Cuaca NTT Masih dalam Masa Pancaroba, Warga Diminta Waspada
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kupang menyatakan bahwa Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih berada pada musim pancaroba atau peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. Fenomena ini membawa potensi cuaca yang tidak menentu, termasuk hujan deras disertai petir dan angin kencang.
Kepala BMKG Kupang, Sti Nenotek, mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca tersebut. “Pada masa peralihan, perlu diwaspadai hujan disertai petir atau kilat serta angin kencang yang berlangsung singkat,” ujarnya.
Menurut data BMKG, kelembapan udara pada lapisan 800 mb hingga 500 mb terpantau cukup tinggi, berkisar antara 60 persen hingga 90 persen. Kelembapan ini mendukung pertumbuhan awan hujan secara vertikal di beberapa wilayah NTT.
Selain itu, BMKG juga mendeteksi adanya pusat sirkulasi siklonik di sebelah timur NTT. Pusat sirkulasi ini memicu terbentuknya daerah belokan, pertemuan, dan perlambatan angin. Fenomena ini meningkatkan potensi terjadinya hujan di beberapa wilayah NTT.
Sti menegaskan, masyarakat perlu mewaspadai dampak hujan sedang hingga lebat yang bisa disertai petir atau kilat serta angin kencang. Dampaknya bisa berupa bencana hidrometeorologi seperti banjir atau tanah longsor.
Prakiraan Cuaca NTT Hari Ini, 19 April 2026
BMKG memprediksi bahwa hari ini, 19 April 2026, NTT akan dihiasi oleh hujan sedang hingga lebat di beberapa wilayah. Wilayah-wilayah yang diprediksi mengalami hujan deras antara lain:
- Manggarai
- Manggarai Timur
- Ngada
- Nagekeo
- Ende
- Lembata
- Alor
- Sumba Barat
- Sumba Barat Daya
- Sumba Tengah
- Sumba Timur
- Kabupaten Kupang
- TTU
- TTS
- Belu
- Malaka
- Sikka
- Sabu Raijua
- Rote Ndao
Sehari setelahnya, yaitu 20 April 2026, prakiraan hujan sedang hingga lebat masih berpeluang terjadi di wilayah-wilayah berikut:
- Manggarai Barat
- Manggarai
- Manggarai Timur
- Ngada
- Nagekeo
- Ende
- Sikka
- Alor
- TTU
- Belu
- Malaka
- Kabupaten Kupang
- Sabu Raijua
- Sumba Barat
- Sumba Barat Daya
- Sumba Tengah
- Sumba Timur
Cuaca Maritim NTT
Kepala Stasiun Maritim Tenau Kupang, Yandri Tungga, menjelaskan bahwa pola angin di wilayah NTT umumnya bergerak dari arah Timur Laut hingga Tenggara dengan kecepatan angin berkisar antara 8 hingga 25 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di beberapa wilayah laut, seperti:
- Selat Sape
- Selat Sumba
- Selat Pantar
- Perairan Flores
- Perairan Selatan Alor – Pantar
- Laut Sawu
- Perairan Selatan Sumba
- Perairan Sabu – Raijua
- Perairan Utara Kupang – Rote
- Selat Pukuafu
- Perairan Selatan Timor- Rote
Yandri mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap awan cumulonimbus atau awan gelap seperti bunga kol. Awan ini dapat meningkatkan tinggi gelombang serta perubahan arah dan kecepatan angin secara tiba-tiba.
“Tinggi gelombang 1,25 – 2,5 meter berpeluang terjadi di selat Sape Bagian Selatan, selat Sumba Bagian Barat, Laut Sawu, perairan Selatan Sumba, perairan Utara Sabu – Raijua, perairan Selatan Sabu- Raijua, perairan Selatan Timor – Rote,” ujarnya.






