Tidak sedikit dari kita yang memanaskan makanan sisa untuk dikonsumsi kembali. Terlebih bagi ibu-ibu, memanaskan makanan kembali adalah cara praktis untuk menghemat waktu. Namun, meski terlihat mudah dan efisien, mengonsumsi beberapa jenis makanan yang sudah dipanaskan ulang bisa berdampak buruk pada kesehatan.
Beberapa makanan kehilangan nilai gizinya saat dipanaskan kembali. Bahkan, ada makanan yang bisa berubah menjadi racun jika dipanaskan lagi. Berikut ini beberapa jenis makanan yang sebaiknya tidak dipanaskan kembali:
1. Sayur Berdaun Hijau
Sayur merupakan salah satu makanan yang tidak boleh dipanaskan kembali. Khususnya sayur berdaun hijau seperti kangkung dan bayam. Zat besi dan nitrat dalam bayam akan berubah menjadi nitrit dan karsinogen jika dipanaskan kembali. Selain itu, memanaskan kembali sayuran juga dapat mengurangi kandungan vitamin dibandingkan dengan sayuran mentah yang belum dimasak.
2. Kentang
Kentang adalah makanan lain yang sebaiknya tidak dipanaskan kembali. Kentang mengandung vitamin B6, kalium, dan vitamin C. Jika dipanaskan berulang-ulang, nutrisi tersebut bisa menghasilkan bakteri Clostridium Botulinum yang menyebabkan keracunan serius. Selain itu, kentang yang dibiarkan terlalu lama di suhu ruangan juga bisa menghasilkan bakteri tersebut dalam jumlah tinggi. Untuk menghindari pertumbuhan bakteri, kentang harus disimpan dalam kulkas atau dibuang jika tidak dikonsumsi dalam satu hingga dua hari.
3. Nasi
Nasi adalah makanan yang ternyata sebaiknya tidak dipanaskan kembali. Menurut Food Standards Agency (FSA), nasi yang dipanaskan ulang bisa menyebabkan keracunan. Nasi yang disimpan terlalu lama biasanya mengandung bakteri Bacillus Cereus. Jika dipanaskan, bakteri ini dapat menghasilkan spora yang beracun. Setelah nasi dipanaskan dan ditinggalkan pada suhu kamar, setiap spora yang ada di dalamnya bisa berkembang biak, sehingga menyebabkan keracunan makanan saat dikonsumsi.






