Keselamatan Kerja & Permit to Work: DSLNG di Teknik Untad

Mengupas Tuntas Implementasi “Permit To Work” untuk Pekerjaan Berisiko Tinggi di Fakultas Teknik Untad

PALU – Fakultas Teknik Universitas Tadulako (Untad) pada Rabu, 11 Februari 2026, menjadi saksi pelaksanaan kegiatan “PT Donggi Senoro LNG (DSLNG) Goes To Campus” untuk pertama kalinya di lingkungan fakultas tersebut. Acara yang bertema “Implementasi Permit To Work (PTW) Pada Pekerjaan Berisiko Tinggi” ini bertujuan untuk membekali para mahasiswa dan dosen dengan pemahaman mendalam mengenai keselamatan kerja, khususnya dalam konteks pekerjaan yang memiliki tingkat risiko tinggi.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.10 Wita ini bertempat di aula Fakultas Teknik Untad, Jalan Sukarno Hatta, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu. Antusiasme terlihat jelas dari partisipasi sekitar 100 peserta yang didominasi oleh mahasiswa Teknik angkatan 2025 dari berbagai jurusan. Kehadiran para dosen turut menambah bobot akademis dalam diskusi yang berlangsung.

Sesi kuliah umum yang berlangsung kurang lebih selama satu jam ini menghadirkan narasumber terkemuka, yaitu Ahmad Sulaiman, Safety Superintendent PT Donggi Senoro LNG. Beliau memaparkan materi yang mencakup pengenalan konsep Permit To Work (PTW) dan signifikansinya dalam operasional perusahaan, terutama yang bergerak di sektor minyak dan gas.

Apa Itu Permit To Work (PTW) dan Mengapa Penting?

Permit To Work (PTW) merupakan sebuah sistem formal yang dirancang untuk mengendalikan pekerjaan yang berpotensi berbahaya. Sistem ini memastikan bahwa sebelum pekerjaan berisiko tinggi dimulai, semua langkah pencegahan yang diperlukan telah diidentifikasi, dievaluasi, dan diterapkan secara memadai. PTW berfungsi sebagai izin tertulis yang mengotorisasi pelaksanaan suatu tugas tertentu, dengan syarat-syarat keselamatan yang harus dipenuhi.

Dalam presentasinya, Ahmad Sulaiman menjelaskan bahwa PTW bukan sekadar dokumen administratif, melainkan sebuah instrumen krusial dalam mencegah terjadinya insiden dan kecelakaan kerja. Ia menggarisbawahi bahwa implementasi PTW yang efektif dapat secara signifikan menekan potensi bahaya di tempat kerja, terutama di lingkungan industri yang kompleks seperti minyak dan gas.

Beberapa poin penting mengenai PTW yang dibahas antara lain:

  • Identifikasi Bahaya: Proses awal dalam setiap pengajuan PTW adalah identifikasi menyeluruh terhadap potensi bahaya yang terkait dengan pekerjaan yang akan dilakukan.
  • Penilaian Risiko: Setelah bahaya teridentifikasi, dilakukan penilaian tingkat risiko untuk menentukan langkah-langkah pengendalian yang paling sesuai.
  • Prosedur Keselamatan: PTW merinci prosedur keselamatan spesifik yang harus diikuti oleh para pekerja, termasuk penggunaan alat pelindung diri (APD), isolasi energi, dan prosedur darurat.
  • Otorisasi: Hanya personel yang berwenang yang dapat mengeluarkan dan menyetujui PTW, memastikan bahwa semua persyaratan telah terpenuhi sebelum pekerjaan dimulai.
  • Komunikasi: PTW memfasilitasi komunikasi yang jelas antara pihak yang meminta pekerjaan, pihak yang melaksanakan, dan pihak yang bertanggung jawab atas keselamatan.

Mencegah Kecelakaan Melalui Pembelajaran Visual

Untuk memberikan gambaran yang lebih nyata mengenai dampak kecelakaan kerja dan pentingnya kepatuhan terhadap prosedur keselamatan, PT Donggi Senoro LNG juga menampilkan tayangan video dokumenter. Video ini secara gamblang memperlihatkan berbagai skenario kecelakaan yang dapat terjadi di industri minyak dan gas, serta konsekuensi yang ditimbulkannya. Melalui visualisasi ini, diharapkan para peserta dapat lebih meresapi betapa vitalnya peran PTW dalam menjaga keselamatan diri sendiri dan rekan kerja.

Ahmad Sulaiman juga berbagi strategi dan praktik terbaik yang diterapkan oleh PT Donggi Senoro LNG dalam upaya menekan angka kecelakaan kerja. Diskusi ini mencakup berbagai aspek, mulai dari pelatihan karyawan, pemeliharaan peralatan, hingga budaya keselamatan yang kuat di dalam perusahaan.

Langkah Baru Fakultas Teknik dalam Keselamatan Industri

Fakultas Teknik Untad mencatat sejarah baru dengan diadakannya kuliah umum bertema keselamatan kerja ini. Sebelumnya, kegiatan serupa telah sukses dilaksanakan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, menunjukkan komitmen universitas untuk menyebarkan kesadaran keselamatan ke berbagai disiplin ilmu. Keputusan untuk menggelar acara ini di Fakultas Teknik sangat relevan, mengingat lulusan dari fakultas ini akan memasuki dunia kerja di berbagai sektor industri yang seringkali melibatkan pekerjaan berisiko tinggi.

Partisipasi aktif dari mahasiswa dan dosen dalam sesi tanya jawab menunjukkan antusiasme untuk belajar dan memahami lebih dalam tentang bagaimana dunia industri mengelola risiko. Kuliah umum ini tidak hanya memberikan pengetahuan teoritis, tetapi juga wawasan praktis yang sangat berharga bagi para calon insinyur dan profesional di masa depan. Diharapkan, pengalaman ini akan membekali mereka dengan kesadaran keselamatan yang tinggi, menjadikan mereka agen perubahan positif dalam budaya keselamatan di tempat kerja masing-masing kelak.

Pos terkait