Tekanan Darah Tinggi Sering Tak Terdeteksi, Ini Pentingnya Pemeriksaan Berkala

Peran Penting Pemantauan Tekanan Darah dalam Pengendalian Hipertensi

Hipertensi masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia, khususnya di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Kondisi ini memerlukan perhatian serius karena berpotensi menyebabkan komplikasi seperti stroke dan serangan jantung.

Ketua Pokja Hipertensi PERKI (Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia), dr Bagus Andi Pramono menegaskan bahwa pengelolaan hipertensi membutuhkan pemantauan tekanan darah yang akurat, terstandar, dan dilakukan secara berulang. Tekanan darah yang dinamis dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti aktivitas fisik, stres, waktu pengukuran, lingkungan, serta kepatuhan pasien terhadap terapi.

“Oleh karena itu, pemeriksaan tekanan darah yang akurat, terstandar, dan berulang menjadi kunci utama dalam diagnosis, stratifikasi risiko, serta evaluasi keberhasilan terapi hipertensi,” jelas dr Bagus di Semarang, Rabu (4/2/2026). Dia menambahkan bahwa penggunaan alat ukur tekanan darah yang telah tervalidasi secara klinis, disertai edukasi cara pengukuran yang benar, sangat penting untuk mencegah kesalahan klasifikasi hipertensi.

Upaya peningkatan literasi masyarakat dan tenaga kesehatan terkait pengukuran tekanan darah sesuai standar perlu terus diperkuat.

Data Survei Kesehatan Indonesia 2023

Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan prevalensi hipertensi di Jawa Tengah mencapai 32,9 persen dan di Daerah Istimewa Yogyakarta 31,8 persen, lebih tinggi dibandingkan prevalensi nasional yang berada di angka 30,8 persen. Kondisi ini menegaskan urgensi pencegahan dan pengendalian hipertensi secara komprehensif untuk menekan risiko penyakit kardiovaskular.

Selain faktor medis, pola konsumsi masyarakat juga menjadi perhatian. SKI 2023 mencatat konsumsi makanan berisiko di Jawa Tengah masih relatif tinggi, antara lain makanan manis (36,5 persen), minuman manis (30,3 persen), makanan asin (39,1 persen), makanan berlemak (54,2 persen), serta makanan dengan bumbu penyedap (84,9 persen). Pola serupa juga ditemukan di DI Yogyakarta. Kebiasaan konsumsi tersebut berkaitan dengan asupan energi tinggi yang dapat berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah jika berlangsung secara berkelanjutan.

Perluasan Akses Layanan Kesehatan

Sejalan kebutuhan penguatan pemantauan kesehatan, OMRON Healthcare Indonesia memperluas akses masyarakat terhadap perangkat dan layanan kesehatan melalui OMRON Experience Center (OEC) di Semarang, bekerja sama dengan Datascrip sebagai mitra. Fasilitas ini ditujukan untuk mendukung rutinitas pemeriksaan kesehatan masyarakat, khususnya pemantauan tekanan darah, melalui layanan teknis yang lebih mudah dijangkau.

Direktur OMRON Healthcare Indonesia, Tomoaki Watanabe menyampaikan bahwa penguatan akses layanan kesehatan merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam mendukung pengendalian penyakit kardiovaskular di Indonesia. “Melalui misi global Going for zero, OMRON berkomitmen menurunkan risiko stroke dan serangan jantung.”

“Pemantauan tekanan darah secara rutin menjadi fondasi penting, sehingga perlu didukung oleh layanan yang mudah diakses, cepat, dan andal agar masyarakat dapat menjaga konsistensi pemeriksaan,” ujarnya.

Layanan dan Produk yang Ditawarkan

Berlokasi di Datascrip, Ruko Peterongan Plaza Blok A-10, Jalan MT Haryono Nomor 719, Wonodri, Semarang, OMRON Experience Center menyediakan layanan purna jual seperti servis dan kalibrasi alat kesehatan. Masyarakat juga dapat mencoba berbagai perangkat kesehatan, mulai dari tensimeter digital, monitor komposisi tubuh, nebulizer, perangkat manajemen nyeri, hingga termometer digital, sebelum melakukan pembelian melalui toko alat kesehatan, apotek, atau kanal resmi daring.

Hingga kini, OMRON Experience Center telah tersedia di 12 kota di Indonesia, termasuk Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Bandung, Jakarta, Palembang, Medan, Makassar, Padang, Bali, Balikpapan, dan Manado, sebagai bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan terstandar.

Pendekatan Digital dalam Pemantauan Hipertensi

Pokja Hipertensi PERKI juga mendorong pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pencatatan dan pemantauan tekanan darah jangka panjang, sejalan dengan rekomendasi penanganan hipertensi terkini yang menekankan pentingnya pemantauan tekanan darah di luar fasilitas kesehatan. Sejalan upaya tersebut, OMRON turut mendorong edukasi kesehatan masyarakat melalui berbagai kegiatan yang melibatkan tenaga medis sebagai narasumber, kampanye digital, serta kegiatan edukatif di kota-kota tempat layanan tersedia.

Program ini menjadi bagian dari kontribusi sosial berkelanjutan OMRON dalam meningkatkan kesadaran terhadap kesehatan kardiovaskular.

Alat Pemantauan Mandiri

Sebagai dukungan terhadap pemantauan mandiri, OMRON menyediakan berbagai pilihan tensimeter yang dapat digunakan di rumah. Salah satunya OMRON Complete, perangkat yang memungkinkan pengukuran tekanan darah sekaligus perekaman irama jantung dalam satu alat.

Gangguan irama jantung seperti atrial fibrilasi kerap tidak disadari karena gejalanya ringan atau bahkan tanpa keluhan, padahal kondisi ini dapat meningkatkan risiko stroke hingga lima kali lipat. Pemanfaatan perangkat pemantauan mandiri diharapkan membantu masyarakat menjaga kewaspadaan terhadap tekanan darah dan irama jantung secara rutin.

Pos terkait