Nero Panen Berkah Jadi Tukang Ojek Gerobak Saat Banjir, Harga Sewa Rp20 Ribu

Tukang Ojek Gerobak di Wilayah Ciasem, Jawa Barat

Di tengah bencana banjir yang melanda wilayah Ciasem, Kabupaten Subang, Jawa Barat, seorang warga bernama Nero dan tujuh temannya memanfaatkan situasi tersebut dengan membuka jasa ojek gerobak. Mereka memberikan layanan untuk menyeberangkan kendaraan roda dua yang terjebak di genangan air setinggi satu meter.

Layanan Ojek Gerobak yang Bermanfaat

Nero dan rekan-rekannya menyediakan jasa ojek gerobak tanpa menetapkan tarif tetap. Pengguna jasa diberi kebebasan untuk memberikan uang sesuai kesadaran mereka. Dari pengalaman yang dilaporkan, harga yang diberikan berkisar antara Rp 5.000 hingga Rp 20.000 per kali penyeberangan.

“Kita penyedia jasa ojek gerobak, dari awal niat kita membantu masyarakat. Maka dari itu kita tak mematok tarif, tapi seikhlasnya diberi sama pengguna jasa saja,” ujar Nero.

Dalam sehari, Nero mengaku bisa mendapatkan pendapatan antara Rp 70.000 hingga Rp 100.000 per orang. Pendapatan ini tentu sangat berarti bagi dirinya dan rekan-rekannya dalam situasi seperti ini.

Bantuan yang Disambut Baik oleh Warga

Warga setempat banyak yang merasa terbantu dengan adanya layanan ojek gerobak ini. Mereka dapat menghemat waktu dan tenaga karena tidak harus menerobos genangan air yang cukup dalam. Selain itu, banyak pengendara motor yang tidak berani menerobos karena khawatir motornya mogok.

“Saya tidak berani nekat menerobos karena banjirnya tinggi sekali, takut motor mogok. Ya mending pakai jasa ojek gerobak ini bisa membantu menyeberang banjir. Dan ongkosnya juga gak ditarif tapi seikhlasnya seperti tadi saya ngasih Rp 20.000,” kata Windy Ismayanti, salah satu warga setempat.

Proses Penyeberangan yang Efisien

Untuk melakukan penyeberangan, Nero dan timnya menggunakan gerobak dengan roda kecil yang di atasnya ditempatkan papan kayu. Sepeda motor akan diangkut bersama pengendaranya dengan gerobak lalu didorong melewati genangan air.

“Yang diangkut tak hanya sepeda motornya, pengendaranya pun bisa diangkut sekalian di atas gerobak bersama sepeda motornya,” tambah Nero.

Genangan air yang ada di sekitar jembatan perbatasan Desa Ciasem Tengah dengan Desa Dukuh mencapai ketinggian sekitar 100 sentimeter atau sepinggang orang dewasa. Kondisi ini membuat banyak kendaraan roda dua mogok akibat nekat menerjang genangan air.

Harapan Nero dan Rekan-Rekannya

Meskipun layanan ojek gerobak ini memberikan rejeki bagi Nero dan rekan-rekannya, mereka tetap berharap banjir di wilayah Ciasem segera surut. Dengan demikian, aktivitas masyarakat dapat kembali normal seperti biasanya.

“Walaupun banjir ini bawa berkah buat kita, namun saya dan rekan-rekan tentunya sangat berharap banjir ini bisa segera surut,” ujar Nero.

Layanan ojek gerobak ini menjadi contoh bagaimana masyarakat bisa memanfaatkan situasi sulit untuk memberikan manfaat bagi sesama. Dengan inisiatif dan kebersamaan, Nero dan teman-temannya berhasil menjadi solusi bagi warga yang terkena dampak banjir.

Pos terkait