JAKARTA – Art Jakarta secara resmi mengumumkan penyelenggaraan Art Jakarta Gardens 2026 pada acara media gathering yang berlangsung pada Kamis, 23 April 2026 lalu di ARTOTEL Thamrin, Jakarta. Edisi kelima pekan seni rupa ini akan digelar pada 5–10 Mei 2026 di Hutan Kota by Plataran, menghadirkan 26 galeri dari dalam negeri dan kawasan Asia.
Art Jakarta Gardens merupakan pekan seni yang sejak kesuksesannya di masa pandemi 2022 telah menjadi bagian dari agenda tahunan Art Jakarta. Pekan seni di ruang terbuka ini menawarkan cara baru dalam mengalami karya seni, yakni dengan memadukan presentasi seni di dalam dan di luar ruang. Sebanyak 26 galeri akan membawakan karya di dalam dua tenda utama, sementara karya patung dalam segmen Sculpture Garden akan tersebar di area taman Hutan Kota by Plataran. Art Jakarta Gardens 2026 juga akan kembali menyuguhkan sejumlah program publik yang lebih hidup, berupa penampilan musik, seni performans, dan diskusi yang akan memperkaya pengalaman artistik di ruang publik sekaligus mendorong keberlanjutan komunitas seni dan kreatif lokal.
“Memasuki penyelenggaraan yang ke-5, Art Jakarta Gardens sudah menjadi pelantar atau platform kegiatan seni rupa dengan karakternya yang khas: acara pameran seni rupa terpadu di area taman terbuka, disertai pentas musik dan pertunjukan lain. Sementara, sebelumnya, di bulan Februari, Art Jakarta baru saja memperkenalkan dan menyelenggarakan Art Jakarta Papers. Rangkaian kegiatan tahunan Art Jakarta ini kami harapkan dapat memperkuat dinamika pasar seni rupa Indonesia, yang praktik dan jenis karyanya sungguh beragam, untuk diperkenalkan kepada peminat dan publik yang beragam pula.”, komentar Direktur Artistik, Enin Supriyanto.
Sculpture Garden: Ikon Pengalaman Ruang Terbuka
Memanfaatkan lanskap hijau Hutan Kota by Plataran, segmen Sculpture Garden akan menampilkan lebih dari 30 karya patung dari seluruh peserta galeri. Mayoritas karya patung merupakan karya seniman Indonesia, di antaranya Sunaryo, Nyoman Nuarta, Tisna Sanjaya, Arkiv Vilmansa, Adi Gunawan, Redy Rahadian, Naufal Abshar, dan masih banyak lagi. Sebagai satu-satunya program dalam rangkaian Art Jakarta yang secara khusus berfokus pada patung di ruang luar, Sculpture Garden pada perhelatan Art Jakarta Gardens menjadi daya tarik utama sekaligus pengalaman khas yang terus dinantikan publik.
Program Publik: Ragam Ekspresi di Ruang Terbuka
Melengkapi keseluruhan presentasi karya seni, Art Jakarta Gardens 2026 kembali menghadirkan rangkaian program publik yang dinamis. Program musik tahun ini dipersembahkan oleh Bakti Budaya Djarum Foundation dan dikurasi oleh Plainsong Live. Program ini menghadirkan beragam pertunjukan musik dari musisi Indonesia seperti Ali, The Cottons, Jo Soegono, BABON, Klav, Klegoth Breaks, Batavia Collective, Basajan, dan Pelteras, yang akan menghidupkan suasana taman dengan spektrum musikal yang beragam.
Selain musik, program publik tahun ini juga menghadirkan sejumlah karya performance art. YIRI ARTS mempersembahkan Bertemu di Tengah oleh Sarita Ibnoe, yang mengeksplorasi isu pergerakan, identitas, dan batas geografis. Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya mempersembahkan Kisah dari Samudra oleh Agus Nur Amal PM Toh, yang mengangkat tradisi tutur sebagai medium refleksi sosial dan kemanusiaan. Sementara itu, Bakti Budaya Djarum Foundation mempersembahkan Laku Swargaloka oleh Swargaloka, sebuah karya performatif tentang perjalanan estafet lintas generasi dan pengetahuan budaya.
Program publik juga dilengkapi dengan sesi diskusi yang membuka ruang pertukaran antara komunitas seni, pelaku kreatif, dan publik, serta program tur terpadu yang memberikan pengalaman apresiasi karya bersama kurator profesional. Informasi lebih lanjut mengenai jadwal dan program dapat diakses melalui akun Instagram @artjakarta dan situs resmi artjakarta.com.






