Tarif Transjakarta Blok M ke Bandara Soetta hanya Rp3.500, cek jadwal operasionalnya

Rute Baru Transjabodetabek Blok M–Bandara Soetta Segera Beroperasi

Warga Jakarta dan sekitarnya kini bisa menikmati layanan transportasi yang lebih murah menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, telah memastikan bahwa rute baru Transjabodetabek dari Blok M ke Bandara Soetta akan segera beroperasi mulai pekan depan.

Yang menarik adalah, layanan ini tidak memiliki tarif khusus. Harga yang diberlakukan tetap mengikuti standar reguler Transjakarta, sehingga sangat ramah di kantong bagi para traveler maupun pekerja bandara.

Tarif Tetap Flat: Mulai Rp2.000 Saja

Kepastian tarif ini ditetapkan dalam rapat terbatas (ratas) finalisasi layanan yang digelar hari ini. Pramono Anung menegaskan bahwa skema harga tetap mengikuti ketentuan yang sudah berjalan selama ini tanpa ada kenaikan.

“Hari ini kebetulan kita ada ratas khusus untuk finalisasi TransJabodetabek yang dari Blok M ke Soekarno-Hatta. Mengenai rencana tarifnya belum ada perubahan, tetap sebelum jam 6 pagi Rp2.000, setelah jam 6 pagi Rp3.500,” ujar Pramono di Ancol, Kamis (5/2).

Siapkan 20 Armada, Headway Maksimal 10 Menit

Untuk memastikan kenyamanan penumpang, Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan armada bus yang cukup banyak guna meminimalisir waktu tunggu di halte.

“Mengenai armada yang disiapkan untuk trayek ini adalah 20 sehingga dengan demikian setiap 5, maksimum 10 menit itu selalu ada,” tutur Pramono.

Langkah ini diambil untuk menjawab keluhan masyarakat terkait waktu tunggu transportasi umum yang belakangan dinilai melambat. Menurut Pramono, kendala cuaca dan lonjakan penumpang akibat kebijakan gratis bagi 15 golongan masyarakat menjadi faktor utama kepadatan tersebut.

Pramono melihat antusiasme warga Jakarta dalam menggunakan transportasi publik terus meningkat. Ia berharap rute Blok M–Soetta ini sesukses rute-rute Transjabodetabek lainnya yang sudah lebih dulu eksis.

“Itulah yang menyebabkan kemudian orang sekarang, naik transportasi umum itu menjadi habit baru,” ucapnya.

Optimis Efektif Mengurangi Penggunaan Kendaraan Pribadi

Ia pun optimis rute ini akan efektif mengurangi penggunaan kendaraan pribadi ke bandara karena jalurnya yang terintegrasi dengan moda lain seperti MRT.

“Saya yakin, saya berharap ini seperti rute Blok M ke Bogor. Sekarang hampir setiap hari busnya penuh. Artinya ini akan efektif untuk mencoba mengurangi masyarakat menggunakan transportasi pribadi seperti mobil dan sejenisnya,” ungkap Pramono.

Konektivitas Tanpa Batas dari Blok M

Rute baru ini akan melengkapi layanan Transjabodetabek yang sudah ada, seperti rute dari Alam Sutera, PIK2, Bogor, Sawangan, hingga Bekasi.

“Pasti lebih cepat karena punya jalur khusus, sehingga dengan demikian, ini akan memudahkan siapa pun yang akan berangkat atau kembali, yang menggunakan transportasi pesawat, mau ke Blok M, dari Blok M bisa ke mana saja. Apakah itu MRT, TransJakarta, dan sebagainya,” imbuhnya.

Pos terkait