Gamayel: Polisi Inspiratif di Balik Layar ‘Agak Lain’

Sosok Gamayel: Dari Humor Media Sosial Hingga Konsultan Kepolisian di Balik Film Fenomenal

Di balik gelak tawa yang sering ia bagikan di media sosial, terdapat peran penting yang dimainkan oleh Gamayel, seorang personel Polresta Balikpapan. Namanya mungkin lebih akrab di telinga masyarakat Balikpapan sebagai seorang komika. Namun, keahliannya tidak berhenti pada dunia hiburan semata. Gamayel, yang memiliki nama lengkap Mei Mahatthir Gamayel, ternyata memiliki kontribusi signifikan di balik layar salah satu film yang sedang hangat diperbincangkan, “Agak Lain: Menyala Pantiku”.

Keterlibatan Gamayel dalam industri perfilman ini bermula dari latar belakangnya sebagai komika. Ia adalah bagian dari komunitas Stand Up Indo Balikpapan. Bagi yang belum familiar, komika adalah sebutan bagi pelawak tunggal yang menghibur penonton melalui monolog di atas panggung. Popularitas Gamayel di dunia komedi meroket setelah ia berhasil menjadi finalis dan meraih juara ketiga dalam kompetisi bergengsi Stand Up Comedy Indonesia Kompas TV season 6 (SUCI 6).

Namun, yang mungkin luput dari perhatian banyak orang adalah peran krusialnya sebagai konsultan kepolisian dalam proses pembuatan film “Agak Lain: Menyala Pantiku”. Peran ini tidak datang begitu saja. Awalnya, ia dihubungi oleh Aco, sang penulis skenario, yang sekadar ingin menanyakan detail mengenai seragam kepolisian.

“Awalnya cuma nanya seragam Polri, Kapolres, Kasat, sampai anggota. Lama-lama nanyanya makin dalam, soal proses sidang etik kepolisian,” ungkap Gamayel saat diwawancarai di kediamannya.

Tak lama berselang, tawaran yang lebih serius datang langsung dari sutradara sekaligus komedian ternama, Ernest Prakasa. Gamayel mengaku terkejut menerima telepon tersebut, mengingat biasanya ia dihubungi oleh sesama komika untuk urusan konsultasi hukum.

“Ternyata Ernest ngajak kerja sama untuk film terbarunya sebagai konsultan kepolisian,” jelasnya.

Selama kurang lebih dua bulan, Gamayel mendedikasikan waktunya untuk berdiskusi intensif dengan tim penulis skenario. Sesi diskusi ini kerap berlangsung hingga larut malam, bahkan menjelang subuh. Tujuannya adalah untuk memastikan setiap adegan yang berkaitan dengan dunia kepolisian terasa relevan dan sedekat mungkin dengan realitas.

Peran Gamayel dalam Akurasi Detail Kepolisian

Gamayel berperan sebagai jembatan antara dunia perfilman dan implementasi praktis di lapangan kepolisian. Ia bertugas memberikan masukan dan koreksi agar narasi yang dibangun dalam film tidak menyimpang dari prosedur dan etika kepolisian yang sebenarnya.

  • Detail Seragam dan Jabatan: Gamayel memberikan informasi mendalam mengenai tata cara pemakaian seragam, tingkatan pangkat, serta fungsi dan kewenangan berbagai jabatan di kepolisian, mulai dari Kapolres hingga anggota biasa.
  • Prosedur Penanganan Tersangka: Ia menjelaskan secara rinci bagaimana kepolisian menangani seorang tersangka, mulai dari proses penangkapan, interogasi awal, hingga penahanan.
  • Sidang Etik Kepolisian: Gamayel juga memberikan gambaran mengenai mekanisme dan jalannya sidang etik yang dihadapi oleh anggota kepolisian yang melakukan pelanggaran. Hal ini mencakup tahapan persidangan, hak-hak anggota yang diadili, hingga sanksi yang mungkin dijatuhkan.
  • Detail-detail Kecil: Bahkan hal-hal yang mungkin dianggap sepele oleh orang awam, seperti bahasa tubuh polisi saat bertugas, cara berkomunikasi di lapangan, atau penggunaan alat komunikasi, turut menjadi perhatiannya.

“Kalau ada adegan yang mentok soal kehidupan polisi, mereka pasti nanya. Mulai dari penanganan tersangka, prosedur sidang, sampai detail kecil,” terangnya.

Kejutan di Layar Lebar: Bukan Sebagai Polisi, Tapi Jamaah Masjid

Di luar perannya sebagai konsultan, Gamayel juga memberikan kejutan dengan tampil di layar lebar. Namun, alih-alih memerankan karakter polisi, ia memilih untuk muncul di adegan akhir sebagai seorang marbot masjid. Keputusan ini diambilnya dengan alasan yang cukup unik.

“Saya pilih peran jamaah masjid karena kalau jadi polisi rasanya kayak kerja, bukan akting,” ujarnya sambil tertawa.

Meskipun penampilannya hanya berlangsung sekitar dua hingga tiga menit, kehadiran Gamayel sukses mencuri perhatian penonton, terutama bagi warga Balikpapan yang mengenalnya. Keterlibatannya dalam peran tersebut sengaja dirahasiakan, bahkan oleh keluarganya sendiri, demi menciptakan efek kejutan yang maksimal.

“Biar kaget saja,” katanya.

Pengalaman Syuting yang Profesional dan Menyenangkan

Gamayel mengungkapkan kekagumannya terhadap profesionalisme seluruh kru dan pemain yang terlibat dalam produksi “Agak Lain: Menyala Pantiku”. Ia menyebutkan bahwa film ini merupakan salah satu produksi yang paling nyaman yang pernah ia ikuti.

“Syutingnya sehat, fun, semua kolaboratif. Tidak kejar-kejaran waktu. Bahkan makannya prasmanan,” kenangnya.

Meskipun diisi oleh para komika yang identik dengan dunia hiburan, Gamayel menekankan bahwa semua pemain menunjukkan profesionalisme yang tinggi, terutama saat harus memerankan adegan-adegan yang serius. Ia mencontohkan satu adegan berdurasi dua menit yang membutuhkan waktu syuting dari sore hingga dini hari untuk menyelesaikannya dengan sempurna.

Potensi Kesuksesan yang Berkelanjutan

Kini, “Agak Lain: Menyala Pantiku” telah menarik perhatian jutaan penonton, mendekati angka 11 juta penonton dan masih terus tayang di bioskop. Gamayel bahkan memiliki prediksi optimis bahwa film ini bisa menembus angka 12 juta penonton.

“Saya sempat bilang ke Ernest, ini bisa tembus 12 juta. Semoga,” ucapnya.

Lebih lanjut, Gamayel membocorkan potensi pengembangan film ini di masa depan. Berdasarkan obrolannya dengan tim kreatif, “Agak Lain” berpotensi untuk dikembangkan dengan konsep yang mirip dengan franchise Warkop. Artinya, film-film selanjutnya mungkin akan menampilkan pemain yang sama, namun dengan cerita yang berbeda dan tidak saling bersambung.

“Kayaknya mau dibuat seperti itu. Jadi penontonnya jangan heran kalau ceritanya tidak saling nyambung,” tutup Gamayel, memberikan gambaran tentang kemungkinan masa depan genre komedi di perfilman Indonesia.

Pos terkait