Mengenang Vidi Aldiano: Dedikasi Sang Musisi dan Dukungan Sahabat Setia
Kepergian Vidi Aldiano pada 7 Maret 2026 lalu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan para penggemarnya. Hampir sebulan berlalu sejak pelantun “Status Palsu” itu berpulang di usia 35 tahun setelah berjuang melawan kanker ginjal yang dideritanya sejak 2019, kerinduan itu masih terasa begitu nyata. Keluarga Vidi, termasuk ayahandanya, Harry Kiss, dan ibundanya, Besbarini, masih rutin mengunjungi makam putra mereka di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan.
Harry Kiss, dalam berbagai kesempatan, tak henti-hentinya mengenang kebaikan hati orang-orang terdekat Vidi, salah satunya adalah presenter kenamaan Deddy Corbuzier. Harry mengungkapkan bahwa Deddy adalah sosok sahabat yang paling memahami kondisi kesehatan Vidi. Berbeda dengan sahabat-sahabat Vidi lainnya yang berperan sebagai penghibur dan memberikan semangat, Deddy memiliki peran yang lebih mendalam dalam mendampingi Vidi menjalani perjuangannya melawan penyakit.
“Om Deddy adalah sahabat Vidi yang menurut saya paling tahu tentang kondisi Vidi,” ujar Harry Kiss saat melakukan ziarah ke makam putranya. Ia menambahkan bahwa dukungan dari para sahabat, termasuk Deddy, telah memberikan kekuatan bagi Vidi untuk bertahan lebih lama. “Yang lainnya menghibur. Jadi teman-teman lainnya, circle-nya dia itu hiburan buat Vidi. Itu buat Vidi panjang umur sebetulnya,” jelas Harry.
Harry Kiss mengungkapkan rasa terima kasih yang tulus kepada Deddy Corbuzier atas segala kebaikan dan pengertian yang telah diberikan kepada Vidi. “Dari hati yang paling dalam, saya katakan, terima kasih Om Ded, telah begitu baik dengan Vidi, begitu memahami Vidi,” ucap Harry dengan nada haru. Deddy Corbuzier tidak hanya menjadi teman, tetapi juga menjadi sosok yang sangat peduli dan mengerti perjuangan Vidi di balik senyumnya.
Dedikasi Tanpa Batas: Vidi Aldiano Tetap Berkarya di Tengah Perjuangan
Kisah perjuangan Vidi Aldiano melawan penyakitnya menjadi inspirasi banyak orang. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Harry Kiss pernah membagikan momen mengharukan di mana Vidi tetap memaksakan diri untuk tampil bernyanyi di sebuah acara, meskipun kondisinya sedang tidak prima. Dalam foto yang diunggah, Vidi terlihat mengenakan sarung tangan berwarna cokelat yang menutupi selang infus yang terpasang di tangannya.
Harry Kiss menceritakan bahwa saat itu Vidi tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM). Namun, demi membahagiakan banyak orang dan menikmati momen bersama para sahabatnya, Vidi memutuskan untuk meninggalkan rumah sakit sejenak untuk tampil. Gelang rumah sakit masih terpasang di tangannya, dan selang infus ditutupi dengan sarung tangan. Setelah selesai manggung, Vidi kembali ke RSCM untuk melanjutkan perawatannya.
“Demi membahagiakan banyak orang dan Vidi juga bahagia ditengah para sahabatnya, dia tinggalkan RSCM dan pergi Show dengan colokan selang infus dan gelang Rumah Sakit masih nempel di tangannya, ditutup dengan sarung tangan, setelah show dia kembali ke RSCM.. Itulah dedikasi Vidi melupakan sakitnya untuk bisa menghibur orang banyak.. Masya Alloh,” tulis Harry dalam keterangan unggahannya. Dedikasi Vidi untuk terus berkarya dan menghibur banyak orang, bahkan di tengah rasa sakit, menunjukkan semangat juang yang luar biasa.
Tradisi Ziarah: Menjaga Energi Positif dan Doa untuk Sang Anak
Sejak kepergian Vidi Aldiano, Harry Kiss dan Besbarini secara rutin mengunjungi makam putra mereka. Harry menjelaskan bahwa keluarga memiliki keyakinan akan adanya energi positif yang masih terasa kuat di sekitar makam, terutama dalam 40 hari pertama setelah kepergian seseorang. Keyakinan ini tidak hanya berasal dari tradisi Jawa, tetapi juga didukung oleh bacaan dari media internasional yang menyebutkan bahwa energi tersebut masih ada selama 40 hari sebelum perlahan menipis.
“Katanya arwahnya itu kalau 40 hari kata orang Jawa ya. Ternyata bukan orang Jawa aja loh,” kata Harry Kiss. Ia menambahkan, “Saya kemarin baca ulasan dari media internasional itu energinya masih ada selama 40 hari. Tapi setelah 40 hari katanya energi itu mengecil, tapi tetap ada.”
Oleh karena itu, Harry dan Besbarini bertekad untuk terus mendatangi makam Vidi di TPU Tanah Kusir hampir setiap hari selama masa 40 hari tersebut. Ziarah ini menjadi momen bagi mereka untuk mendoakan sang putra dan mengenang segala kebaikan serta kenangan indah bersamanya. “Nah, makanya kita selama 40 hari ini kita akan terus ke makam ya kita doa,” ujar Harry. Tradisi ziarah ini menjadi cara keluarga untuk tetap terhubung dengan Vidi, memberikan dukungan spiritual, dan menjaga energi positif di sekitar makamnya.
Vidi Aldiano meninggal dunia pada 7 Maret 2026, meninggalkan warisan karya musik yang indah dan kisah perjuangan yang menginspirasi. Kepergiannya menjadi pengingat akan pentingnya menghargai setiap momen kehidupan dan kekuatan persahabatan serta keluarga dalam menghadapi cobaan.






