Konflik lama antara penyanyi ternama Ari Lasso dengan mantan kekasihnya, Dearly Djoshua, kembali menghangat dan menjadi perbincangan hangat di kalangan publik. Perseteruan kali ini berpusat pada permintaan tegas Ari Lasso agar Dearly menghapus sejumlah foto kenangan mereka, khususnya yang diambil saat mereka berlibur di Bali, bertepatan dengan momen pernikahan Luna Maya dan Maxime Bouttier.
Permintaan tersebut disampaikan Ari Lasso dengan nada yang cukup keras, menekankan bahwa dirinya adalah pemilik sah dari karya fotografi tersebut. Ari Lasso berargumen bahwa biaya pembuatan foto-foto itu sepenuhnya ditanggung olehnya, sehingga ia merasa memiliki hak penuh atas penggunaan dan penyebarannya.
Klarifikasi Hak Cipta Foto oleh Ari Lasso
Dalam pernyataannya, Ari Lasso dengan lugas menyampaikan tuntutannya, “Foto-foto Bali tolong dihapus… Saya yang bayar kok Anda yang pakai!!!” Ia melanjutkan penegasannya, “Semua foto Bali kawinan Luna saya minta Anda hapus. Karya fotografi dilindungi undang-undang, dan pemilik hak atas foto-foto ini adalah saya.” Pernyataan ini menunjukkan klaim Ari Lasso atas kepemilikan intelektual dan finansial terhadap foto-foto tersebut.
Reaksi Emosional dan Tuntutan Balik Dearly Djoshua
Permintaan yang terkesan mendesak ini rupanya memicu reaksi emosional yang cukup mendalam dari Dearly Djoshua. Melalui sebuah pernyataan yang cukup panjang dan detail, Dearly menyatakan kesediaannya untuk menghapus foto-foto tersebut. Namun, kesediaannya tersebut datang dengan syarat: ia meminta Ari Lasso untuk tidak lagi menyudutkannya, baik secara verbal maupun melalui platform media sosial.
Dearly Djoshua menyinggung tentang perlakuan Ari Lasso yang menurutnya kerap berubah-ubah dan menimbulkan luka emosional baginya. Ia mengungkapkan rasa frustrasinya, “Baik, saya akan hapus, tapi nanti jangan diputar lagi bilang saya cewek tua, bego, goblok, norak, suka bolak-balik hapus dan timbulin foto ya.” Ungkapan ini menggambarkan kekhawatiran Dearly akan narasi negatif yang mungkin akan kembali dilontarkan oleh Ari Lasso setelah ia menuruti permintaannya.
Bukti Percakapan dan Pola Permintaan
Lebih lanjut, Dearly Djoshua mengklaim memiliki bukti percakapan melalui aplikasi pesan singkat WhatsApp yang menunjukkan pola permintaan Ari Lasso yang tidak konsisten. Ia menyatakan bahwa Ari Lasso beberapa kali memintanya untuk menghapus foto, namun kemudian kembali meminta untuk mengunggahnya kembali ketika hubungan mereka membaik. Dearly merasa bahwa selama ini ia selalu berusaha menuruti segala keinginan Ari Lasso, termasuk dalam hal pembuatan konten yang terkadang harus diselesaikan hingga larut malam.
“Kayaknya semua apa yang kamu mau saya selalu turuti,” ungkapnya, menunjukkan upaya kerasnya untuk menjaga hubungan dan memenuhi ekspektasi Ari Lasso. Ia bahkan menyebutkan pengalamannya menyelesaikan pengeditan konten hingga pukul 02.00 pagi atas permintaan Ari Lasso, yang menunjukkan tingkat dedikasi dan pengorbanan yang telah ia lakukan.
Alasan Dearly Menahan Diri dan Kritik Terhadap Ari Lasso
Dearly Djoshua menegaskan bahwa selama ini ia memilih untuk menahan diri dan bersabar demi menghindari penyeretan anak-anak ke dalam pusaran konflik yang terjadi antara dirinya dan Ari Lasso. Meskipun kerap menerima sindiran dan perlakuan yang tidak menyenangkan dari Ari Lasso, Dearly memilih untuk bungkam dan tidak memperpanjang masalah.
Namun, Dearly Djoshua sangat menyesalkan tindakan Ari Lasso yang menurutnya telah menyerang mentalnya sebagai seorang perempuan. Ia merasa bahwa Ari Lasso telah melewati batas dengan cara penyelesaian masalahnya.
Dearly Djoshua akhirnya meluapkan kekesalannya dengan melontarkan kalimat yang cukup keras dan langsung menarik perhatian publik. Ia menyamakan gaya Ari Lasso dalam menyelesaikan masalah dengan “preman pasar”, sebuah metafora yang menggambarkan cara penyelesaian masalah yang kasar dan tidak elegan.
“Tolong yang damai-damai saja ya, nggak usahlah pakai gaya menyerang mental perempuan, kayak preman pasar. Kalau kamu merasa masih ada masalah sama saya yang belum selesai, mari kita bicarakan baik-baik secara dewasa,” tegasnya. Pernyataan ini merupakan puncak dari kekecewaan dan rasa frustrasinya terhadap perlakuan Ari Lasso, sekaligus ajakan untuk menyelesaikan konflik secara lebih matang dan dewasa.
Konflik ini kembali menyoroti pentingnya komunikasi yang sehat dan penyelesaian masalah yang konstruktif dalam sebuah hubungan, terlepas dari status hubungan itu sendiri. Kasus ini juga mengingatkan kembali tentang pentingnya menghargai batas-batas pribadi dan mental seseorang, terutama dalam konteks hubungan yang pernah terjalin.






