Gempa mengguncang Bitung dua kali, getaran terasa di Ternate dan Kolaka Timur

Gempa Beruntun Mengguncang Wilayah Indonesia Timur

Beberapa wilayah di Indonesia bagian timur diguncang oleh gempa bumi yang terjadi secara beruntun pada dini hari, Jumat (3/4/2026). Gempa ini meliputi kota Bitung, Ternate, dan Kolaka Timur. Magnitudo gempa berkisar antara 3,4 hingga 4,4. Meskipun tidak menimbulkan dampak serius, warga diimbau tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari BMKG.

Gempa di Kota Bitung

Kota Bitung, Sulawesi Utara, menjadi salah satu wilayah yang terdampak gempa. Dalam selang waktu kurang dari satu jam, tercatat dua kali guncangan. Gempa pertama terjadi pada pukul 02.46 WITA dengan magnitudo 4,2. Episenter gempa berada di laut, sekitar 129 kilometer timur Bitung, dengan kedalaman 20 kilometer.

Tidak lama kemudian, gempa kedua terjadi pada pukul 03.08 WITA dengan kekuatan sedikit lebih besar, yaitu magnitudo 4,4. Pusat gempa kali ini berada di laut 126 kilometer timur Bitung, dengan kedalaman 16 kilometer. Aktivitas gempa ini menunjukkan bahwa wilayah perairan Sulawesi Utara sedang mengalami aktivitas seismik yang cukup aktif. Hingga saat ini, belum ada laporan kerusakan maupun korban akibat gempa tersebut.

Gempa di Ternate

Selain di Bitung, gempa juga terjadi di wilayah Ternate, Maluku Utara. Gempa berkekuatan magnitudo 3,5 tercatat terjadi pada pukul 05.06 WITA. Pusat gempa berada di laut, sekitar 106 kilometer barat Ternate, dengan kedalaman mencapai 52 kilometer. Kedalaman yang cukup dalam biasanya membuat dampak guncangan di permukaan lebih kecil.

Gempa Darat di Kolaka Timur

Di wilayah Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, gempa juga terjadi pada dini hari yang sama. Gempa berkekuatan magnitudo 3,4 terjadi pada pukul 04.00 WITA. Berbeda dengan gempa di Bitung dan Ternate, gempa di Kolaka Timur terjadi di daratan dengan kedalaman dangkal, yakni sekitar 5 kilometer. Titik pusat gempa berada sekitar 11 kilometer di selatan wilayah tersebut.

BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpancing isu yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Informasi resmi terkait gempa bumi diimbau hanya mengacu pada kanal resmi BMKG. Selain itu, masyarakat di wilayah rawan gempa disarankan untuk selalu waspada terhadap potensi gempa susulan, meski gempa-gempa dengan magnitudo kecil seperti ini umumnya tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Penyebab Gempa Beruntun

Rangkaian gempa yang terjadi di Bitung, Ternate, hingga Kolaka Timur memicu pertanyaan: mengapa gempa bisa terjadi beberapa kali dalam waktu berdekatan?

Gempa beruntun terjadi ketika satu aktivitas tektonik memicu pelepasan energi di beberapa titik yang berdekatan. Pergerakan lempeng bumi yang belum sepenuhnya stabil setelah satu gempa terjadi dapat memicu hal ini. Dalam banyak kasus, gempa pertama disebut sebagai gempa utama (mainshock), yang kemudian diikuti oleh gempa susulan (aftershock). Namun, jika kekuatannya relatif mirip dan terjadi berdekatan, keduanya juga bisa disebut sebagai rangkaian gempa tanpa satu pusat dominan.

Indonesia berada di wilayah pertemuan beberapa lempeng tektonik aktif, termasuk di kawasan Sulawesi dan Maluku Utara. Saat terjadi pergeseran di satu titik, tekanan di sekitarnya bisa ikut berubah, sehingga energi yang tersimpan di patahan lain ikut terlepas. Hal ini menyebabkan gempa susulan dalam waktu cepat dan lokasi gempa bisa berdekatan, seperti di laut timur Bitung.

Langkah Sederhana yang Bisa Dilakukan

Untuk menjaga keselamatan diri dan keluarga, berikut langkah-langkah sederhana yang bisa dilakukan:

  • Siapkan jalur evakuasi di sekitar tempat tinggal
  • Hindari bangunan retak atau berpotensi roboh
  • Siapkan tas darurat untuk kondisi darurat


Pos terkait