Perayaan Budaya Batak di Banjarbaru
Pada 2 Mei 2026, GOR Babussalam di Banjarbaru, Kalimantan Selatan akan menjadi tempat penyelenggaraan pertunjukan musik yang bertajuk Horas Banjarbaru! Sada Nada, Sada Hita. Konser ini menawarkan pengalaman unik dengan menghadirkan kekuatan musik Batak dalam bentuk modern yang kini semakin diminati masyarakat.
Konser yang diselenggarakan oleh Media Gantara Organizer ini mengusung tema “Sada Nada, Sada Hita”, yang berarti “Satu Nada, Satu Rasa”. Tema ini mencerminkan semangat kebersamaan, solidaritas, dan persatuan lintas budaya dalam kehidupan yang harmonis. Dengan konsep ini, konser tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga sebagai wadah untuk memperkuat ikatan antar komunitas.
Beberapa musisi ternama berdarah Batak akan tampil dalam acara ini, seperti Osen Hutasoit, Alex Hutajulu, dan Junan Sihotang, serta grup musik Maxima. Selain itu, konser ini akan dipandu oleh Jenda Munthe, seorang komedian, influencer, dan aktor yang dikenal memiliki bakat dalam membangun suasana yang menyenangkan.
Inisiatif dari Seorang Pengusaha Muda
Konser ini diinisiasi oleh Tigana Marbun, seorang pengusaha muda berdarah Batak yang lahir dan besar di Banjarbaru. Menurutnya, selama ini belum pernah ada konser musik Batak yang digelar di kota tersebut meskipun banyak warga asal Sumatera Utara tinggal dan menetap di Kalimantan Selatan.
“Melalui konser ini kami ingin mempererat persatuan dan kebersamaan komunitas Batak kepada masyarakat Kalimantan Selatan. Kami berharap bisa meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap musik dan budaya daerah Indonesia, termasuk lagu-lagu Batak,” ujarnya.
Tigana juga menjelaskan bahwa ikatan persaudaraan warga Batak sangat kuat di Kalimantan Selatan. Warga Batak memiliki perkumpulan yang disebut ‘Punguan’, yang terdiri dari beberapa marga yang saling berkaitan. Saat ini, tercatat sebanyak 47 punguan yang aktif di Banjarbaru, dengan setiap punguan terdiri dari 30 hingga 100 kepala keluarga (KK).
Kehadiran Penonton yang Beragam
Tigana berharap konser ini dapat membawa warna baru dalam kegiatan seni masyarakat, khususnya warga Batak di Banjarbaru dan Kalimantan Selatan secara umum. Penonton yang hadir bukan hanya berasal dari Kalsel, tetapi juga dari wilayah Kalimantan lainnya yang mencintai musik Batak.
“Harapannya masyarakat happy, teman-teman semarga di Banjarbaru bisa saling kenal, dan penonton pulang dengan bahagia. Yang masih jomlo bisa saling kenalan. Lalu juga saya berharap semangat solidaritas masyarakat Batak di Banjarbaru dan sekitarnya terus bertumbuh dan bersatu,” tambahnya.
Perkembangan Musik Batak
Dalam sesi Meet and Greet bersama para bintang tamu dan penggemar, musisi Batak Alex Rudiart Hutajulu mengatakan bahwa perkembangan musik Batak saat ini semakin maju, meski menghadapi persaingan dengan karya-karya musik internasional.

Para penyanyi di konser musik Horas Banjarbaru! bersama Jenda Munthe. Foto: dok Media Gantara
Kemajuan musik Batak ini juga didukung oleh kemudahan akses teknologi digital yang memungkinkan generasi muda menikmati lagu-lagu secara online. Alex berharap konser seperti “Horas Banjarbaru” tidak hanya menjadi kegiatan sesaat, tetapi dapat terus berlanjut sebagai agenda tahunan yang mampu merangkul berbagai kalangan masyarakat.
“Tidak terbatas pada satu komunitas, tetapi merangkul semuanya sehingga memperkuat nilai kebersamaan di Kalimantan Selatan,” pungkas Alex.





