Pembukaan Rute Penerbangan Baru Biak–Sorong
Maskapai Lion Air Group resmi mengumumkan pembukaan rute penerbangan baru antara Biak dan Sorong yang akan beroperasi secara pulang pergi mulai 9 Maret 2026. Rute ini diharapkan menjadi solusi untuk meningkatkan akses transportasi udara di wilayah Kabupaten Biak Numfor, sekaligus mendukung pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi daerah.
Bupati Biak Numfor, Markus Mansnembra menyampaikan bahwa pembukaan rute Biak–Sorong merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan masyarakat terhadap akses transportasi udara. Ia menekankan bahwa selama ini, keterbatasan penerbangan langsung menjadi kendala bagi warga dan juga memengaruhi pertumbuhan sektor pariwisata.
“Konektivitas udara menjadi kunci penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.
Menurut Bupati, Sorong dikenal sebagai pintu masuk utama wisatawan menuju Raja Ampat. Dengan adanya penerbangan langsung ke Biak, pemerintah daerah berharap arus kunjungan wisatawan dapat diperluas dan tidak hanya terfokus di Raja Ampat, tetapi juga bisa mengunjungi objek wisata yang ada di Biak.
Selain itu, Bupati menjelaskan bahwa hasil survei dan kajian pengembangan pariwisata yang dilakukan oleh Bank Indonesia serta lembaga terpercaya menunjukkan bahwa sekitar 76 persen wisatawan yang berkunjung ke Raja Ampat menyatakan minat untuk melanjutkan perjalanan ke Biak. Namun, keterbatasan penerbangan langsung selama ini menjadi hambatan utama.
“Karena itu, pemerintah daerah secara aktif mendorong dan mendukung pembukaan rute Biak–Sorong pulang pergi agar potensi pariwisata dan ekonomi daerah dapat berkembang secara optimal,” tambahnya.
Pembukaan rute ini juga diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat, mempercepat distribusi barang dan jasa, serta membuka peluang investasi baru di Kabupaten Biak Numfor.
Rincian Penerbangan dan Jadwal
Manajer Lion Air, Masri menyampaikan bahwa pembukaan rute Biak–Sorong merupakan tindak lanjut dari dukungan pemerintah daerah yang kemudian direspons oleh Lion Air Group. Penerbangan akan mulai beroperasi pada 9 Maret 2026 dengan frekuensi dua kali dalam seminggu, yakni setiap hari Senin dan Jumat.
Pesawat yang digunakan adalah Wings Air tipe ATR 72-500 dengan kapasitas 72 penumpang dan waktu tempuh penerbangan sekitar 1 jam 40 menit. Tiket penerbangan dapat dibeli melalui agen tiket resmi maupun aplikasi penjualan tiket daring.
Masri menambahkan bahwa rute Biak–Sorong juga telah terkoneksi dengan sejumlah tujuan lanjutan melalui Sorong, seperti Jayapura, Makassar, Manado, dan Ambon. Pihak Lion Air berharap dukungan dari pemerintah daerah dan masyarakat agar penerbangan ini dapat berjalan secara berkelanjutan.
Akses Menuju Kabupaten Biak Numfor
Kabupaten Biak Numfor merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Papua. Untuk bisa sampai ke Kabupaten ini, pilihan utamanya adalah menggunakan pesawat terbang melalui Bandar Udara Frans Kaisiepo yang terhubung dari kota-kota besar seperti Jayapura, Makassar, Jakarta, dan Surabaya.
Pilihan lainnya adalah laut dengan menggunakan kapal PELNI atau feri, yang memakan waktu lebih lama namun lebih ekonomis, dengan rute dari Jayapura, Nabire, atau bahkan langsung dari Jakarta atau Surabaya.
Bandar Udara Frans Kaisiepo Biak adalah salah satu bandara tertua di Indonesia, dengan runway sepanjang 3.571 meter yang mampu menampung pesawat berbadan lebar dan kargo besar. Pengelolaan bandara ini berada di bawah PT Angkasa Pura I.
Bandara ini merupakan salah satu pintu gerbang Papua yang menjadi pusat penerbangan dengan rute domestik ke Jayapura, Makassar, Jakarta, dan Surabaya serta penerbangan Internasional setelah ditetapkan kembali menjadi Bandara Internasional oleh Kementrian Perhubungan RI pada tahun 2025.






