Siap-siap Lengang, Jakarta Kehilangan 3,5 Juta Kendaraan

Jakarta Siap Menghadapi Lengang, 3,5 Juta Kendaraan Akan Tinggalkan Ibu Kota



Jakarta akan mengalami kekosongan lalu lintas pada bulan Maret 2026 mendatang. Diperkirakan sebanyak 3,5 hingga 3,6 juta kendaraan akan meninggalkan kota tersebut. Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A Purwantono, dalam diskusi publik Mudik Outlook 2026 Kompas TV di Menara Kompas, Jakarta Pusat.

Menurut Rivan, prediksi ini didasarkan pada pengamatan dari tahun-tahun sebelumnya. “Sekitar 3,5 juta sampai dengan 3,6 juta itu arus keluar, begitu juga sama dengan harus balik,” ujarnya.

Puncak arus mudik Lebaran 2026 diprediksi terjadi pada tanggal 22 Maret 2026, dengan sekitar 258.000 kendaraan melintas. Perkiraan ini berasal dari data arus mudik Lebaran tahun 2025.

Rivan menjelaskan bahwa sekitar 50 persen pergerakan kendaraan diperkirakan mengarah ke Jalan Tol Trans-Jawa, 29 persen ke arah Merak, dan sisanya ke arah Ciawi. Dari jumlah kendaraan yang menuju Tol Trans-Jawa, sekitar 51 persen diproyeksikan sampai dengan Semarang, sementara sisanya melanjutkan perjalanan ke arah Cipularang.



Untuk memastikan pengelolaan lalu lintas yang optimal, Jasa Marga mengandalkan pemantauan berbasis teknologi. Teknologi ini mencakup kamera di ruas tol dan jalan arteri, pengelolaan rest area, serta sensor ketinggian air untuk mengantisipasi potensi banjir saat hujan.

Selain itu, masyarakat juga didorong memanfaatkan aplikasi Travoy untuk memantau kondisi lalu lintas secara real time. Aplikasi ini dapat menunjukkan kepadatan ruas, ketersediaan rest area, serta kanal pelaporan apabila ditemukan gangguan di jalan tol.

Jasa Marga juga membuka empat ruas jalan tol secara fungsional pada mudik Lebaran 2026. Total panjang tol fungsional yang disiapkan mencapai 121,64 kilometer dan akan dioperasikan tanpa tarif.

“Jasa Marga menyiapkan ada empat ruas tol baru yang akan disiapkan untuk fungsional,” kata Rivan.

Empat ruas tol fungsional yang akan dibuka tersebar di sejumlah koridor utama Jalan Tol Trans-Jawa dan jalur strategis lainnya. Berikut rinciannya:

  1. Tol Jakarta-Cikampek II Selatan (Japek II Selatan)

    Total panjang koridor 62 kilometer, dengan rencana pengoperasian fungsional sepanjang 54,75 kilometer, terdiri dari:
  2. Segmen Setu-Sukaragam sepanjang 10,50 kilometer,
  3. Segmen Sukaragam-Bojongmangu sepanjang 13 kilometer, dan
  4. Segmen Bojongmangu-Sadang sepanjang 31,25 kilometer.

  5. Jalan Tol Yogyakarta-Bawen

    Memiliki panjang total 75,82 kilometer. Pada Lebaran 2026, ruas yang akan difungsionalkan adalah Segmen Ambarawa-Bawen sepanjang 4,98 kilometer.

  6. Jalan Tol Yogyakarta-Solo

    Panjang total koridor 96,57 kilometer. Selain ruas yang sudah beroperasi bertarif, tol ini juga akan dibuka secara fungsional pada Segmen Prambanan-Purwomartani sepanjang 12,23 kilometer.

  7. Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi (Tahap I Probolinggo-Besuki)

    Rencana panjang tol fungsional mencapai 49,68 kilometer, meliputi:

  8. Segmen Gending-Kraksaan sepanjang 12,88 kilometer,
  9. Segmen Kraksaan-SS Paiton sepanjang 11,20 kilometer, dan
  10. Segmen SS Paiton-Besuki sepanjang 25,60 kilometer.

Diskon Tarif Tol

Adapun mengenai potongan tarif tol, Rivan menyampaikan hingga saat ini belum ada arahan dari pemerintah terkait pemberian diskon tarif tol pada periode Lebaran 2026. Menurut dia, kebijakan diskon tarif tol pada prinsipnya bertujuan untuk mendistribusikan waktu perjalanan masyarakat agar tidak terjadi penumpukan kendaraan pada satu hari tertentu.

“Proses seperti ini tentu dilihat apakah pemerintah memberikan program ini atau enggak. Satu hal yang paling penting adalah pemberian diskon itu adalah bukan hanya sekadar diberikan diskon, itu untuk melakukan distribusi,” tandasnya.

Pos terkait