Persoalan Keluarga yang Memanas
Hubungan antara penyanyi Denada dengan Ressa Rizky Rossano, seorang pemuda yang mengaku sebagai putra kandungnya, semakin memanas. Meski pihak Denada mulai berbicara melalui pesan singkat yang terkesan penuh kasih sayang, pihak Ressa justru merasa bahwa tindakan tersebut hanya upaya pembelaan diri setelah adanya gugatan hukum.
Ditemui di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Sabtu (31/1/2026), Ressa mengungkapkan bahwa Denada pernah mengirimkan pesan singkat kepadanya. Namun, pesan tersebut dinilai kontras dengan pengalaman pahit yang ia alami selama dua dekade terakhir.
“Iya (ada chat), dia bilang ‘apapun yang terjadi, Always Love You’,” ujar Ressa Rosano seperti dikutip dari ReyBen Entertainment, Minggu (1/2/2026).
Komunikasi yang Dinilai Terlambat
Menanggapi pesan cinta tersebut, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, angkat bicara dengan nada tegas. Menurutnya, pesan kasih sayang tersebut tidak bisa menghapus fakta bahwa selama 23 tahun tidak ada komunikasi intens layaknya ibu dan anak.
“Pihak Tergugat mendalilkan sudah terjalin komunikasi baik selama bertahun-tahun. Itu bohong! Dia baru berkomunikasi setelah ada gugatan ini. Kalau memang pernah ada komunikasi sebelumnya, tunjukkan buktinya!” ujar Ronald Armada.
Ronald menilai narasi “kasih sayang” yang dibangun pihak Denada saat ini hanyalah mekanisme pertahanan agar terlihat tidak bersalah di mata publik.
Fakta Akta Kelahiran dan Panggilan ‘Mbak’
Tim hukum Ressa juga membeberkan fakta-fakta mengejutkan yang memperkuat dugaan penelantaran. Andika Meigista, rekan satu tim Ronald, menyoroti cara Ressa memanggil Denada selama ini.
“Kalau memang ada kasih sayang sejak awal, mana mungkin Ressa memanggil ibunya sendiri dengan sebutan ‘Mbak’? Itu saja sudah menunjukkan jarak yang luar biasa,” kata Andika.
Lebih jauh, Ronald Armada mengungkapkan bahwa identitas Ressa di dokumen negara bahkan tidak mencantumkan nama Denada sebagai ibu.
“Kenapa akta kelahiran Ressa itu atas nama kakeknya, Didurosa Noerhansah? Itu faktanya. Dia seolah ‘dibuang’ secara administratif demi kepentingan sekolah karena ibunya tidak mau muncul,” tegas Ronald.
Klaim Nafkah Dibantah
Pihak Ressa juga membantah keras klaim kuasa hukum Denada yang menyebut kliennya masih membiayai Ressa hingga Januari 2024. Ronald Armada menyebut kondisi ekonomi Ressa justru sangat memprihatinkan akibat pengabaian tersebut.
“Kalau dia bilang membiayai, faktanya Ressa ini sekolahnya putus! Mobil yang diberikan untuk dia kerja tarik Grab pun tidak dicicil pembayarannya sampai akhirnya ditarik paksa oleh leasing. Itulah yang membuat Ressa terpuruk,” tuturnya.
Kesiapan Melanjutkan Gugatan
Menutup wawancara, pihak Ressa Rizky Rossano menyatakan tetap akan melanjutkan gugatan dan menantang Denada untuk bertemu secara langsung “muka per muka” guna menyelesaikan persoalan ini secara jernih, bukan melalui persembunyian di balik pesan singkat.
“Saya akan memenangkan gugatan ini. Saya mengejar ini karena dia telah melakukan penindasan terhadap kehormatan keluarga yang membesarkan Ressa!” pungkas Ronald Armada.






