Polda Papua Barat Gelar Trauma Healing untuk Pemulihan Mental Warga Pasca-Penyerangan di Tambrauw

Polda Papua Barat Daya Gelar Trauma Healing untuk Warga Pengungsi di Tambrauw

Polda Papua Barat Daya kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan dukungan penuh kepada masyarakat yang terdampak konflik. Salah satu inisiatif terbaru yang dilakukan adalah aksi pemulihan luka batin atau trauma healing bagi warga pengungsi di Kabupaten Tambrauw. Kegiatan ini berlangsung pada Minggu (12/4/2026) dan ditujukan kepada warga dari tiga kampung, yaitu Kampung Bamusbama, Bano, dan Bamuswaiman, yang terpaksa mengungsi setelah terjadinya insiden penyerangan di wilayah tersebut.

Plt. Kabid Humas Polda Papua Barat Daya, Kompol Jenny Hengkelare menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memulihkan kondisi mental masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, perempuan, dan lansia. Menurutnya, pendekatan yang lebih humanis diperlukan agar masyarakat dapat merasa nyaman dan aman selama proses pemulihan berlangsung.

“Kami melibatkan personel Polisi Wanita (Polwan) dan tim Biro SDM untuk memberikan pendekatan yang lebih humanis, mengingat mayoritas pengungsi adalah anak-anak, perempuan, dan lansia,” ujar Jenny saat memberikan keterangan pers pada Senin (13/4/2026).

Selain fokus pada pemulihan psikologis, Polda Papua Barat Daya juga menyelenggarakan berbagai kegiatan pemberdayaan dan edukasi. Di antaranya adalah pelatihan merajut noken bagi kaum ibu, serta sesi bermain dan belajar membaca bagi anak-anak di lokasi pengungsian. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan rasa percaya diri dan harapan baru bagi masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit.

Jenny menambahkan bahwa kehadiran Polri di tengah para pengungsi bertujuan untuk menghapus stigma rasa takut masyarakat terhadap petugas. Dengan interaksi langsung, diharapkan masyarakat merasa aman dan merasakan kehadiran negara di masa sulit.

Fokus Utama: Pemulihan Trauma Warga Sipil

Trauma healing yang digelar oleh Polda Papua Barat Daya direncanakan berlangsung selama tiga hari. Selama periode tersebut, berbagai program akan diselenggarakan dengan fokus utama pada pemulihan trauma warga sipil. Hal ini mencerminkan komitmen pihak kepolisian untuk tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga memberikan dukungan psikologis dan sosial kepada masyarakat yang terdampak.

Beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain:

  • Sesi konseling dan pendampingan psikologis – Dilakukan oleh tim profesional untuk membantu warga mengatasi rasa trauma dan ketakutan.
  • Pelatihan keterampilan – Seperti pelatihan merajut noken, yang tidak hanya memberikan keterampilan tambahan, tetapi juga meningkatkan rasa percaya diri dan kemandirian.
  • Program edukasi untuk anak-anak – Termasuk sesi belajar membaca dan bermain yang dirancang untuk mendukung perkembangan mental dan emosional anak-anak.

Dengan langkah-langkah ini, Polda Papua Barat Daya berupaya menciptakan lingkungan yang lebih aman dan damai bagi masyarakat pengungsi. Harapan besar dipegang bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi solusi sementara, tetapi juga menjadi awal dari proses pemulihan jangka panjang.


Pos terkait