Tanggul Sungai Nglangak Jebol, Warga Terdampak Banjir
Di Desa Pladen, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, tanggul yang berada di sekitar Sungai Nglangak mengalami kerusakan pada hari Kamis (5/2) pagi. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 04.00 WIB setelah semalam diguyur hujan deras. Camat Jekulo, Adji Setiawan, menjelaskan bahwa tanggul jebol dengan panjang sekitar 10 sentimeter.
Ketika tanggul tersebut jebol, genangan banjir mulai menyebar ke lima rukun tetangga (RT) yang tersebar di dua rukun warga (RW). Menurut Adji Setiawan, usia tanggul yang sudah cukup tua menjadi salah satu faktor penyebabnya. Ketika debit air meningkat, tanggul tidak mampu menahan tekanan air.
Genangan banjir memiliki ketinggian yang bervariasi antara 10 hingga 15 sentimeter. Sebanyak 250 unit rumah terdampak oleh peristiwa ini. Sementara itu, Kapolsek Jekulo, AKP Danail Arifin, menyatakan bahwa setelah mendapatkan informasi tentang jebolnya tanggul, pihaknya segera menerjunkan petugas ke lokasi untuk membantu perbaikan sementara menggunakan karung plastik yang diisi material galian.
Menurut AKP Danail Arifin, meskipun debit air sungai mulai menurun, penanganan darurat terhadap tanggul tetap diperlukan agar air tidak masuk ke pemukiman warga. Hal ini penting untuk mencegah dampak lebih lanjut dari banjir.
Warga desa yang rumahnya tergenang harus membersihkan rumah dari lumpur setelah genangan air mulai surut. Beberapa warga lainnya mencoba membuang air genangan menggunakan mesin pompa agar bisa dialirkan ke dataran rendah.
Munir, salah satu warga yang terdampak banjir, mengaku bahwa genangan air di dalam rumahnya mencapai lutut orang dewasa. Peristiwa ini terjadi pada pukul 04.00 WIB. Karena masih ada genangan air, ia menggunakan mesin pompa penyedot air untuk mempercepat proses pengeringan.
Menurut Munir, banjir yang terjadi pada hari Kamis (5/2) merupakan yang terparah dibandingkan dengan banjir-banjir sebelumnya. Ia menjelaskan bahwa banjir sebelumnya hanya disebabkan oleh meluapnya air Sungai Nglangak, sehingga cepat surutnya.
Dampak dan Tindakan Darurat
Peristiwa jebolnya tanggul ini menimbulkan berbagai tantangan bagi warga setempat. Selain harus membersihkan rumah dari lumpur, mereka juga harus memastikan bahwa air genangan tidak menimbulkan masalah kesehatan. Banyak warga yang mengambil langkah-langkah darurat seperti menggunakan mesin pompa untuk menguras air dari rumah mereka.
Selain itu, komunitas setempat juga mulai berkoordinasi untuk memperbaiki tanggul secara permanen. Pemerintah setempat dan aparat kepolisian bekerja sama untuk memastikan bahwa tindakan darurat dilakukan dengan cepat dan efektif.
Dengan adanya peristiwa ini, warga setempat berharap dapat belajar dari pengalaman tersebut. Mereka berharap pihak berwenang akan segera melakukan perbaikan tanggul yang lebih kuat dan tahan terhadap cuaca ekstrem.






