Siapa Nikahkan Aurelie & Roby? Orang Tua Palsu?

Misteri Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Terungkap: Surat Nikah, Orang Tua Palsu, dan Manipulasi Gereja

Hubungan masa lalu antara artis Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti kembali menjadi sorotan publik. Perbincangan ini memanas setelah Aurelie merilis buku berjudul “Broken Strings”, yang mengungkap pengalaman pahitnya terkait child grooming dan kekerasan seksual. Dalam buku tersebut, Aurelie menceritakan pengalamannya dengan sosok bernama Bobby (nama yang disamarkan), yang diyakini publik sebagai Roby Tremonti.

Roby sendiri sebelumnya sempat mengklaim pernah menikah dengan Aurelie Moeremans pada tahun 2011 dan bahkan menunjukkan bukti surat nikah. Namun, pihak Aurelie melalui buku memoarnya menegaskan bahwa pernikahan tersebut tidak sah, karena ia merasa dipaksa dan dijebak dalam sebuah acara yang tidak pernah diinginkannya.

Detail Surat Nikah yang Menguak Kebenaran

Konflik mengenai pernikahan ini akhirnya menemukan titik terang dengan terungkapnya detail surat nikah Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti. Berdasarkan surat nikah yang pernah diperlihatkan oleh Roby, prosesi pernikahan tersebut tercatat disahkan di Cibinong, Kabupaten Bogor.

Identitas Lengkap dan Tanggal Pernikahan

Surat kawin tersebut memuat informasi rinci mengenai kedua mempelai. Pria yang tertera bernama Maximillian Kolbe Roby Sutanto, menikah dengan Aurelie Alida Marie Moeremans. Pernikahan ini dilangsungkan pada tanggal 10 Oktober 2011. Pada saat pernikahan tersebut, Aurelie baru menginjak usia 18 tahun. Surat nikah itu juga dilengkapi dengan foto Roby dan Aurelie di bagian bawahnya, serta tanda tangan dari Michael Suharsono.

Meskipun surat nikah tersebut ada, pihak Aurelie kemudian melakukan pembatalan pernikahan. Hal ini menjadikan pernikahan yang terjadi pada tahun 2011 tersebut tidak memiliki kedudukan yang sah, baik secara agama maupun hukum.

Kehadiran Orang Tua Palsu dalam Pernikahan

Selain sosok yang menikahkan, kehadiran orang tua mempelai perempuan dalam acara tersebut juga menjadi poin penting yang menarik perhatian. Dalam buku memoar “Broken Strings”, Aurelie mengungkapkan bahwa orang yang hadir mendampinginya bukanlah orang tua kandungnya, melainkan sepasang lansia yang sama sekali tidak dikenalnya.

Aurelie menggambarkan momen tersebut dengan detail yang memilukan. Ia terbangun di depan sebuah gereja tua berdinding krem, tempat yang ternyata pernah digunakan untuk memaksanya mengaku dosa. Ketika momen untuk orang tua tiba, di mana mempelai perempuan biasanya berlutut meminta restu, Aurelie menyadari bahwa orang tuanya tidak hadir.

“Saat terbangun, mobil terparkir di depan gereja. Kecil, tua, dinding krem. Beberapa mobil di dekatnya. Tikus melintas di samping bangunan. Lalu kusadari aku kenal tempat ini. Ini gereja yang sama tempat ia pernah memaksaku mengaku dosa. Lalu datang momen untuk orang tua, momen ketika mempelai perempuan berlutut untuk minta restu. Orang tuaku tidak ada,” tulis Aurelie dalam bukunya.

Ia merasa bahwa pernikahan itu digelar dengan “orang tua palsu” yang telah diatur oleh Bobby. “Saat pastor memberi isyarat, Bobby mencondong dan berbisik, “Berlutut. Anggap mereka orang tuamu,” sambil menunjuk pasangan lansia di samping orang tuanya,” lanjut Aurelie.

Pengakuan Mengejutkan dari Pasangan Lansia

Aurelie kemudian menceritakan interaksinya dengan pasangan lansia Tionghoa yang duduk di bangku depan. Pasangan tersebut belum pernah dilihatnya sebelumnya. Ia menunduk, berlutut, dan dengan canggung berbisik, “Halo… maaf, saya nggak tahu harus bilang apa.”

Perempuan lansia tersebut merespons dengan ramah, “Sudah, tidak apa-apa. Pura-pura saja.” Pengakuan singkat ini semakin menguatkan dugaan Aurelie bahwa seluruh pernikahan tersebut adalah sebuah rekayasa.

Manipulasi Prosedur Gereja untuk Mengelabui Aurelie

Titik terang lain terungkap ketika ibu kandung Aurelie melakukan konfirmasi ke gereja tempat pernikahan tersebut dilaksanakan. Pada saat itulah Aurelie mengetahui bahwa pernikahannya dengan Roby tidak sah dan sengaja dilakukan untuk mengelabuhinya.

Menurut keterangan ibu Aurelie dalam buku tersebut, dalam Gereja Katolik, ada prosedur wajib yaitu pengumuman nama pasangan di hadapan jemaat selama beberapa minggu berturut-turut sebelum pernikahan dapat dilangsungkan. Tujuannya adalah agar jika ada pihak yang mengetahui alasan pernikahan tidak boleh dilanjutkan, mereka dapat mencegahnya.

Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Pihak gereja diduga sengaja mengumumkan nama Aurelie dan Bobby secara diam-diam. Hal ini membuat banyak orang tidak menyadari bahwa yang akan menikah adalah Aurelie Moeremans.

“Tapi dia mengaku, waktu namamu dan nama Bobby disebut, volume mikrofon sengaja diturunkan supaya tidak ada yang sadar,” tulis Aurelie, mengutip pengakuan dari gereja. Manipulasi prosedur gereja ini menjadi bukti kuat adanya kesengajaan untuk menjebak Aurelie dalam pernikahan yang tidak sah dan tidak diinginkannya.

Pos terkait