Erlina Bangkit: Kisah Sukses dari Gerobak UMKM Lapas di Sukabumi

Bantuan Gerobak UMKM untuk Kemandirian Keluarga Warga Binaan

Erlina Mastiana, seorang istri dari seorang warga binaan, menerima bantuan berupa gerobak UMKM dari Lapas Kelas IIB Sukabumi. Bantuan ini diberikan dalam rangka memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62. Tujuan dari program ini adalah agar keluarga narapidana dapat tetap mandiri dan memiliki penghasilan.

Erlina merasa bahwa bantuan tersebut bukan hanya sekadar alat dagang, tetapi juga menjadi peluang besar bagi dirinya untuk bangkit dari keterpurukan ekonomi yang sempat menghentikan usahanya. Sebelumnya, ia pernah membuka usaha kecil di depan rumah dengan berjualan bakso dan seblak. Namun, karena kondisi keluarga, usaha tersebut terpaksa harus dihentikan.

“Rencananya saya mau buka usaha lagi seperti sebelumnya yang sempat tertunda. Dulu jualan bakso dan seblak di depan rumah,” ujarnya.

Kini, dengan adanya gerobak UMKM, ia berencana kembali berjualan. Lokasi rumahnya yang berada dekat sekolah dinilai menjadi peluang yang cukup menjanjikan. “Dengan gerobak ini, kemungkinan saya akan jualan bakso dan mie ayam. Mungkin ditambah jajanan sama minuman es,” katanya.

Harapan Erlina sederhana, namun penuh makna. Ia ingin kembali membantu perekonomian keluarga sekaligus membangun kembali kebersamaan yang sempat terhambat. “Harapannya bisa usaha lagi, bantu ekonomi keluarga, dan bisa kumpul lagi bersama keluarga dalam keadaan lebih baik,” ucapnya.

Program Pemasyarakatan untuk Kesejahteraan Keluarga

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Sukabumi, Budi Hardiono, menjelaskan bahwa pemberian gerobak UMKM merupakan bagian dari program pemasyarakatan untuk membantu keluarga warga binaan yang terdampak secara ekonomi. “Program ini kami berikan agar keluarga warga binaan tetap bisa memiliki penghasilan. Ini bentuk kepedulian kami agar mereka tetap bertahan dan bisa mandiri,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada pembinaan warga binaan di dalam lapas, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi keluarga mereka di luar. “Melalui tema ‘Pemasyarakatan Kerja Nyata, Pelayanan Prima’, kami ingin kehadiran pemasyarakatan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.

Tantangan dan Harapan

Erlina mengakui bahwa hidupnya tidak selalu mudah. Di tengah keterbatasan hidup saat suami menjalani masa pidana, ia tak ingin menyerah pada keadaan. Sebuah gerobak sederhana yang ia terima dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sukabumi dalam momentum Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62, menjadi harapan baru untuk kembali menata kehidupan dan menghidupi keluarganya.

Bantuan tersebut menjadi titik awal bagi Erlina untuk membangun kembali usahanya. Dengan lokasi yang strategis, ia yakin bisnisnya akan berkembang. Selain itu, ia juga berharap bisa menciptakan lapangan kerja tambahan bagi masyarakat sekitar.

Langkah-Langkah untuk Sukses

Untuk memastikan keberhasilan usahanya, Erlina telah merancang beberapa langkah strategis:

  • Menyiapkan menu yang menarik dan beragam, seperti bakso, mie ayam, serta jajanan dan minuman es.
  • Memastikan kualitas produk tetap terjaga agar mendapatkan kepercayaan konsumen.
  • Melakukan promosi melalui media sosial dan komunikasi langsung dengan warga sekitar.
  • Mengatur keuangan dengan baik untuk memastikan usaha berjalan stabil.

Dengan semangat dan rencana yang matang, Erlina berharap bisa menjadikan usahanya sebagai sumber penghasilan yang layak dan membantu keluarganya dalam menghadapi tantangan ekonomi.

Pos terkait