Syakban segera berakhir, Dr Wahyu Khafidah ajak umat Islam persiapkan diri sambut Ramadhan

Syakban Segera Berakhir, Dr Wahyu Khafidah Ajak Umat Islam Persiapkan Diri Sambut Ramadhan

Memasuki pekan ketiga bulan Syakban, umat Islam diingatkan untuk mulai mempersiapkan diri menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.

Bulan yang kerap terlewatkan ini sejatinya memiliki makna penting sebagai masa transisi dan persiapan spiritual sebelum memasuki bulan penuh ampunan, rahmat, dan keberkahan.

Dosen Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Serambi Mekkah (USM), Dr Wahyu Khafidah MA, mengingatkan umat Islam agar tidak mengabaikan bulan Sya’ban sebagai fase penting dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.

Menurutnya, memasuki pekan ketiga bulan Sya’ban menjadi pertanda bahwa Ramadhan semakin dekat.

Namun dalam praktiknya, Sya’ban kerap luput dari perhatian banyak orang, padahal Rasulullah SAW justru sangat memuliakan bulan tersebut.

“Jangan sambut Ramadhan dengan biasa-biasa saja. Sambut ia dengan hati yang rindu, jiwa yang ingin berubah kea rah kebaikan, dan tekad untuk pulang kepada Allah dengan lebih baik,” ujar Dr Wahyu, Kamis (5/2/2026).

Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Sarjana Alumni Dayah (DPP ISAD) itu mengatakan, Sya’ban merupakan ruang tunggu atau fase persiapan sebelum memasuki Ramadhan.

Bulan ini menjadi masa transisi dari hari-hari biasa menuju bulan penuh ampunan, rahmat, dan pembebasan dari api neraka.

“Pertanyaannya sederhana, sudah siapkah hati kita menyambut Ramadhan? Padahal para ulama dahulu menyiapkan diri berbulan-bulan sebelum Ramadhan tiba,”

 “Bukan dengan euforia, melainkan dengan taubat, membersihkan hati, memperbaiki shalat, dan melatih puasa sunnah,” jelasnya.

Al-Qur’an menegaskan kemuliaan bulan Ramadhan sebagai waktu diturunkannya wahyu kepada manusia.

“Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil),” QS Al-Baqarah ayat 185.

Sementara itu, Rasulullah SAW dikenal memperbanyak puasa sunnah di bulan Sya’ban.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan An-Nasa’i, “Rasuullah bersabda: Sya’ban adalah bulan yang sering dilalaikan oleh manusia, antara Rajab dan Ramadhan. Pada bulan itu amalan diangkat kepada Allah, dan aku ingin ketika amalanku diangkat, aku dalam keadaan berpuasa.”

Karena itu, Dr Wahyu mengajak umat Islam untuk memanfaatkan sisa bulan Sya’ban dengan sejumlah amalan, di antaranya memperbanyak istighfar dan taubat, melakukan muhasabah diri, menyusun target ibadah sederhana, menjaga kualitas ibadah, serta memperbaiki hubungan dengan sesama.

“Jika selama ini kita jauh, Ramadhan adalah jembatan pulang. Jika selama ini kita lalai, Ramadhan adalah alarm untuk sadar. Jika selama ini kita lelah, Ramadhan adalah pelukan rahmat dari Allah,”

“Maka sambutlah Ramadhan dengan hati yang rindu, jiwa yang siap berubah, dan tekad untuk menjadi hamba yang lebih baik,” tuturnya.

Ia berharap Ramadhan tahun ini tidak berlalu sebagai rutinitas semata, tetapi menjadi titik balik kehidupan bagi setiap muslim. 

“Semoga Allah memberkahi sisa bulan Sya’ban kita, menyampaikan kita ke Ramadhan, dan menjadikan Ramadhan kali ini sebagai momentum perubahan menuju kehidupan yang lebih baik,” pungkas Dr Wahyu. (ar)

Pos terkait