Latar Belakang dan Profil Nus Kei
Nus Kei, yang juga dikenal dengan nama Agrapinus Rumatora, adalah seorang tokoh politik yang menjabat sebagai Ketua DPC Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara. Ia tercatat aktif dalam kepengurusan partai politik di tingkat kabupaten dan kota. Gelar akademik yang dimilikinya adalah Drs., singkatan dari Doktorandus, gelar akademik lama di Indonesia yang biasanya diberikan kepada laki-laki yang lulus pendidikan sarjana (S1), terutama di bidang ilmu sosial, ekonomi, atau humaniora.
Nus Kei juga pernah menjadi Bakal Bupati Maluku Tenggara periode 2024–2029. Selain itu, ia memiliki hubungan keluarga dengan John Kei, tokoh preman asal Maluku Tenggara yang dikenal sebagai pemimpin kelompok preman di Jakarta. Nus Kei dan John Kei saling bersaudara atau satu keluarga, seperti yang disampaikan oleh Nus Kei sendiri dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi.
Sebelum tewas, Nus Kei sempat mengalami serangan dari kelompok John Kei beberapa tahun lalu. Saat itu, rumahnya di Cluster Australia Green Lake City, Cipondoh, Tangerang, diserang oleh segerombolan orang dari kelompok John Kei. Akibat penyerangan tersebut, satu orang tewas setelah dibacok. Korban tewas adalah Yustus Corwing Rahakbau. Polisi kemudian meringkus 30 orang pelaku penyerangan dan mereka ditetapkan sebagai tersangka. John Kei juga menjadi tersangka setelah polisi mengantongi bukti bahwa ada perintah dari John Kei untuk membunuh Nus Kei.
Kehidupan Keluarga dan Kedekatan dengan Putrinya
Nus Kei memiliki putri yang juga mengikuti jejaknya sebagai politisi Partai Golkar, yaitu Desly Claudya Rumatora. Desly Claudya Rumatora pernah mencalonkan diri sebagai Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Maluku Tenggara. Ia lahir di Ambon dan pernah menempuh pendidikan di SMK BPS dan K II Bekasi, serta melanjutkan studinya di Universitas Prof. Dr Moestopo (Beragaman).
Sebelum terjun ke dunia politik, Desly pernah bekerja di sejumlah perusahaan. Ia juga pernah bergabung dalam organisasi PP AMPG dan AMPI Jakarta. Kedekatan antara Nus Kei dan Desly sangat terlihat dalam media sosial. Dalam akun Instagram @golkar_maluku_tenggara, Nus Kei pernah mengucapkan selamat ulang tahun kepada putrinya pada tanggal 5 Desember 2022.
Kematian Nus Kei
Nus Kei dikabarkan tewas usai ditikam di area pintu keluar Bandara Karel Sadsuitubun Ibra, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara, Minggu (19/4/2026) sekira pukul 11.25 WIT. Dua jam setelah kejadian, Polres Maluku Tenggara menangkap dua terduga pelaku yakni Hendrikus Rahayaan (HR) alias Hendra dan Finansius Ulukyanan (FU) alias Finis. Hendrikus Rahayaan diketahui adalah atlet Mixed Martial Arts.
Keterkaitan dengan John Kei
Kematian Nus Kei tidak lepas dari hubungan keluarganya dengan John Kei. Beberapa tahun sebelum kejadian ini, Nus Kei pernah nyaris dibunuh oleh keponakannya sendiri, John Kei. Penyerangan terhadap rumah Nus Kei di Tangerang dilakukan oleh kelompok John Kei, yang menyebabkan satu korban tewas. Aksi brutal ini dipicu oleh ketidakpuasan John Kei terhadap hasil pembagian penjualan tanah. Kapolda Metro Jaya saat itu, Irjen Nana Sudjana, menyatakan bahwa aksi penganiayaan dan penyerangan oleh kelompok John Kei merupakan bentuk premanisme yang sangat brutal.






