Pembangunan Jembatan Garuda, Waket I DPRD Kotim Juliansyah: Memudahkan Akses Sekolah dan Ekonomi Warga

Pembangunan Jembatan Gantung Garuda Dapat Apresiasi dari DPRD Kotim

Pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Dusun Tandang, Desa Barunang Miri, Kecamatan Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), telah mendapatkan apresiasi yang tinggi dari berbagai pihak. Tidak hanya masyarakat setempat yang antusias, tetapi juga kalangan legislatif memberikan dukungan terhadap proyek ini.

Membuka Akses yang Lebih Baik untuk Warga

Jembatan gantung ini diharapkan menjadi solusi bagi masyarakat yang sebelumnya kesulitan dalam melakukan perjalanan antar desa. Selama ini, warga harus menggunakan sarana sederhana seperti rakit atau klotok untuk menyeberang, termasuk anak-anak yang ingin pergi ke sekolah. Dengan adanya jembatan, mobilitas warga akan menjadi lebih cepat dan aman.

“Ini sangat membantu, terutama anak-anak sekolah, juga masyarakat yang membawa hasil kebun seperti sayur-mayur. Akses ke desa sekitar juga menjadi lebih mudah,” ujar Wakil Ketua I DPRD Kotim, Juliansyah, saat menghadiri acara groundbreaking.

Menghubungkan Wilayah dan Meningkatkan Konektivitas

Selain mempermudah akses, Jembatan Gantung Garuda juga akan menghubungkan beberapa desa di wilayah tersebut. Di antaranya adalah Desa Subur Indah di Kecamatan Tualan Hulu serta Desa Beringin Tunggal Jaya. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah, sehingga masyarakat bisa lebih mudah berinteraksi dan berdagang.

Juliansyah menyampaikan bahwa kehadiran jembatan ini menjadi langkah penting dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di daerah pedalaman. Namun, ia juga menyampaikan harapan agar pemerintah dapat melanjutkan pembangunan infrastruktur lainnya, khususnya jembatan permanen berbahan beton.

Harapan untuk Jembatan Beton di Jalur Trans

Menurut Juliansyah, kebutuhan akan jembatan permanen cukup mendesak, terutama untuk mendukung jalur trans di kawasan tersebut. Ia menyebutkan bahwa usulan pembangunan jembatan beton sebagai penghubung jalur trans dari SP 2 hingga SP 7 sudah beberapa kali diajukan, namun masih terkendala anggaran.

“Kami berharap ke depan bisa dibangun jembatan beton sebagai penghubung jalur trans, mulai dari SP 2 sampai SP 7. Ini sudah beberapa kali kami usulkan, namun terkendala anggaran,” ungkapnya.

Ia pun berharap usulan tersebut dapat kembali diperjuangkan hingga ke pemerintah pusat agar dapat direalisasikan di masa mendatang.

Pentingnya Perawatan Jembatan

Di akhir pernyataannya, Juliansyah juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat jembatan yang telah dibangun. Menurutnya, perawatan yang baik akan memastikan manfaat jembatan dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Kami berharap masyarakat bersama pemerintah desa bisa merawat jembatan ini dengan baik agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” tandasnya.

Program Percepatan Infrastruktur oleh TNI

Pembangunan Jembatan Gantung Garuda sendiri menjadi bagian dari program percepatan infrastruktur yang diinisiasi oleh TNI. Proyek ini diharapkan mampu membuka keterisolasian wilayah serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di pedalaman Kotim.


Pos terkait