Keluar Zona Nyaman, Maudy Koesnaedi Nikmati Musikal Paling Ringan dan Menyenangkan di Bukan Cinta Galih/Ratna

Maudy Koesnaedi Bermain dalam Drama Musikal yang Berbeda dari Biasanya



Aktris ternama Maudy Koesnaedi kembali menunjukkan kepiawaiannya di panggung teater dengan ikut serta dalam pertunjukan drama musikal Bukan Cinta Galih/Ratna. Dalam produksi ini, ia memerankan peran Wulan Dewasa, seorang sahabat dekat dari tokoh utama Ratna dan Lili. Peran ini menjadi bagian dari dua fase kehidupan karakter-karakter tersebut, yaitu masa muda dan masa dewasa.

Pengalaman bermain bersama para pemain muda memberikan kesan tersendiri bagi Maudy. Ia mengaku merasa nyaman dan menikmati proses kreatif yang terjadi selama pementasan. Menurutnya, suasana di Teater Abang None sangat ramah karena sebagian besar pemainnya adalah anak-anak muda. Hal ini membuatnya tidak merasa aneh atau tidak nyaman saat berada di tengah-tengah mereka.

“Senang banget sih, karena memang di Teater Abang None juga kan sebagian besar semua juga anak-anak muda. Jadi buat aku nggak sesuatu yang aneh gitu, dan menyenangkan. Kebetulan juga para juniornya di sini juga termasuk yang manis-manis gitu lho,” ujarnya saat berada di kawasan Cikini, Jakarta Pusat pada Jumat (6/2/2026).

Tantangan Baru dalam Peran yang Berbeda

Maudy mengatakan bahwa peran dalam drama musikal ini sangat berbeda dari karakter-karakter yang biasa ia mainkan sebelumnya. Nuansa cerita yang lebih ringan dan dinamis menjadi tantangan baru baginya. Ia menjelaskan bahwa selama ini, ia lebih sering memerankan tokoh-tokoh yang lebih serius, seperti Dewi Kunti atau tokoh-tokoh dari Garut.

“Sebenarnya buat aku agak berbeda. Selama ini kalau aku di panggung teater kan ya kalau nggak wayang orang jadi Dewi Kunti lagi, terus monolog misalnya pahlawan-pahlawan, terakhir kan jadi Nyai Ageng Serang lah, jadi Ibu Lasminingrat dari Garut, tokoh-tokoh gitu lho yang lumayan cukup serius gitu,” jelasnya.

Di Bukan Cinta Galih/Ratna, Maudy harus tampil dalam konsep yang lebih modern. Ia bahkan harus melakukan tarian dan adegan penuh lagu, yang sebelumnya belum pernah ia coba dalam musikal lain.

“Terus di Bukan Musikal Cinta Galih/Ratna ini tuh tiba-tiba aku yang mesti nari-nari gitu lho. Yang choreo gitu, yang beneran full lagu tuh yang aku nggak pernah, nggak pernah sih musikal yang ikutan nari-nari banget gitu,” tambahnya.

Perbedaan antara Tradisional dan Modern

Maudy juga membandingkan konsep musikal ini dengan pertunjukan tradisional yang pernah ia jalani. Ia menjelaskan bahwa wayang orang memiliki tarian Jawa dan dialog yang menggunakan bahasa Jawa atau Indonesia, serta cerita yang kaya akan tradisi.

“Nah ini tuh nge-pop banget gitu lho. Jadi buat aku tuh kayak pertama kali terus aku yang, ‘Wow, aku nari nih!’ Gitu tuh kayak bisa nggak ya?” katanya.

Kendala Waktu Latihan

Meskipun pengalaman ini sangat menyenangkan, Maudy juga menghadapi kendala waktu latihan. Kesibukan keluarga membuatnya harus absen cukup lama di akhir tahun. Ia mengatakan bahwa jadwal di akhir tahun seringkali mengharuskannya pulang kampung untuk mendampingi keluarga suaminya.

“Dan memang kemarin juga terbenturnya karena jadwal di akhir tahun aku biasanya pulang kampung mendampingi keluarga suamiku, jadi absen latihan sebulan tuh. Jadi pulang-pulang udah Januari udah tinggal bentar, tiba-tiba udah mau pentas. Jadi lumayan ngejar choreo sama tambahan-tambahan adegan,” tuturnya.

Pengalaman yang Mengesankan

Meski ada tantangan, Maudy justru merasa puas dengan pengalaman barunya ini. Ia menyebut musikal ini sebagai pengalaman pertama yang sangat menyenangkan dan berbeda dari biasanya.

“Ini malah jadi buat aku jadi kayak pengalaman musikal pertama yang fun banget ya menurut aku. Karena biasanya serius terus gitu,” lanjutnya.

Kepercayaan pada Dunia Panggung

Kecintaannya pada dunia panggung membuat Maudy selalu terbuka terhadap berbagai bentuk pementasan. Ia menikmati setiap proses, apa pun genre dan konsepnya.

“Aku selalu seneng sih diajak keterlibatan dalam pementasan dalam bentuk apa pun. Maksudnya mau monolog, mau wayangan, mau apa pun aku tuh seneng gitu sebenarnya karena emang menikmati panggung banget gitu ya,” ujarnya.

Eksplorasi Baru dalam Drama Musikal

Drama musikal Bukan Cinta Galih/Ratna menjadi ruang eksplorasi baru bagi Maudy. Pertunjukan ini memberinya kesempatan untuk tampil lebih bebas dan berbeda. Ia menyebutkan bahwa ada adegan disko yang membuatnya merasa lebih ringan dan santai.

“Cuman yang di sini tuh kayak beda gitu, light, ringan, terus ada adegan disko gitu. Terus kayak aku bisa, ‘Hore, aku bisa menjadi bukan diriku sendiri gitu!’. Aku berusaha keluar seperti yang bukan Zaenab, bukan Maudy, bukan apa pun yang selama ini pernah aku jalanin gitu,” tutupnya.

Pos terkait