Skenario Danur: The Last Chapter Diharapkan Tak Digunakan untuk Kampanye Hitam



JAKARTA –

Lele Laila, penulis naskah film Danur: The Last Chapter, mengungkapkan perasaan trauma akibat persaingan yang semakin ketat di antara film-film Lebaran setiap tahunnya. Ia merasa khawatir saat mengetahui bahwa film yang ia kembangkan akan dirilis pada momen liburan Idul Fitri.

“Ketika saya tahu film Danur: The Last Chapter akan tayang di Lebaran, saya takut. Saya takut bagaimana dan sejak kapan persaingan film Lebaran seperti Pilpres,” ujar Lele dalam unggahan Instagramnya, Kamis (22/1/2026).

Ia menyadari betapa ketatnya kompetisi ini hingga memicu serangan-serangan personal terhadap para kreator, termasuk dirinya sendiri.

“Black campaign, buzzer; hate komen, jadi sesuatu yang biasa terjadi dan tidak papa terjadi, bahkan ketika kita membicarakan film,” tulis Lele.

Pola serupa kembali terjadi, dan Lele merasakannya secara langsung. Sebelum filmnya benar-benar tayang di bioskop, tudingan black campaign sudah muncul di media sosial.

“Komentar-komentar itu datang lagi. Ada yang bilang ‘siap menghabiskan Danur seperti Pabrik Gula tahun lalu’. Saya jadi terpicu,” kata Lele.

Tahun lalu, Lele juga mengalami hal serupa ketika film Pabrik Gula menjadi sasaran serangan dari buzzer dan black campaign. Pada masa itu, Pabrik Gula juga dirilis di momen Lebaran.

Lele mengaku mendapat caci maki hingga ancaman kematian.

“Saya takut terjadi seperti Lebaran Tahun Lalu, saya takut diserang lagi. Saya takut dicaci maki hingga disuruh mati lagi,” ujarnya.

Oleh karena itu, Lele mengajak seluruh pihak yang terlibat dalam industri perfilman untuk tidak melanggengkan black campaign dalam promosi film.

Sebelumnya, akun film Na Willa dikabarkan dibanjiri komentar yang mengarahkan penggemar untuk menonton Danur: The Last Chapter.

Sutradara Ryan Adriandhy kemudian mengunggah aksi black campaign tersebut di media sosial.

Awi Suryadi, sutradara Danur: The Last Chapter, meluruskan melalui pesan langsung ke Ryan Adriandhy. Ia memastikan bahwa black campaign yang terjadi bukan berasal dari rumah produksi MD Pictures.

Pos terkait