Atap SDN 2 Sribit Roboh, Bupati Hamenang Tindak Cepat: Evaluasi Sekolah Dimulai Senin

Atap Ruang Kelas SDN 2 Sribit Roboh, Bupati Klaten Langsung Turun Tangan

Atap ruang kelas Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Sribit, Klaten, roboh pada Kamis (2/4/2026) siang. Peristiwa ini langsung mendapat perhatian serius dari Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo. Ia segera turun tangan untuk memastikan penanganan cepat dan kelancaran kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap berjalan.

Saat kunjungan Jumat (3/4/2026), suasana SDN 2 Sribit di Dukuh Bekuning, Desa Sribit, Kecamatan Delanggu, tampak lengang. Garis polisi terpasang di depan ruang kelas yang atapnya ambruk. Puing kayu, genteng, dan plafon berserakan di lantai. Di dalam ruang kelas, bangku dan meja tertimpa rangka atap yang runtuh.

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo datang langsung meninjau lokasi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), perangkat desa, dan relawan. Ia menyebut kunjungan ini sebagai tindak lanjut dari laporan pihak sekolah serta respons atas informasi yang viral di media sosial.

“Hari ini kami menindaklanjuti surat dari Bu Kepala Sekolah SDN 2 Seribit, Kecamatan Delanggu, sekaligus juga menindaklanjuti yang viral di Sosmed semalam,” ujarnya.

Setelah dicek di lapangan, ditemukan satu ruang kelas mengalami kerusakan berat, sementara dua ruang lain terdampak. Menurut Bupati, struktur bangunan yang sudah tua menjadi faktor utama. “Disisi lain mungkin struktur bangunannya sudah tua, sehingga untuk menahan genteng ini yang (berat) kemudian menjadi lebih mudah untuk roboh,” jelasnya.

Garis pembatas langsung dipasang guna mencegah warga mendekat. Langkah ini diambil karena kondisi bangunan masih berpotensi membahayakan. Bupati tegas meminta warga agar tidak mendekati lokasi. “(Dengan pemasangan police line) harapannya warga jangan mendekat,” katanya.

Penanganan lanjutan dijadwalkan dimulai awal pekan depan. “Insyaallah ini ditangani besok Senin (6/4/2026), ditangani dari teman-teman BPBD bekerja sama dengan relawan untuk menurunkan sisa (genteng dan kayu),” ujarnya.

Selain itu, Pemkab Klaten juga sudah berkoordinasi dengan pemerintah pusat. “Kita sudah langsung bersurat dengan Kementerian Dikdasmen untuk kemudian bisa ada (bantuan) rehab,” tambahnya.

Jika bantuan pusat belum tersedia, perbaikan akan diupayakan melalui anggaran daerah.

Proses Penanganan dan Tindakan Lanjutan

Berikut adalah langkah-langkah yang dilakukan oleh pihak terkait:

  • Pemda Klaten segera melakukan inspeksi terhadap seluruh area sekolah.
  • BPBD dan relawan bertugas membersihkan puing-puing dari ruang kelas yang rusak.
  • Polisi garis ditempatkan untuk menjaga keamanan dan mencegah akses warga ke lokasi.
  • Koordinasi intensif dilakukan dengan pemerintah pusat untuk memperoleh bantuan rehabilitasi.
  • Jika bantuan tidak segera cair, anggaran daerah akan digunakan untuk perbaikan.

Kondisi Bangunan yang Mengkhawatirkan

Beberapa hal yang menjadi perhatian utama dalam peristiwa ini antara lain:

  • Struktur bangunan yang sudah tua dan tidak mampu menahan beban.
  • Risiko keamanan yang tinggi akibat atap yang roboh.
  • Kebutuhan segera untuk memperbaiki atau merehabilitasi gedung sekolah.

Peran Masyarakat dan Relawan

Masyarakat dan relawan berperan penting dalam proses penanganan. Mereka membantu membersihkan puing-puing dan membantu pengelolaan keamanan di sekitar lokasi. Selain itu, partisipasi aktif dari masyarakat juga memberikan dukungan moral kepada pihak sekolah dan pemda.


Pos terkait