Pasar modal di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, dengan jumlah rencana penawaran umum yang sedang dalam proses pengajuan meningkat. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan bahwa hingga akhir Maret 2026, terdapat sebanyak 53 rencana penawaran umum yang masih berada dalam pipeline atau daftar antrean. Dari total tersebut, sebanyak 15 di antaranya merupakan rencana penawaran umum perdana saham (IPO).
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menyampaikan bahwa pasar modal memainkan peran penting sebagai sumber pembiayaan jangka panjang bagi dunia usaha. “Hingga akhir Maret 2026 secara year-to-date, nilai fundraising korporasi di pasar modal telah mencapai angka Rp 51,96 triliun dan terdapat 53 rencana penawaran umum di dalam pipeline kami,” ujar Hasan dalam acara RDKB Maret 2026 OJK secara virtual.
Selain itu, Bursa Efek Indonesia (BEI) juga melaporkan adanya peningkatan jumlah calon emiten yang siap melakukan IPO. Sampai saat ini, terdapat 12 perusahaan yang tengah mengantre untuk melakukan pencatatan saham. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan pipeline sebelumnya yang hanya berisi delapan perusahaan.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menjelaskan bahwa berdasarkan klasifikasi aset perusahaan sesuai dengan POJK Nomor 53/POJK.04/2017, terdapat sebelas entitas dengan aset skala besar atau memiliki aset di atas Rp 250 miliar yang bersiap untuk IPO. Sisanya, satu perusahaan lainnya adalah perusahaan dengan aset skala menengah, yaitu antara Rp 50 miliar sampai Rp 250 miliar.
“Sejauh ini, terdapat 12 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI,” kata Nyoman dalam laporan pipeline IPO BEI.
Berikut rincian sektor usaha dari calon perusahaan yang mengantre IPO:
- Sektor material dasar: 0 perusahaan
- Sektor konsumsi siklikal: 0 perusahaan
- Sektor konsumsi bukan siklikal: 3 perusahaan
- Sektor energi: 1 perusahaan
- Sektor keuangan: 1 perusahaan
- Sektor kesehatan: 2 perusahaan
- Sektor industri: 0 perusahaan
- Sektor infrastruktur: 2 perusahaan
- Sektor properties dan real estate: 0 perusahaan
- Sektor teknologi: 2 perusahaan
- Sektor transportation dan logistik: 1 perusahaan
Dengan diversifikasi sektor yang cukup luas, calon emiten yang mengantre IPO menunjukkan potensi pertumbuhan yang baik di berbagai bidang ekonomi. Hal ini memberikan harapan bahwa pasar modal akan semakin dinamis dan mampu mendukung perkembangan bisnis di Indonesia.






