KASONGAN,
Kebakaran besar terjadi di kawasan kompleks Pasar Kasongan, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah (Kalteng), pada malam hari Minggu (25/1/2026). Peristiwa tersebut menyebabkan 15 rumah dan dua sekolah hangus terbakar. Sebagai respons, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat segera membangun tenda darurat untuk menampung warga yang terdampak.
Menurut Kepala BPBD Kabupaten Katingan, Markus, penyebab kebakaran diduga berasal dari korsleting listrik di salah satu rumah. Api kemudian cepat menyebar dan menghanguskan 15 rumah serta dua bangunan sekolah, yaitu Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN).
“Bangunan yang terbakar mencakup 15 rumah dan dua sekolah, MTs serta MIN,” ujar Markus saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (26/1/2026).
Markus menjelaskan bahwa kebakaran terjadi pada pukul 21.45 WIB. Proses pemadaman berlangsung selama beberapa jam hingga dini hari Senin. “Api padam sekitar pukul 01.00 dini hari, tetapi masih ada api kecil dan asap yang tersisa. Saat ini sedang dilakukan pendinginan,” katanya.
Tenda Darurat untuk Mengungsi
Untuk menangani situasi darurat, BPBD Katingan segera memasang tenda darurat sebagai tempat pengungsian bagi warga yang terdampak. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Meskipun tenda darurat telah disiapkan, Markus menyatakan bahwa saat ini belum ada warga yang mengungsi karena mayoritas dari mereka tinggal di tempat keluarga saat kejadian.
“Tidak ada korban meninggal, semua selamat. Saat ini, warga belum ada yang diungsikan karena kebanyakan tinggal di tempat keluarga dan mungkin ada yang menyewa barak,” tambahnya.
Hingga Senin pagi, pihak BPBD masih melakukan pendataan terhadap jumlah warga yang terdampak. “Untuk data korban belum kami dapatkan, hanya informasi tentang bangunan yang terbakar, yaitu 15 rumah dan dua sekolah,” jelas Markus.
Faktor Penyebab Kebakaran
Berdasarkan penjelasan dari Markus, penyebab utama kebakaran diduga berasal dari korsleting listrik. Hal ini menunjukkan pentingnya pemeliharaan infrastruktur listrik di kawasan permukiman padat penduduk seperti Pasar Kasongan.
- Korsleting listrik bisa terjadi akibat kabel yang usang atau instalasi yang tidak sesuai standar.
- Di daerah dengan populasi padat, risiko kebakaran semakin tinggi jika tidak dilakukan pemeriksaan rutin.
Dampak Terhadap Sekolah
Dua sekolah yang terbakar adalah MTs dan MIN, yang merupakan lembaga pendidikan dasar dan menengah. Kebakaran ini tentu memberikan dampak serius terhadap proses belajar mengajar.
- Kedua sekolah tersebut akan membutuhkan waktu lama untuk diperbaiki atau dibangun ulang.
- Siswa dan guru harus mencari alternatif tempat belajar sementara hingga kondisi pulih.
Upaya Pemadam Kebakaran
Proses pemadaman kebakaran memakan waktu cukup lama. Tim pemadam kebakaran bekerja keras untuk mengendalikan api sebelum akhirnya berhasil memadamkannya.
- Pemadaman memakan waktu beberapa jam hingga dini hari.
- Setelah api padam, masih ada sisa asap dan api kecil yang perlu dipadamkan.
- Proses pendinginan dilakukan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa.
Kesiapan BPBD dalam Menghadapi Bencana
BPBD Katingan menunjukkan respons cepat dengan segera membangun tenda darurat. Meski tidak ada korban jiwa, langkah-langkah pencegahan dan tanggap darurat sangat penting untuk menghindari kejadian serupa di masa depan.
- Persiapan tenda darurat menjadi langkah penting dalam menghadapi bencana.
- Koordinasi antara BPBD dan pihak lain sangat diperlukan untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi.
Dalam situasi seperti ini, masyarakat juga perlu lebih waspada dan menjaga lingkungan sekitar. Dengan kesadaran akan risiko kebakaran, setiap individu dapat berkontribusi dalam mencegah terjadinya bencana.






