Upaya Dinas Sosial Gianyar dalam Rehabilitasi Lansia Terlantar
Dinas Sosial Kabupaten Gianyar terus berupaya menekan masalah sosial di wilayahnya, termasuk dalam program rehabilitasi lansia terlantar. Di tahun 2025, Dinas Sosial telah melakukan rehabilitasi sosial kepada lansia terlantar di tujuh kecamatan di Gianyar, Bali. Bantuan yang diberikan berupa 20 kg beras, 5 liter minyak goreng, dan 2 kg gula pasir.
Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Gianyar, Nurwidyawanto, menjelaskan bahwa bantuan ini diberikan kepada lansia terlantar yang tidak aktif secara fisik dan tinggal sendiri di rumah atau terpisah dengan keluarga. Ia juga menambahkan bahwa program rehabilitasi lansia terus berlanjut di tahun 2026.
Di tahun ini, Dinas Sosial akan memberikan 10 paket pakaian olahraga dan 20 bantuan permakanan bagi penerima manfaat. Menurut Nur, jumlah tersebut bisa bertambah di masa mendatang. Selain itu, Dinas Sosial juga memberikan bantuan kepada lansia produktif.
Contohnya di Desa Siangan, bantuan berupa baju kaos dan celana training diberikan kepada 25 lansia. Bantuan ini diberikan agar lansia dapat menggunakan seragam saat senam lansia atau kegiatan yoga. Dalam paparannya, jumlah lansia terlantar di Gianyar mengalami penurunan dari 658 orang di tahun 2021 menjadi 469 orang di tahun 2025.
Sementara itu, jumlah penyandang disabilitas naik sedikit dari 2.756 menjadi 2.762 orang. Jumlah fakir miskin di Gianyar stagnan dari tahun 2021 sampai tahun 2025 sebanyak 3.537 orang.
Dinas Sosial juga memiliki program untuk lansia produktif, yaitu dengan membuat kerajinan atau sarana upacara yang kemudian dijual. Mereka sengaja berkumpul, bukan untuk mendapatkan hasil secara ekonomi, namun lebih kepada komunikasi sosial, ada teman ngobrol, teman curhat, dan berbagi keluh kesah.
Program Rehabilitasi Sosial untuk Lansia
Program rehabilitasi sosial yang dilakukan oleh Dinas Sosial Gianyar mencakup berbagai bentuk bantuan, baik dalam bentuk barang maupun kegiatan sosial. Berikut beberapa program utama yang dilaksanakan:
- Bantuan Pokok Pangan: Setiap lansia terlantar menerima bantuan berupa 20 kg beras, 5 liter minyak goreng, dan 2 kg gula pasir. Bantuan ini diberikan kepada lansia yang tidak aktif secara fisik dan tinggal sendiri.
- Pakaian Olahraga: Di tahun 2026, Dinas Sosial akan memberikan 10 paket pakaian olahraga kepada lansia terlantar. Hal ini bertujuan untuk memfasilitasi kegiatan seperti senam lansia atau yoga.
- Kerajinan dan Sarana Upacara: Lansia produktif diberikan pelatihan dalam membuat kerajinan atau sarana upacara. Hasil dari kerajinan ini kemudian dijual sebagai bentuk pendapatan tambahan.
Perkembangan Data Lansia di Gianyar
Data yang dirilis oleh Dinas Sosial Gianyar menunjukkan perkembangan jumlah lansia terlantar, penyandang disabilitas, dan fakir miskin di wilayah tersebut. Berikut adalah perbandingan data dari tahun 2021 hingga 2025:
- Lansia Terlantar:
- Tahun 2021: 658 orang
- Tahun 2025: 469 orang
- Penyandang Disabilitas:
- Tahun 2021: 2.756 orang
- Tahun 2025: 2.762 orang
- Fakir Miskin:
- Tahun 2021: 3.537 orang
- Tahun 2025: 3.537 orang
Kegiatan Sosial dan Komunikasi Lansia
Selain bantuan material, Dinas Sosial Gianyar juga menyediakan kegiatan sosial yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup lansia. Beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain:
- Senam Lansia: Kegiatan rutin yang melibatkan lansia untuk menjaga kesehatan fisik dan mental.
- Yoga: Kegiatan yoga yang disesuaikan dengan kemampuan fisik lansia.
- Komunikasi Sosial: Lansia diberikan kesempatan untuk berkumpul, berbicara, dan saling berbagi pengalaman.
Program ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan lansia, tetapi juga untuk membangun hubungan sosial yang lebih kuat antara lansia dan masyarakat sekitarnya.
Kesimpulan
Dinas Sosial Gianyar terus berupaya meningkatkan kualitas hidup lansia melalui berbagai program rehabilitasi dan kegiatan sosial. Dengan adanya bantuan pokok pangan, pakaian olahraga, serta kegiatan sosial, diharapkan lansia terlantar dapat merasa lebih nyaman dan aman dalam lingkungan mereka. Selain itu, data yang dirilis menunjukkan adanya penurunan jumlah lansia terlantar, yang merupakan indikasi positif dari upaya pemerintah daerah dalam menangani masalah sosial.






