saat sarapan setelah Idul Adha.
4. Qaynatma Shorva (Uzbekistan)
Qaynatma Shorva adalah sup daging yang dimasak bersama sayuran seperti wortel, kentang, dan paprika. Kuahnya hangat dan kaya nutrisi, sehingga sering dikonsumsi saat tubuh kurang fit. Selain sup, masyarakat Uzbekistan juga mengolah bagian lain seperti usus menjadi hidangan bernama Hasip. Hal ini menunjukkan pemanfaatan hewan kurban secara maksimal tanpa terbuang.
5. Lamb Thareed (Qatar)
Lamb Thareed merupakan hidangan sup yang disajikan dengan roti pipih tanpa ragi. Roti tersebut menyerap kuah daging sehingga menghasilkan tekstur lembut dan kaya rasa. Bumbu seperti ketumbar, kari, dan cabai membuat rasanya semakin kompleks. Hidangan ini sering menjadi menu utama saat perayaan Idul Adha di Qatar.
6. Dzigerica (Bosnia)
Dzigerica adalah tumis hati yang dimasak dengan banyak bawang dan mentega. Rasanya gurih dan biasanya disantap bersama roti tradisional. Selain itu, ada juga Pecenje yaitu daging panggang sederhana dengan garam dan bawang putih. Kedua hidangan ini mencerminkan cita rasa khas Balkan yang kuat namun sederhana.
7. Pastilla (Maroko)
Pastilla adalah pai berlapis yang berisi daging, kacang almond, dan rempah-rempah. Uniknya, hidangan ini memiliki perpaduan rasa gurih dan manis dalam satu sajian. Pai ini dibungkus dengan adonan tipis lalu dipanggang hingga renyah. Biasanya disajikan dengan taburan gula bubuk, kayu manis, bahkan kelopak mawar.
Beragam kuliner tersebut menunjukkan kekayaan budaya kuliner dunia saat Idul Adha. Meskipun berbeda rasa dan cara memasak, semua hidangan tetap berakar pada tradisi berbagi dari daging kurban.






