PALANGKA RAYA, .CO
– Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya terus berupaya untuk menghilangkan stigma negatif yang melekat pada kawasan Ponton. Kawasan ini selama ini sering dianggap sebagai wilayah yang berkaitan dengan narkoba. Untuk itu, berbagai program pembangunan telah dijalankan guna membenahi kondisi kawasan tersebut sekaligus merubah persepsi masyarakat.
Sekretaris Daerah Kota Palangka Raya Arbert Tombak menyatakan bahwa penghapusan citra buruk kawasan Ponton menjadi prioritas utama Pemko Palangka Raya. Ia menegaskan bahwa upaya ini dilakukan secara berkelanjutan dan tidak bisa dilakukan secara sepihak.
“Kami saat ini sedang gencar-gencarnya melakukan upaya untuk menepis image negatif kawasan Ponton yang dipandang oleh sebagian orang sebagai kampung narkoba,” ujar Arbert Tombak, Senin (26/1/2026).
Menurutnya, langkah-langkah yang dilakukan dalam rangka menghapus stigma ini dilakukan melalui berbagai program dan kegiatan pembangunan yang sejalan dengan visi dan misi Pemko Palangka Raya.
“Semua upaya ini kami kemas dalam misi Palangka Raya KEREN, yaitu kolaboratif, ekonomi maju, religius, energik, dan nyaman,” jelasnya.
Arbert menambahkan bahwa menghapus stigma negatif terhadap suatu kawasan tidak hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga perlu adanya partisipasi aktif dari masyarakat. Kolaborasi antara pihak pemerintah dan masyarakat menjadi kunci agar pembangunan dapat berjalan secara inklusif dan berkelanjutan.
“Menghilangkan image negatif ini merupakan bagian dari misi Palangka Raya KEREN, sehingga membutuhkan keterlibatan semua pihak,” tegasnya.
Langkah-Langkah yang Dilakukan Pemko Palangka Raya
Beberapa langkah yang telah dilakukan oleh Pemko Palangka Raya dalam upaya mengubah citra kawasan Ponton antara lain:
Program Pembangunan Fisik
Pemko Palangka Raya melakukan penataan fisik kawasan Ponton, seperti perbaikan infrastruktur jalan, penerangan jalan, dan pengelolaan sampah. Hal ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan nyaman bagi warga setempat maupun pengunjung.Peningkatan Ekonomi Masyarakat
Berbagai pelatihan dan program pengembangan usaha diberikan kepada masyarakat setempat. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan memberdayakan masyarakat agar lebih mandiri.Penguatan Sosial dan Budaya
Pemko juga fokus pada penguatan nilai-nilai sosial dan budaya di kawasan Ponton. Dengan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya hidup rukun dan saling menghargai, diharapkan dapat mengurangi konflik dan masalah sosial.Kolaborasi dengan Stakeholder
Pemko bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk organisasi masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya. Kolaborasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua program yang dilaksanakan dapat mencapai hasil yang optimal.
Tantangan yang Dihadapi
Meskipun berbagai upaya telah dilakukan, masih ada beberapa tantangan yang dihadapi dalam proses perubahan citra kawasan Ponton. Beberapa di antaranya adalah:
Persepsi Masyarakat yang Masih Negatif
Meski sudah ada perubahan positif, masyarakat masih memiliki pandangan negatif terhadap kawasan Ponton. Perlu waktu dan konsistensi dalam menjalankan program agar persepsi tersebut dapat berubah.Keterbatasan Sumber Daya
Keterbatasan anggaran dan sumber daya manusia bisa menjadi hambatan dalam menjalankan berbagai program pembangunan. Oleh karena itu, diperlukan dukungan yang lebih besar dari berbagai pihak.Keterlibatan Aktif Masyarakat
Meskipun pemerintah telah berupaya maksimal, partisipasi aktif masyarakat tetap menjadi faktor penting dalam keberhasilan program ini. Tanpa dukungan masyarakat, program pembangunan tidak akan berjalan efektif.
Dengan komitmen dan kerja sama yang baik, diharapkan kawasan Ponton dapat benar-benar berubah menjadi kawasan yang nyaman, aman, dan layak huni bagi seluruh masyarakat.






