Menanamkan Jiwa Kepemimpinan dan Budaya Bangsa: SMA Negeri 3 Yogyakarta Gelar Kuliah Kebangsaan Bersama Sri Sultan HB X
Sebuah inisiatif pendidikan yang luar biasa akan segera diselenggarakan oleh SMA Negeri 3 Yogyakarta, yang dikenal dengan sebutan Padmanaba. Program bertajuk “Kuliah Kebangsaan” ini dirancang khusus untuk para pelajar se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Fokus utama dari kegiatan ini adalah menyoroti rekam jejak kepemimpinan Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X yang telah teruji selama lebih dari tiga dekade. Lebih dari sekadar transfer pengetahuan, program ini merupakan bagian integral dari upaya pelestarian filosofi dan budaya Yogyakarta dalam kehidupan sehari-hari, khususnya melalui jalur pendidikan formal.
Gagasan mulia ini mendapatkan dukungan penuh dan restu langsung dari Sri Sultan HB X. Dukungan ini diberikan saat beliau menerima perwakilan Pengurus Keluarga Besar Alumni SMA Negeri 3 Yogyakarta, atau yang lebih akrab disapa Padmanaba, di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, pada Selasa, 10 Februari 2026. Pertemuan tersebut menjadi sebuah momentum krusial dalam merajut jembatan komunikasi nilai-nilai luhur antara figur pemimpin senior dan generasi muda yang saat ini dikenal sebagai Generasi Z.
Ketua Dewan Pembina Keluarga Besar Alumni SMA Negeri 3 Yogyakarta, Hendri Saparini, menjelaskan bahwa program ini merupakan manifestasi dari komitmen alumni Padmanaba untuk menjaga dan menyebarkan warisan budaya serta filosofi Yogyakarta. “Pertemuan ini membahas rencana alumni Padmanaba dalam menginisiasi program nguri-uri budaya Jogjakarta,” ungkap Hendri. Ia menambahkan, “Mulanya, pertemuan itu membahas terkait serangkaian acara peringatan ulang tahun SMA Negeri 3 Jogja pada 19 September. Perwakilan keluarga besar alumni Padmanaba itu meminta izin Ngarsa Dalem agar menyampaikan secara langsung kuliah kebangsaan yang tujuannya untuk nguri-uri budaya tersebut.”
Arahan Strategis Sri Sultan HB X untuk Pendidikan yang Inklusif
Meskipun inisiatif awal berasal dari alumni Padmanaba, Sri Sultan HB X tidak hanya memberikan izin, tetapi juga memberikan arahan strategis yang sangat penting. Beliau menginginkan agar dampak dari Kuliah Kebangsaan ini tidak bersifat eksklusif, melainkan dapat menjangkau seluruh lapisan pelajar di DIY. Sri Sultan HB X menekankan pentingnya nilai-nilai kepemimpinan dan karakter yang akan dibahas agar dapat diakses dan diserap oleh seluruh siswa SMA dan SMK di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.
Hendri Saparini menegaskan bahwa SMA Negeri 3 Yogyakarta memiliki ambisi untuk menjadi pionir dalam gerakan penyebarluasan nilai-nilai kepemimpinan yang telah dicontohkan oleh Sri Sultan HB X. Nilai-nilai ini relevan baik dalam kapasitas beliau sebagai Raja Keraton Yogyakarta maupun sebagai Gubernur DIY. “SMAN 3 ingin menjadi inisiator yang pertama menyebarluaskan nilai-nilai yang dimiliki oleh Ngarsa Dalem di dalam kepemimpinannya maupun di dalam kehidupan sehari-harinya. Tujuan dari kuliah kebangsaan tersebut salah satunya untuk membangun karakter anak muda saat ini,” papar Hendri. Ia melanjutkan, “Bahkan, tak hanya di Padmanaba, HB X juga menginginkan program seperti itu dilakukan di seluruh SMA/SMK DIY. Bersama Ngarsa Dalem, kami sudah sepakat akan ada kuliah kebangsaan.”
Menuju Kuliah Umum yang Inklusif dan Bermakna
Dalam aspek teknis pelaksanaannya, Kuliah Kebangsaan ini akan dirancang dengan pendekatan yang sangat inklusif. Panitia memiliki rencana matang untuk membuka akses seluas-luasnya agar para pelajar dari berbagai penjuru DIY dapat berpartisipasi dan berinteraksi secara langsung dengan narasumber yang dihadirkan.
Harapannya, pengalaman panjang Sri Sultan HB X yang telah naik takhta sejak 7 Maret 1989 dan memimpin pemerintahan DIY sejak tahun 1998, dapat menjadi sumber rujukan moral dan inspirasi yang kuat bagi kaum muda. “Dalam pelaksanaannya besok, kuliah umum itu rencananya akan dibuka secara umum. Supaya semua pelajar di DIY yang ingin ikut bisa datang. Ia berharap nilai-nilai kepemimpinan dari HB X bisa diserap oleh mereka,” tambah Hendri.
Rangkaian kegiatan peringatan ulang tahun Padmanaba sendiri dijadwalkan akan dimulai pada bulan Juli 2026. Namun, untuk sesi Kuliah Kebangsaan yang menjadi fokus utama, panitia telah mempertimbangkan waktu yang dianggap paling strategis untuk membangkitkan semangat patriotisme dan kebangsaan para siswa, yaitu di sekitar momen perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. “Rangkaian peringatan ulang tahun Padmanaba ini rencananya akan dimulai sejak Juli 2026. Namun untuk kuliah kebangsaan Ngarsa Dalem ini rencananya akan kami gelar berdekatan dengan perayaan kemerdekaan RI,” imbuhnya.
Pendekatan Budaya yang Adaptif dan Menarik bagi Generasi Muda
Tidak hanya melalui forum akademik, penanaman nilai-nilai budaya juga akan dikemas dalam format yang lebih menarik dan bervariasi, salah satunya melalui pertunjukan seni. Alumni Padmanaba berencana mengajak para siswa untuk turut menyaksikan Sendratari Ramayana yang legendaris di Candi Prambanan.
Hendri menekankan pentingnya pendekatan budaya yang mampu beradaptasi dengan pesatnya kemajuan zaman agar tetap relevan dan diminati oleh generasi muda. “Selain kuliah kebangsaan bersama Sri Sultan Hamengku Bawono X, Padmanaba juga berencana mengadakan kegiatan nonton bareng Sendratari Ramayana di Prambanan sebagai bagian dari nguri-uri kebudayaan,” jelasnya. Ia menambahkan, “Nonton bareng ini juga bisa diikuti oleh SMA-SMA lain. Dan kami berharap karena saat ini sudah era teknologi, nanti akan ada pertunjukan yang jauh lebih bagus dan menarik untuk menghibur dan mengedukasi anak muda kita.”
Melalui kombinasi dialog inspiratif, pembelajaran kepemimpinan dari figur teladan, dan pengalaman budaya yang otentik, Kuliah Kebangsaan ini diharapkan dapat menumbuhkan generasi muda yang berkarakter kuat, berbudaya luhur, dan memiliki kesadaran kebangsaan yang tinggi, siap menghadapi tantangan masa depan.






