Iwet Ramadhan Menyesal, Billboard “Aku Harus Mati” Bikin Heboh

Penyesalan Produser Film “Aku Harus Mati” atas Polemik Billboard Promosi

Iwet Ramadhan, produser film Aku Harus Mati, menyampaikan penyesalannya atas ketidaknyamanan yang muncul akibat pemasangan billboard promosi filmnya. Sebelumnya, billboard yang dipasang di sejumlah titik di beberapa kota di Indonesia menuai polemik karena menampilkan visual yang menyeramkan. Selain itu, frasa “Aku Harus Mati” yang digunakan sebagai judul juga dikhawatirkan menimbulkan rasa cemas serta memengaruhi emosi dan imajinasi masyarakat, terutama anak-anak.

Dalam wawancara via video call bersama IDN Times, Iwet mengaku langsung mempercepat penurunan billboard promosi film Aku Harus Mati setelah melihat reaksi negatif dari masyarakat. Hal ini juga dilakukan sebagai bagian dari evaluasi mereka.

Iwet Ramadan Sampaikan Penyesalan atas Polemik Billboard Promosi Film Aku Harus Mati



Iwet Ramadhan merasa sangat menyesal atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan dari film Aku Harus Mati, terutama terkait cara film ini diperkenalkan di ruang publik melalui billboard yang dipasang di sejumlah titik di beberapa kota di Indonesia.

“Saya di sini mewakili produser, menyesalkan sekali ketidaknyamanan yang ditimbulkan, khususnya dari bagaimana film ini diperkenalkan di ruang publik,” kata Iwet, Senin (6/4/2026).

Menurut Iwet, pihaknya tidak pernah berniat untuk membuat orang merasa tidak nyaman. Ia pun mengaku terkejut saat mengetahui billboard filmnya menuai reaksi negatif dari masyarakat karena sebelumnya film ini sendiri telah melewati aturan ketat dari Lembaga Sensor Film (LSF).

Percepat Penurunan Billboard sebagai Bahan Evaluasi



Iwet menjelaskan bahwa setelah mengetahui reaksi masyarakat, ia dan tim produksi langsung bergerak cepat untuk menurunkan billboard promosi film mereka pada 4 April 2026 siang. Menurutnya, penurunan ini dilakukan lebih awal dari jadwal semula, yang seharusnya dilakukan pada 5 April 2026, sebagai bahan evaluasi.

“Kami membuat inisiatif untuk menurunkan materi billboard sejak tanggal 4 April. Seharusnya, kalau dari sesuai dengan fase promosi ini harusnya berakhir tanggal 5. Jadi kita percepat satu hari. Jadi, tanggal 4 April siang, itu saya koordinasi dengan semua titik, supaya tanggal 5 sudah bersih.”

Namun, karena billboard dipasang di 36 titik di seluruh Indonesia, proses penurunannya pun juga membutuhkan waktu.

“Titiknya kan ada 36 titik di seluruh Indonesia, itu butuh waktu kan? Dan teman-teman sudah kami instruksikan untuk turunkan. Sehingga tanggal 5, yang kami mau itu semua sudah bersih,” lanjut Iwet.

Apresiasi Pemprov yang Ikut Bergerak Cepat Menurunkan Materi Promosi di Beberapa Titik



Pada waktu yang bersamaan, tepatnya pada 4 April 2026, pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta ternyata juga bergerak menurunkan materi promosi film Aku Harus Mati yang dipasang di tiga lokasi ruang publik, yaitu di Jalan Puri Kembangan dan Jalan Daan Mogot Km 11 (Jembatan Gantung), Jakarta Barat, serta di Pos Polisi Perempatan Harmoni, Jakarta Pusat.

Menanggapi hal tersebut, Iwet mengapresiasi respons cepat dari Pemprov, yang membuatnya menyadari bahwa menangani isu ini membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak.

“Saya juga mau mengucapkan apresiasi terhadap Pemprov yang merespon dengan sangat cepat kejadian ini, sehingga kami sadar bahwa ini butuh kerjasama dari berbagai macam pihak untuk mengatasi isu ini,” pungkasnya.

Langkah-Langkah yang Diambil Setelah Polemik

Setelah munculnya reaksi negatif dari masyarakat, Iwet dan tim produksi melakukan langkah-langkah strategis untuk menangani situasi tersebut. Salah satunya adalah mempercepat penurunan billboard promosi film yang seharusnya berlangsung hingga 5 April 2026. Mereka juga memberikan instruksi kepada seluruh titik pemasangan billboard agar segera menurunkannya sebelum tanggal 5.

Selain itu, Iwet mengakui bahwa adanya respons cepat dari pihak Pemprov DKI Jakarta menjadi salah satu faktor penting dalam pengambilan keputusan tersebut. Ia menyadari bahwa menangani isu seperti ini memerlukan kolaborasi lintas pihak, termasuk pemerintah, media, dan masyarakat.

Kesimpulan

Film Aku Harus Mati yang diproduksi oleh Iwet Ramadhan mendapat perhatian besar dari masyarakat, tetapi juga mengundang kontroversi karena promosi yang dianggap kurang tepat. Dengan penurunan billboard yang dipercepat dan respons dari berbagai pihak, produser film ini menunjukkan komitmen untuk terus memperbaiki pendekatan promosi film agar tidak menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat.

Pos terkait