Syukur Natal & Tahun Baru 2026 Unimed: Penuh Hikmat

MEDAN – Civitas Universitas Negeri Medan (Unimed) baru-baru ini menggelar sebuah perayaan akbar yang penuh makna, yaitu Kebaktian Raya Ucapan Syukur Natal dan Tahun Baru 2026. Acara yang diselenggarakan di Gedung Auditorium Unimed pada Jumat, 6 Februari ini, mengusung tema yang mendalam: “Firman itu Telah Menjadi Manusia dan Diam Diantara Kita (Yohanes 1:14)”. Sub tema yang diangkat pun tak kalah relevan, yaitu “Merawat Kasih, Membangun Keluarga Unimed yang Berdampak, Kuat dan Harmonis dengan Nilai-Nilai Spiritual untuk Mewujudkan Character Building University”.

Acara sakral ini dibuka secara resmi oleh Rektor Unimed, Prof. Dr. Baharuddin, M.Pd. Kehadiran beliau disambut antusias oleh berbagai elemen penting di lingkungan universitas, termasuk Ketua dan Sekretaris Senat Unimed, para Wakil Rektor, Dekan beserta Wakil Dekan dari seluruh fakultas, Direktur dan Wakil Direktur Pascasarjana, Ketua Lembaga, para dosen, civitas akademik, serta tak ketinggalan, para mahasiswa Unimed.

Penceramah yang dipercaya untuk membawakan khotbah pada perayaan Natal Oikumene kali ini adalah Pdt Toho Sinaga, S.Th., M.I.Kom. Sementara itu, kepanitiaan Natal tahun ini dipercayakan kepada Fakultas Ekonomi sebagai panitia inti. Dr. Dionisius Sihombing, yang juga menjabat sebagai Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, didapuk sebagai ketua pelaksana, menunjukkan sinergi antar unit kerja dalam menyukseskan acara.

Meneguhkan Kebhinekaan dan Nilai Universal

Dalam sambutannya, Rektor Unimed, Prof. Dr. Baharuddin, M.Pd., menekankan pentingnya nilai kebhinekaan yang menjadi ciri khas Unimed. Beliau menyatakan bahwa Unimed adalah rumah bagi sivitas akademika yang berasal dari beragam latar belakang suku, budaya, dan agama. “Perbedaan yang kita miliki merupakan kekayaan yang harus kita rawat bersama,” ujar Rektor Baharuddin. Ia menambahkan bahwa melalui kegiatan seperti Kebaktian Raya ini, Unimed kembali meneguhkan komitmennya untuk senantiasa membangun suasana kampus yang rukun, inklusif, dan senantiasa menjunjung tinggi rasa saling menghormati antar sesama.

Lebih lanjut, Rektor Baharuddin menggarisbawahi kedalaman makna dari tema yang diusung pada perayaan tersebut. “Tema ini mengingatkan kita tentang kehadiran nilai-nilai kasih, kerendahan hati, pengorbanan, dan pelayanan dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya. Beliau menekankan bahwa nilai-nilai tersebut bersifat universal dan sejalan dengan ajaran seluruh agama, yang pada intinya mengajarkan untuk hidup dalam kebaikan, kedamaian, serta kepedulian terhadap sesama.

Sebagai insan akademik, Rektor Baharuddin mengingatkan bahwa tuntutan tidak hanya terbatas pada keunggulan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga pada pembentukan pribadi yang berkarakter dan berintegritas. Pribadi-pribadi tersebut diharapkan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat. Semangat kasih dan kebersamaan yang terpancar dari perayaan Natal ini, menurut Rektor, hendaknya terus diwujudkan dalam setiap aktivitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan Unimed.

Peran Forum Pelayanan Kristiani dan Refleksi Awal Tahun

Prof. Dr. Efendi Napitupulu, M.Pd., selaku Ketua Forum Pelayanan Kristiani, turut menyampaikan harapannya. Ia berdoa agar Kebaktian Raya Ucapan Syukur Natal dan Tahun Baru 2026 ini dapat membawa nuansa kebahagiaan dan sukacita bagi seluruh civitas, serta mendorong tanggung jawab dalam mewujudkan umat Kristiani yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

“Melalui forum pelayanan Kristiani ini, semestinya kita terlibat dalam melaksanakan kegiatan rohani yang tidak hanya sebatas perayaan Natal, tetapi juga langkah-langkah positif yang dapat dilakukan mahasiswa untuk menunjukkan bagaimana kita sebagai umat Kristiani yang bertanggung jawab dapat memberikan manfaat bagi diri sendiri dan bagi orang-orang di sekitar kita,” ungkap Prof. Efendi.

Mengawali momentum refleksi awal tahun, Ketua Senat Unimed, Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd., mengajak seluruh elemen universitas untuk melakukan evaluasi diri. Beliau mendorong setiap individu untuk meninjau kembali pencapaian terbaik di tahun 2025 dan merencanakan strategi untuk tahun 2026. “Apa yang telah dilakukan dengan baik perlu dipertahankan, dan yang kurang optimal harus diperbaiki. Refleksi ini menjadi pijakan agar di tahun 2026 setiap langkah lebih terencana, efektif, dan mampu memberi dampak yang lebih besar,” tegas Prof. Syawal Gultom.

Momen awal tahun memang menjadi waktu yang sangat tepat untuk melakukan refleksi diri dan menggali potensi yang dimiliki. Setiap individu memiliki keunggulan unik yang dapat dikembangkan secara maksimal. Dengan mengenali kekuatan diri dan berupaya memperbaiki kekurangan, langkah-langkah ke depan diharapkan akan menjadi lebih terarah, produktif, dan mampu memberikan kontribusi nyata, baik bagi diri sendiri maupun bagi lingkungan sekitar. Kebaktian ini menjadi pengingat pentingnya nilai-nilai spiritual dalam menopang setiap aktivitas akademik dan kehidupan bermasyarakat.

Pos terkait