Dhomas: Mahasiswa S3 UGM Raih Publikasi Ilmiah di Yunani

Jembatan Riset Internasional: Kolaborasi Doktor Peternakan UGM di Athena, Yunani

Seorang mahasiswa program doktor dari Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Gadjah Mada (UGM), Dhomas Indiwara Prana Jhouhanggir, S.Pt., M.Sc., baru-baru ini membagikan pengalamannya yang berharga dalam mengikuti serangkaian kegiatan akademik di School of Chemical Engineering, National Technical University of Athens (NTUA), Yunani. Perjalanan akademiknya ini merupakan bagian dari komitmen Fapet UGM dalam meningkatkan kualitas riset, publikasi ilmiah, dan memperluas jejaring internasional, khususnya melalui skema Beasiswa PMDSU (Program Magister Menuju Doktor untuk Sarjana Unggul) dari Kemendikti Saintek.

Dhomas bertolak ke Yunani didampingi oleh promotornya dari UGM, Prof. Ir. Ambar Pertiwiningrum, M.Si., Ph.D., IPU., ASEAN Eng. Selama berada di NTUA, Dhomas menjalin kolaborasi riset yang erat dengan Prof. Constantina Kollia. Dua kegiatan akademik utama yang diselenggarakan oleh Fapet UGM di Yunani mencakup Program Peningkatan Kualitas Publikasi Ilmiah (PKPI) yang berlangsung dari Desember 2025 hingga Juni 2026, serta Program Peningkatan Kerja Sama Promotor (PKP) yang dilaksanakan pada tanggal 8 hingga 17 Desember 2025.

Kolaborasi Penyusunan Artikel Ilmiah: Limbah Industri dan Mikroalga

Salah satu fokus utama kolaborasi Dhomas dan promotornya adalah penyusunan artikel ilmiah yang mendalam mengenai manajemen limbah. Secara spesifik, penelitian ini mengeksplorasi potensi pemanfaatan kembali air limbah dari industri penyamakan kulit untuk keperluan kultivasi mikroalga. Lebih lanjut, artikel ini juga mengkaji potensi mikroalga dalam menurunkan kadar polutan yang terkandung dalam limbah tersebut.

“Artikel hasil kolaborasi ini ditargetkan untuk disubmit ke jurnal internasional bereputasi pada Mei 2026, sebelum kepulangan saya ke Indonesia,” ujar Dhomas Indiwara pada Selasa, 13 Januari 2026. Harapan besar disematkan pada publikasi ini untuk memberikan kontribusi signifikan dalam bidang pengelolaan limbah dan keberlanjutan lingkungan.

Selama periode PKP, Prof. Ambar Pertiwiningrum tidak hanya mendampingi Dhomas, tetapi juga melakukan diskusi intensif dengan Prof. Constantina Kollia dan Dr. Maria Myrto Dardavila, seorang mahasiswa post-doktoral di NTUA. Diskusi ini berfokus pada rencana riset lanjutan dan penjajakan peluang kolaborasi di masa mendatang. Dr. Myrto menyampaikan bahwa pihak NTUA sedang dalam proses penyusunan proposal untuk program Erasmus, yang berpotensi membuka pintu bagi kerja sama yang lebih luas dan komprehensif antara kedua institusi.

Wawasan Industri: Kunjungan ke Pengelolaan Limbah Minyak Bumi

Selain fokus pada riset akademik, Dhomas juga berkesempatan untuk memperluas wawasannya dengan mengunjungi berbagai industri dan pusat inovasi di Yunani. Salah satu kunjungan yang paling berkesan adalah ke Oil One, sebuah perusahaan yang bergerak dalam pengumpulan dan pengelolaan limbah minyak bumi. Fasilitas utama perusahaan ini berlokasi di kawasan Drapetsona, tak jauh dari Pelabuhan Piraeus.

Kunjungan ini memberikan pandangan langsung mengenai praktik industri dalam mengelola limbah minyak bumi, serta bagaimana layanan lingkungan yang berkelanjutan diimplementasikan pada skala industri. Pengalaman ini sangat berharga bagi Dhomas dalam memahami berbagai aspek pengelolaan limbah di dunia nyata.

“Dalam kunjungan ini, para peserta diperkenalkan dengan berbagai fasilitas laboratorium di School of Chemical Engineering NTUA yang mendukung kegiatan riset dan inovasi,” jelas Dhomas. Fasilitas-fasilitas ini menjadi kunci dalam mendukung penelitian mutakhir dan pengembangan solusi inovatif.

Titik singgah penting lainnya adalah sebuah kawasan yang secara unik berfungsi sebagai pusat pengembangan inovasi, teknologi, dan budaya. Kawasan ini adalah Lavrion Technological and Cultural Park, sebuah area yang sebelumnya merupakan kawasan industri di Yunani, kini direvitalisasi menjadi pusat kreativitas dan kemajuan. Kunjungan ke tempat ini memberikan perspektif tambahan mengenai bagaimana riset, inovasi, dan pengembangan kawasan dapat diintegrasikan secara sinergis, menciptakan ekosistem yang dinamis dan berkelanjutan.

Penguatan Kemitraan Strategis: MoU Fapet UGM dan NTUA

Pada kesempatan yang sama, Prof. Ambar Pertiwiningrum turut menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) antara Fapet UGM dan School of Chemical Engineering NTUA. Kesepakatan ini akan menjadi landasan bagi kerja sama yang lebih mendalam dan akan ditindaklanjuti pada tingkat universitas.

Prof. Glikeria Kakali, Dekan School of Chemical Engineering NTUA, memberikan apresiasi yang tinggi atas terjalinnya kerja sama ini. Ia menilai bahwa Fapet UGM berada pada jalur yang tepat dalam mengembangkan riset dan inovasi, terutama dengan menjadikan Prof. Constantina Kollia sebagai mitra strategis.

Dhomas Indiwara mengungkapkan bahwa kegiatan kolaborasi ini mendapat sambutan yang sangat antusias dari kedua belah pihak. Ia berharap agar kerja sama ini dapat terus berkelanjutan dalam berbagai bentuk, meliputi riset bersama, pertukaran akademik, hingga pengembangan proposal internasional.

Kolaborasi ini semakin memperkuat hubungan akademik yang telah terjalin sebelumnya antara Fapet UGM dan NTUA, yang salah satunya melalui proyek ELEGTEC (Erasmus+). Proyek ELEGTEC memiliki tujuan mulia untuk mendirikan tiga Centers of Excellence for Sustainable and Eco-friendly Leather Technology di beberapa universitas di Indonesia. Pendirian pusat-pusat keunggulan ini merupakan bagian integral dari upaya mendukung transisi hijau dalam industri kulit di Indonesia, sejalan dengan agenda global menuju pembangunan yang lebih berkelanjutan.

Pos terkait