Angga Yunanda: Kembar Identik Dodit Mulyanto di Film

Angga Yunanda Hadapi Tantangan Unik sebagai Saudara Kembar Dodit Mulyanto dalam Film Terbaru


Wajah tampan Angga Yunanda akan segera beradu akting dengan komika kawakan Dodit Mulyanto dalam sebuah proyek film terbaru yang digarap oleh Fajar Martha, berjudul “Sebelum Dijemput Nenek”. Dalam film ini, keduanya akan memerankan karakter sebagai saudara kembar, sebuah peran yang menghadirkan tantangan tersendiri bagi Angga.

Angga Yunanda baru-baru ini membagikan pengalamannya yang unik dalam memerankan karakter Hestu, yang merupakan saudara kembar dari karakter Akbar yang diperankan oleh Dodit Mulyanto. Saat pertama kali mengetahui siapa yang akan menjadi lawan mainnya dalam peran saudara kembar, Angga mengaku sempat merasakan kejutan.

“Pas pertama kali emang sedikit culture shock ya karena pas pertama kali ada nama Mas Dodit gitu yang muncul, aku sempat, ‘Wah ini pasti bakal pecah.’ Cuma apakah bisa berjalan dengan baik saat syuting atau tidak gitu,” ungkap Angga saat kunjungan ke suatu acara pada Selasa (6/1).


Kekhawatiran Angga ini timbul bukan tanpa alasan. Ia mengaku belum pernah bertemu secara langsung dengan Dodit Mulyanto sebelumnya. Selain itu, latar belakangnya yang bukan berasal dari dunia komedi membuatnya ragu apakah bisa mengimbangi gaya melucu Dodit.

“Aku belum pernah ketemu sama Mas Dodit sama sekali, terus enggak tahu apakah aku bisa imbangi kelucuan beliau. Aku belum pernah main komedi gitu jadi apakah bonding-nya bisa cukup gitu ya sebagai saudara kembar,” tuturnya lebih lanjut.

Namun, segala keraguan yang sempat menghinggapinya perlahan sirna seiring dimulainya proses produksi film. Angga memberikan pujian setinggi langit kepada Dodit Mulyanto, menyebutkan bahwa di balik layar, Dodit adalah sosok yang sangat profesional. Hal ini sangat kontras dengan persona “lemot” yang sering ditampilkan Dodit saat melakukan stand-up comedy.

“Menurut aku justru di dalam hal saat pre-production itu dia sangat membimbing aku banget sih gitu, memberikan banyak banget masukan tentang komedi. Ternyata komedi itu nggak segampang itu,” puji Angga, menunjukkan apresiasinya terhadap bimbingan yang diberikan Dodit.

Belajar Seni Komedi dari Sang Master

Pengalaman ini mengajarkan Angga Yunanda sebuah pelajaran berharga tentang seni komedi. Ia menyadari bahwa komedi bukanlah sekadar bakat bawaan lahir semata.

“Aku pikir dulu komedi hanya sekadar ya bawaan lahir aja seseorang tuh lucu. Tapi ternyata ada banyak banget persiapan yang mereka pikirin dengan matang gitu mulai dari pemilihan kata, terus timing dan juga beat-nya tuh mereka perhatiin banget,” jelas Angga, merinci kompleksitas yang ia temukan dalam dunia komedi.


Dalam upaya mendalami peran sebagai saudara kembar, Angga dan Dodit berusaha untuk membangun sinkronisasi secara alami. Mereka tidak hanya berfokus pada kemiripan fisik, tetapi lebih pada bagaimana penonton dapat merasakan ikatan batin yang kuat di antara keduanya, meskipun wajah mereka tidak identik.

“Kami selalu pengin mencoba sinkronisasi dalam hal misalnya gerakan atau nada bicara dan lain-lain. Jadi bukan lagi merasa kayak gue harus jadi mirip sama dia, tapi udah alam bawah sadarnya kita tuh udah sinkron gitu loh,” kata Angga, menekankan pentingnya chemistry dalam peran.

Film ini akan menampilkan dua karakter kembar tak identik: Hestu, yang diperankan oleh Angga Yunanda, digambarkan sebagai sosok pria kota yang cenderung kaku dan dingin. Sementara itu, Akbar, yang diperankan oleh Dodit Mulyanto, tetap setia dengan kehidupannya di desa. Perbedaan latar belakang dan pandangan hidup inilah yang akan menjadi sumber konflik utama ketika keduanya terpaksa harus bersatu menghadapi ancaman teror dari nenek mereka yang baru saja meninggal dunia pada waktu yang dianggap keramat.

Angga mengungkapkan harapannya agar kerja keras yang telah ia curahkan bersama Dodit dan para komika lain dalam film ini dapat memberikan warna baru dan kontribusi yang berarti bagi perkembangan industri perfilman Indonesia.

“Gimana cara kami bisa tektokan dengan baik itu bener-bener banyak banget dapat masukan dari Mas Dodit, dari Boris Bokir juga,” ucap Angga, mengakui peran penting rekan-rekan komedinya dalam proses kreatif.

Sinopsis Film “Sebelum Dijemput Nenek”

Film “Sebelum Dijemput Nenek” akan membawa penonton pada sebuah kisah menegangkan tentang dua saudara kembar tak identik, Hestu (Angga Yunanda) dan Akbar (Dodit Mulyanto), yang harus berjuang melawan takdir kematian yang seolah mengintai mereka.

Ketegangan cerita dimulai ketika nenek mereka meninggal dunia pada waktu yang dianggap sangat keramat: tanggal 6, bulan 6, pukul 6 lewat 6 menit. Berdasarkan mitos yang berkembang dalam cerita film ini, orang-orang terkasih dari sang nenek yang meninggal pada waktu tersebut berpotensi akan ikut terbawa ke alam baka.

Dengan sisa waktu hanya tujuh hari, Hestu dan Akbar tidak hanya harus mencari cara untuk menyelamatkan nyawa mereka, tetapi juga harus menggunakan kesempatan ini untuk merefleksikan kembali hubungan keluarga mereka yang sempat mengalami keretakan.

Pos terkait