Antrean Kendaraan di Pelabuhan Ketapang Kembali Normal
Pada akhir pekan lalu, antrean kendaraan truk logistik yang menuju Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, telah terurai. Hal ini disampaikan oleh General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang, Arief Eko, yang menyatakan bahwa aktivitas penyeberangan kembali berjalan normal.
“Alhamdulillah sejak pagi tadi antrean panjang sudah terurai, baik dari arah utara (Situbondo-Banyuwangi) maupun dari arah selatan (Jember-Banyuwangi), dan arus penyeberangan Ketapang-Gilimanuk berjalan normal,” ujar Arief.
Beberapa hari sebelumnya, jalur nasional menuju Pelabuhan Ketapang mengalami kemacetan parah hingga belasan kilometer. Hal ini terjadi setelah masa mudik Lebaran 2026 berakhir dan pembatasan operasional kendaraan barang sumbu tiga ke atas dicabut. Kemacetan ini menimbulkan kekhawatiran terhadap kelancaran lalu lintas dan pengoperasian kapal feri.
Arief menjelaskan bahwa ASDP telah bekerja cepat untuk mengatasi masalah antrean tersebut. Pihaknya bekerja sama dengan pemangku kepentingan lain, termasuk kepolisian dan TNI, dalam mempercepat penguraian antrean agar aktivitas penyeberangan kembali normal.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pemangku kepentingan lainnya termasuk kepolisian dan TNI yang turut membantu mengurai antrean di jalan menuju Pelabuhan Ketapang,” tambah Arief.
Perkembangan Fasilitas Pelabuhan
Dalam rangka meningkatkan kualitas layanan, Wakil Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Yossianis Marciano, menyatakan bahwa pihaknya akan fokus pada peningkatan fasilitas dan sarana prasarana di pelabuhan. Termasuk rencana penambahan dermaga di sisi Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk.
“Kami juga akan melakukan penataan kembali pelabuhan, baik di Ketapang maupun di Gilimanuk, sehingga ke depan semakin lancar,” ujar Yossi.
Selain itu, Yossi mengajak operator kapal swasta untuk beralih menggunakan armada yang lebih besar. Menurutnya, saat ini puluhan kapal feri yang beroperasi di Selat Bali rata-rata memiliki kapasitas yang kecil, sehingga daya tampung tidak maksimal.
“Karena pertumbuhan penduduk terus tinggi, dan ini harus pula diiringi dengan menyediakan kapal-kapal berukuran besar,” lanjutnya.
Tantangan dan Solusi
Perlu diketahui bahwa antrean kendaraan yang terjadi beberapa hari terakhir menjadi tantangan bagi pihak ASDP. Namun, dengan kerja sama yang baik antara ASDP, aparat keamanan, dan pemangku kepentingan lainnya, situasi bisa segera diredam.
Selain itu, upaya peningkatan infrastruktur dan pengadaan armada kapal yang lebih besar akan menjadi langkah strategis untuk menghadapi pertumbuhan lalu lintas yang terus meningkat.
Dengan demikian, diharapkan pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk dapat terus memberikan layanan yang optimal dan nyaman bagi masyarakat yang menggunakan jalur penyeberangan tersebut.






