Aktivitas Vulkanik Gunung Semeru Meningkat, Warga Diminta Waspada
Gunung Semeru, yang merupakan puncak tertinggi di Pulau Jawa dengan ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut, kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik. Dalam satu hari, gunung ini mengalami sembilan kali erupsi, yang menjadi tanda bahwa dinamika aktivitasnya perlu terus diwaspadai.
Letusan pertama terjadi pada pukul 00.07 WIB, dengan tinggi kolom abu sekitar 700 meter di atas puncak. Kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang dan mengarah ke selatan. Letusan tersebut menjadi awal dari rangkaian aktivitas yang terus berlangsung hingga pagi hari.
Puncak aktivitas tercatat pada pukul 05.19 WIB, ketika kolom abu mencapai ketinggian 1.000 meter di atas puncak. Erupsi ini menjadi yang paling signifikan dalam sehari. Sementara itu, letusan kesembilan terjadi pada pukul 06.22 WIB dengan tinggi kolom abu sekitar 700 meter di atas puncak atau setara 4.376 mdpl. Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal yang bergerak ke arah barat. Aktivitas ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 141 detik.
Selain erupsi yang teramati secara visual, aktivitas kegempaan juga meningkat. Dalam periode pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, tercatat sebanyak 17 kali gempa letusan dengan amplitudo berkisar antara 12 hingga 22 mm dan durasi antara 56 hingga 112 detik.
Gunung Semeru, yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, saat ini masih berada pada status Level III atau Siaga. Status ini menunjukkan bahwa aktivitas gunung berapi berada pada tingkat yang cukup tinggi dan berpotensi menimbulkan bahaya.
Sebagai langkah mitigasi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan beberapa rekomendasi kepada masyarakat. Salah satunya adalah larangan melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak. Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan.
Hal ini karena adanya potensi perluasan awan panas dan aliran lahar yang dapat mencapai jarak hingga 17 kilometer dari puncak. Tidak hanya itu, aktivitas dilarang dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak gunung. Area tersebut rawan terhadap lontaran material pijar yang dapat membahayakan keselamatan.
Masyarakat di sekitar gunung juga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi awan panas, guguran lava, serta aliran lahar di sepanjang sungai yang berhulu di puncak Semeru. Beberapa aliran yang perlu diwaspadai antara lain Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.
Dengan kondisi aktivitas yang masih fluktuatif, pemantauan secara intensif terus dilakukan guna memastikan keselamatan masyarakat di sekitar kawasan Gunung Semeru.
Rekomendasi dari PVMBG
- Larangan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak.
- Tidak boleh beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan.
- Dilarang melakukan aktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak gunung.
- Masyarakat diminta waspada terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan aliran lahar di sepanjang sungai yang berhulu di puncak Semeru.
Daftar Aliran yang Perlu Diwaspadai
- Besuk Kobokan
- Besuk Bang
- Besuk Kembar
- Besuk Sat






