Insiden Jatuh dari Lantai 6 yang Menimpa Adik Keisya Levronka
Sebuah kejadian yang sangat mengejutkan terjadi di salah satu universitas di Jakarta, yang melibatkan adik dari artis ternama Keisya Levronka, yaitu Lexi Valleno Havlenda. Insiden tersebut berlangsung sekitar dua tahun lalu dan mengakibatkan cedera yang cukup serius pada korban.
Kejadian jatuh dari lantai 6 ini terjadi saat Lexi sedang mengikuti latihan caving atau susur gua bersama organisasi mahasiswa hukum pecinta alam. Saat itu, ia menjadi bagian dari angkatan 2023 dan sedang menjalani aktivitas yang dilakukan di dalam gedung kampus. Sayangnya, dalam proses tersebut, Lexi tiba-tiba terjatuh dari lantai enam karena diduga akibat peralatan keselamatan yang gagal bekerja dengan baik.
Penanganan yang Dinilai Tidak Sesuai
Ibu dari Lexi, Levi Leonita Davies, menyampaikan bahwa penanganan pertama terhadap anaknya setelah kejadian tidak sesuai dengan harapan. Ia merasa bahwa pihak kampus tidak memberikan perhatian yang cukup terhadap kondisi yang dialami putrinya.
“Shock setelah dengar cerita bahwa ternyata untuk penanganan pertamanya saja sudah salah. Bayangkan anak saya yang jatuh dari lantai 6 gedung kampus dibopong lalu didudukkan di kursi roda dan didorong ke kendaraan (taxi online) dan ditidurkan lagi di taxi online,” ujar Levi.
Menurutnya, hal ini bisa memperparah cedera yang dialami oleh Lexi. Ia bertanya-tanya mengapa pihak kampus tidak langsung memanggil ambulans, meskipun penggunaan taxi online juga membutuhkan waktu. Selain itu, ia merasa bahwa cara mengangkat dan mendudukkan Lexi mungkin memperburuk kondisinya.
Kritik terhadap Tanggung Jawab Pihak Kampus
Levi juga menyampaikan bahwa pihak kampus seharusnya bertanggung jawab atas insiden yang menimpa putrinya. Menurutnya, kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa seperti latihan caving harusnya diawasi dan dikelola dengan lebih baik agar risiko kecelakaan bisa diminimalisir.
Namun, hingga saat ini, keluarga masih belum mendapatkan respons yang jelas dari pihak kampus. Meski telah beberapa kali melakukan komunikasi, tanggung jawab yang diharapkan tidak kunjung datang. Bahkan, janji-janji yang diberikan oleh pihak kampus dinilai tidak pasti dan tidak berujung.
“Lalu siapa yang bertanggung jawab? Yah tidak ada, saling lempar dan janji-janji tak pasti. Bahkan sampai saat ini dan entah sampai kapan anak saya masih harus kontrol beberapa spesialist, terapy syaraf dan obat jalan,” tuturnya.
Perjuangan Keluarga untuk Mendapatkan Keadilan
Keluarga Keisya Levronka terus berjuang untuk mendapatkan keadilan atas kejadian yang menimpa Lexi. Mereka berharap pihak kampus dapat segera memberikan tanggung jawab yang sesuai dengan apa yang terjadi.
Sementara itu, Lexi masih harus menjalani berbagai pengobatan dan terapi untuk memulihkan kondisinya. Dari segi fisik maupun mental, kejadian ini tentu meninggalkan dampak yang sangat besar bagi korban dan keluarganya.
Dengan viralnya kejadian ini di media sosial, semoga dapat menjadi peringatan bagi institusi pendidikan untuk lebih memperhatikan keselamatan mahasiswa dalam setiap kegiatan yang mereka ikuti.






