Operasi SAR Korban Hilang Pasca Bencana Longsor Berlanjut
Operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban yang hilang akibat bencana longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat (Jabar) kembali dilanjutkan hari ini (26/1). Tim SAR Gabungan fokus pada dua area pencarian untuk menemukan 80 korban yang masih dinyatakan hilang sejak Sabtu (24/1).
Direktur Operasi Pencarian dan Pertolongan Basarnas Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo memimpin langsung operasi SAR tersebut. Ia menyampaikan bahwa dua area pencarian utama yang menjadi perhatian Tim SAR Gabungan hari ini adalah Sektor A dan Sektor B di Desa Pasirlangu.
”Tim SAR Gabungan melaksanakan pencarian dengan berbagai metode. Mulai dari manual, alkon, hingga penggunaan alat,” ujar Yudhi.
Sinergi yang kuat dilakukan oleh Tim SAR Gabungan yang terdiri atas Basarnas, TNI, Polri, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Kesehatan, BNPB, BUMN, BUMD, Pemerintah Provinsi Jabar, relawan, dan komunitas SAR yang berasal dari Jabar dan sekitarnya.
”Hari ini kami fokuskan membagi tim menjadi dua sektor, yakni sektor A di bagian Timur dan sektor B di bagian barat Desa Pasirlangu,” tambahnya.
Yudhi juga mengungkapkan bahwa personel dari Kantor SAR Semarang, Kantor SAR Jogja, Kantor SAR Cilacap, serta potensi SAR dari berbagai organisasi sudah memperkuat Tim SAR Gabungan. Khusus alat berat, hari ini sudah disiapkan sembilan excavator untuk terlibat dalam operasi SAR.
”Untuk pencarian menggunakan alat berat, hari ini ada sembilan excavator yang akan digerakkan untuk melaksanakan pencarian,” jelas dia.
Sesuai dengan data korban sementara yang tercatat hingga saat ini, Yudhi menyampaikan bahwa total sudah berhasil dievakuasi sebanyak 25 bodypack atau kantong jenazah. Sementara jumlah korban hilang kurang lebih 80 orang masih dalam pencarian.
”Setiap kantong jenazah kami serahkan ke pihak DVI untuk dilaksanakan identifikasi, selanjutnya Tim DVI yang akan merilis data-data korban tersebut,” ujarnya.
Yudhi berharap cuaca hari ini di Bandung Barat mendukung operasi pencarian. Sehingga Tim SAR Gabungan dapat bekerja secara maksimal hingga sore hari. Dia menekankan bahwa kondisi cuaca sangat berpengaruh terhadap pelaksanaan operasi SAR.
Sinergi dan Kerja Sama Tim SAR
Tim SAR Gabungan tidak hanya terdiri dari instansi pemerintah, tetapi juga melibatkan banyak pihak seperti relawan dan komunitas SAR. Hal ini menunjukkan kolaborasi yang kuat antara berbagai elemen masyarakat dalam upaya penyelamatan korban bencana.
Adanya keterlibatan berbagai pihak memastikan bahwa setiap aspek dari operasi SAR dapat dipenuhi, mulai dari pencarian hingga evakuasi dan identifikasi korban. Dengan begitu, proses penanganan bencana bisa lebih efisien dan cepat.
Peran Alat Berat dalam Operasi SAR
Alat berat seperti excavator memainkan peran penting dalam operasi pencarian korban yang hilang. Dengan kemampuan mereka untuk menggali dan membuka area yang sulit dijangkau, alat-alat ini membantu mempercepat proses pencarian.
Selain itu, penggunaan alat berat juga memberikan keamanan bagi para petugas SAR, karena mereka tidak perlu melakukan pekerjaan manual yang berisiko tinggi. Dengan demikian, operasi SAR bisa dilakukan dengan lebih aman dan efektif.
Pentingnya Identifikasi Korban
Setelah korban berhasil dievakuasi, identifikasi menjadi langkah penting dalam proses penanganan bencana. Tim DVI (Divisi Identifikasi Jenazah) bertanggung jawab untuk melakukan identifikasi korban, baik melalui data medis maupun teknologi DNA.
Proses identifikasi ini tidak hanya membantu keluarga korban untuk mengenali anggota keluarga mereka, tetapi juga menjadi dasar dalam pengambilan keputusan terkait pemulangan jenazah dan penanganan administratif lainnya.
Harapan Cuaca Mendukung Operasi SAR
Cuaca merupakan faktor penting dalam pelaksanaan operasi SAR. Dengan cuaca yang baik, Tim SAR Gabungan dapat bekerja secara optimal tanpa terganggu oleh hujan atau angin kencang.
Yudhi berharap kondisi cuaca hari ini di Bandung Barat akan mendukung operasi pencarian hingga sore hari. Dengan begitu, semua upaya yang dilakukan dapat mencapai hasil yang maksimal dalam waktu yang singkat.






