Kanker Usus Besar pada Usia Muda Terungkap dari Kebiasaan Sejak Kecil

JAKARTA — Kanker usus besar kini tidak lagi hanya menjadi ancaman bagi kalangan lansia. Semakin banyak kasus ditemukan pada generasi muda, yang sering kali tidak menyadari adanya penyakit hingga memasuki tahap lanjut. Kondisi ini terjadi karena gejala awalnya seringkali tidak jelas atau bahkan tidak ada sama sekali.

Data menunjukkan bahwa insiden kanker usus besar pada orang di bawah usia 50 tahun telah meningkat dua kali lipat dalam 20 tahun terakhir. Fenomena ini mengejutkan karena sebagian besar penderitanya tidak memiliki riwayat keluarga atau faktor risiko klasik seperti obesitas berat.

Sebuah studi internasional yang dipublikasikan dalam jurnal Nature dari University of California at San Diego (USA) mengungkap kemungkinan penyebab baru, yakni paparan toksin bakteri bernama colibactin sejak masa kanak-kanak. Penelitian ini menunjukkan bahwa paparan dini terhadap colibactin dapat meninggalkan jejak mutasi pada DNA yang memicu kanker usus besar lebih cepat.

Colibactin dihasilkan oleh jenis tertentu bakteri Escherichia coli yang hidup di usus. Penelitian menemukan bahwa toksin ini mampu merusak DNA sel usus dan memicu mutasi sejak usia sangat muda, bahkan sebelum pubertas. Para peneliti menganalisis hampir seribu genom pasien kanker usus besar dari berbagai negara. Hasilnya, jejak mutasi akibat colibactin ditemukan jauh lebih sering pada pasien usia muda dibandingkan usia lanjut.

“Mutasi ini seperti catatan sejarah dalam DNA, jika kerusakan terjadi sejak usia 10 tahun, kanker bisa muncul puluhan tahun lebih awal dari seharusnya,” ujar Ludmil Alexandrov, peneliti dari University of California, San Diego.

Masalah utamanya adalah kanker usus besar sering tidak menunjukkan tanda-tanda jelas pada tahap awal. Gejala biasanya baru terasa saat penyakit sudah berkembang, sehingga deteksi dini menjadi tantangan besar. Berikut beberapa gejala kanker usus besar yang perlu diwaspadai dalam kehidupan sehari-hari:

  • Perubahan kebiasaan buang air besar, seperti diare atau sembelit yang tidak biasa
  • Rasa buang air besar tidak tuntas meski sudah ke toilet
  • Tinja mengandung darah, baik merah terang maupun gelap
  • Bentuk tinja menjadi lebih kecil atau lebih sempit dari biasanya
  • Perut sering kembung, kram, atau terasa penuh
  • Mudah lelah tanpa sebab yang jelas
  • Penurunan berat badan secara tiba-tiba

Para ahli menekankan pentingnya kesadaran sejak dini, terutama pada generasi muda. Pemeriksaan rutin dan perhatian terhadap perubahan tubuh menjadi langkah penting untuk mencegah keterlambatan diagnosis. Temuan ini menunjukkan bahwa kanker di usia dewasa bisa berawal dari paparan lingkungan dan bakteri sejak masa kanak-kanak, jauh sebelum gejala apa pun muncul. Dengan peningkatan kesadaran akan risiko ini, masyarakat dapat lebih waspada dan melakukan pencegahan lebih dini.

Pos terkait