Kuliner Khas Sanggau yang Wajib Dicoba Selama Ramadan 2026
Kabupaten Sanggau, yang dikenal dengan kekayaan budaya Melayu dan Dayak yang harmonis, menawarkan deretan kuliner khas yang keberadaannya seolah menjadi syarat wajib untuk melengkapi momen berbuka puasa. Menjelajahi kawasan pasar juadah di sepanjang tepian Sungai Kapuas atau area sekitar Masjid Agung Al-Mu’awwanah, Anda akan disambut dengan aroma wangi masakan tradisional yang sulit ditolak.
Menjelang tibanya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah di tahun 2026, atmosfer “Bumi Daranante” mulai dipenuhi dengan semarak persiapan ibadah dan tentu saja, perburuan takjil yang menggugah selera. Kabupaten Sanggau, yang dikenal dengan kekayaan budaya Melayu dan Dayak yang harmonis, menawarkan deretan kuliner khas yang keberadaannya seolah menjadi syarat wajib untuk melengkapi momen berbuka puasa.
Mulai dari kudapan manis yang melegenda hingga olahan sungai yang kaya rempah, kuliner Sanggau memiliki cita rasa otentik yang mampu memulihkan energi setelah seharian menahan lapar dan dahaga.
Berikut daftar kuliner khas Sanggau yang wajib disantap selama Ramadan 2026:
Daftar Kuliner Khas Sanggau Wajib Disantap Selama Ramadan 2026
Sungkui
Hidangan khas Sanggau berupa nasi ketan yang dibungkus daun pisang. Cocok disantap saat berbuka puasa dengan lauk sederhana. Biasanya disajikan dalam acara adat, kini populer sebagai menu Ramadan.Ayam Pansuh
Masakan ayam khas Dayak yang dimasak dalam bambu dengan bumbu rempah. Rasanya gurih dan aromanya khas, sangat cocok untuk hidangan sahur atau berbuka.Pekasam
Olahan ikan yang difermentasi dengan beras dan garam. Rasanya asam gurih, biasanya digoreng atau ditumis sebelum disantap. Menjadi lauk unik yang jarang ditemui di luar Kalimantan Barat.Lemang
Ketan dimasak dalam bambu dengan santan, mirip dengan hidangan Melayu. Teksturnya lembut dan gurih, cocok sebagai takjil atau makanan utama.Kue Tradisional Sanggau
Beragam jajanan manis seperti kue lapis, cucur, dan apam. Biasanya hadir di pasar Ramadan sebagai pilihan takjil.
Keunikan Kuliner Sanggau yang Menggugah Selera
Kuliner khas Sanggau tidak hanya menawarkan rasa yang lezat, tetapi juga memiliki makna budaya yang mendalam. Setiap hidangan memiliki cerita dan cara penyajian yang khas, mencerminkan kekayaan tradisi masyarakat setempat. Misalnya, Sungkui sering kali dihidangkan dalam acara adat dan menjadi simbol kebersamaan serta keharmonisan antar komunitas.
Selain itu, Ayam Pansuh adalah contoh bagaimana masyarakat Dayak menggunakan bahan alami dan teknik memasak tradisional untuk menciptakan hidangan yang lezat. Proses memasak dalam bambu memberikan aroma khas yang membuat hidangan ini sangat istimewa.
Pekasam juga menjadi bukti bahwa masyarakat Sanggau telah lama mengembangkan teknik pengawetan makanan secara alami. Rasa asam gurih dari pekasam tidak hanya menggugah selera, tetapi juga menjadi alternatif lauk yang unik dan berbeda dari hidangan biasanya.
Lemang, yang mirip dengan hidangan Melayu, menunjukkan adanya pengaruh budaya yang saling memengaruhi. Meskipun memiliki kesamaan, Lemang Sanggau memiliki ciri khas sendiri, terutama dalam hal bahan baku dan cara penyajian.
Kue tradisional seperti kue lapis, cucur, dan apam juga menjadi bagian penting dari tradisi Ramadan. Jajanan ini tidak hanya dinikmati sebagai takjil, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan keramahan masyarakat setempat.
Dengan berbagai variasi kuliner yang tersedia, Ramadan 2026 di Kabupaten Sanggau akan menjadi momen yang sangat istimewa bagi para pengunjung dan penduduk setempat. Tidak hanya dalam hal ibadah, tetapi juga dalam hal pengalaman kuliner yang autentik dan menggugah selera.






