Semangat Belajar Tak Pernah Padam, Ega Agustine Puji Siswa Sekolah Lansia PRISMA Subang

Sekolah Lansia PRISMA Subang: Muda dalam Semangat

Sekolah Lansia PRISMA (Prima) di Kabupaten Subang menunjukkan bahwa usia bukan penghalang untuk belajar dan berkembang. Melalui berbagai materi pembelajaran, seperti kesehatan mulut dan seni angklung, 80 lansia binaan sekolah ini menunjukkan keaktifan dan kelincahan yang menginspirasi banyak orang.

Acara Halalbihalal sekaligus Pembelajaran ke-4 Sekolah Lansia PRISMA digelar di Gazebo Alun-Alun Kabupaten Subang pada Kamis (9/4/2026). Acara dimulai dengan penampilan angklung yang harmonis oleh para siswa lansia, yang kemudian dilanjutkan dengan materi inti pembelajaran mengenai “Merawat Rongga Mulut Mencegah Berbagai Penyakit”.

Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Subang, Ega Agustine Rosyadi, S.Kep., Ners., M.Kep., hadir langsung dalam acara tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa takjub dan terinspirasi oleh semangat para lansia yang hadir. Sebagai praktisi kesehatan, Ega menekankan bahwa semangat mental sangat memengaruhi kondisi fisik.

“Masalahnya adalah jangan pernah merasa tua, karena jika hati merasa tua, maka fisik dan penampilan akan mengikutinya. Kita semua di sini masih muda secara semangat,” ujar Ega, yang juga memotivasi para peserta.

Ia juga mengajak para siswa Sekolah PRISMA untuk memanfaatkan wadah ini sebagai sarana mengekspresikan bakat yang mungkin sempat terpendam di masa muda. Selain itu, Ega menitipkan pesan tentang arti kesehatan yang hakiki.

“Sehat itu bukan hanya fisik, tapi juga sehat mental. Bebas dari rasa sakit hati, termasuk iri dan dengki. Terima kasih kepada seluruh pihak (LLI, PWRI, dan stakeholder) yang telah memberikan wadah agar ibu-ibu kita bisa belajar mandiri, minimal bisa melayani dan mengurus diri sendiri,” pungkasnya.

Wadah Kebahagiaan dan Kemandirian

Kepala Sekolah Lansia PRISMA, Idah Rosidah, menjelaskan bahwa sekolah ini merupakan fasilitas gratis yang bertujuan menjadi ruang silaturahmi bagi para lansia agar tetap bahagia di masa tua. Program ini tidak hanya memberikan ilmu, tetapi juga memberikan kesempatan bagi lansia untuk berinteraksi dan saling mendukung.

Ketua LLI Kabupaten Subang, Hari Suryana, memberikan apresiasi atas keberlanjutan program ini. Sekolah Lansia PRISMA kini memasuki angkatan kedua dengan 80 siswa, setelah sebelumnya sukses meluluskan 93 siswa pada angkatan pertama.

Program ini membuktikan bahwa lansia dapat tetap aktif dan produktif. Dengan berbagai materi pembelajaran dan kegiatan sosial, mereka tidak hanya belajar, tetapi juga menemukan makna dan tujuan hidup baru.

Manfaat dan Tujuan Sekolah Lansia PRISMA

Berikut beberapa manfaat yang diperoleh para peserta Sekolah Lansia PRISMA:

  • Meningkatkan kesehatan mental dan fisik: Melalui berbagai materi pembelajaran dan kegiatan, lansia dapat menjaga kesehatan mereka secara holistik.
  • Meningkatkan kemandirian: Peserta diajarkan untuk mampu mengurus diri sendiri dan melayani orang lain.
  • Membangun jaringan sosial: Sekolah ini menjadi ruang silaturahmi yang memperkuat hubungan antar sesama lansia.
  • Mengekspresikan bakat: Banyak lansia menemukan minat dan bakat mereka melalui berbagai kegiatan, seperti seni angklung.

Keberlanjutan Program

Program Sekolah Lansia PRISMA terbukti memberikan dampak positif yang signifikan bagi para lansia. Dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk LLI, PWRI, dan stakeholder lainnya, program ini terus berkembang dan mencapai angkatan kedua.

Banyak lansia yang telah lulus dari program ini kini menjadi contoh nyata bahwa usia bukan penghalang untuk belajar dan berkembang. Mereka tidak hanya lebih sehat, tetapi juga lebih bahagia dan mandiri.

Dengan terus berinovasi dan memperluas cakupan, Sekolah Lansia PRISMA diharapkan dapat menjadi model yang dapat ditiru di daerah lain.

Pos terkait