6 Rekomendasi Wedang Dongo Legendaris di Solo, Hangatkan Tubuhmu

Wedang Dongo: Minuman Tradisional yang Menyimpan Cerita Kota Solo

Wedang dongo adalah salah satu minuman tradisional yang sangat terkenal di Kota Solo. Sajian ini terdiri dari bola ketan berisi kacang yang disiram dengan kuah jahe hangat. Selain mampu menghangatkan tubuh, wedang dongo juga menyimpan sejarah panjang dalam dunia kuliner Jawa. Di Solo, wedang dongo bisa ditemukan di berbagai tempat, mulai dari warung kaki lima hingga restoran keluarga. Berikut rekomendasi tempat menikmati wedang dongo di Solo yang dikenal lezat dan legendaris.

1. Wedang Dongo Pak Untung

Wedang Dongo Pak Untung telah berdiri sejak tahun 1955 dan bukan hanya sekadar tempat makan, tetapi juga bagian dari sejarah kuliner Solo. Warung ini dikenal sebagai pelopor wedang dongo dengan cita rasa paling otentik. Konon, racikannya dahulu merupakan sajian khusus untuk lingkungan keraton. Rasa jahe yang kuat berpadu dengan dongo berisi kacang membuat wedang di sini terasa khas dan konsisten dari generasi ke generasi.

  • Lokasi: Jl. Gotong Royong No.107, Sewu, Jebres
  • Cabang: Food Center Pak Gendut Solo Baru dan Limolasan
  • Jam operasional: 15.00–22.00 WIB di lokasi utama, cabang Solo Baru bisa buka hingga pukul 02.00 WIB

2. Wedang Dongo Keprabon

Wedang Dongo Keprabon bermula dari pedagang kaki lima pada tahun 1963 dan kini berkembang menjadi restoran yang nyaman untuk keluarga. Selain wedang dongo, tempat ini menawarkan beragam pilihan makanan berat sehingga cocok untuk bersantap lebih lama. Suasananya yang bersih dan luas membuat pengunjung bisa menikmati wedang dongo tidak hanya sebagai minuman malam, tetapi juga pelengkap makan.

  • Lokasi: Jl. Teuku Umar No.19, Keprabon, Banjarsari
  • Jam operasional: 08.00–23.00 WIB (setiap hari)

3. Wedang Dongo Cahaya

New Wedang Dongo Cahaya berlokasi di gang sempit kawasan Tipes, tetapi selalu ramai, terutama pada malam hari. Daya tarik utamanya adalah ukuran ronde yang besar dengan isian kacang melimpah. Selain wedang dongo, tersedia pula berbagai bakaran seperti sate tusuk dengan harga murah meriah, menjadikannya favorit warga sekitar.

  • Lokasi: Jl. Cokrobaskoro No.40, Tipes, Serengan
  • Jam operasional: 17.00–22.00 WIB (setiap hari)

4. Wedang Dongo MJ-9

Wedang Dongo MJ-9 berdiri sejak tahun 2007 dan telah menjadi pilihan terpercaya warga Solo. Tempat ini dikenal bersih dan nyaman, serta mudah diakses karena tersedia di berbagai platform pesan-antar online. Cocok bagi yang ingin menikmati wedang dongo tanpa harus keluar rumah.

  • Lokasi: Jl. Brigjen Katamso No.86B, Mojosongo, dengan cabang di Purwosari
  • Jam operasional: 16.00–22.00 WIB (setiap hari)

5. Wedang Dongo Wijaya

Wedang Dongo Wijaya menjadi pilihan bagi pencinta kuliner yang ingin mencoba sensasi berbeda. Tempat ini dikenal dengan berbagai inovasi rasa wedang dongo yang unik dan digemari kalangan muda. Meski demikian, cita rasa tradisionalnya tetap dipertahankan.

  • Lokasi: Jl. Cokrobaskoro No.27, Tipes, serta cabang di Haoje Resto Balapan, Jl. Monginsidi No.77
  • Jam operasional: Sekitar 16.30/17.00–22.00 WIB, tutup hari Minggu di lokasi lama

6. Warung Srie Redjeki

Warung Srie Redjeki dikenal sebagai surga ronde dan siomay di Solo. Meski lebih populer dengan sebutan ronde, sajian di sini serupa dengan wedang dongo. Berdiri sejak tahun 1986, warung ini menjadi tujuan wajib bagi pencinta kuliner tradisional yang ingin menikmati rasa autentik di suasana klasik.

  • Lokasi: Jl. Reksoniten No.22, Gajahan, Pasar Kliwon
  • Jam operasional: 08.00–23.00 WIB (disarankan konfirmasi via telepon)

Dengan pilihan tempat yang beragam, menikmati wedang dongo di Solo bukan sekadar soal rasa, tetapi juga perjalanan menyusuri jejak kuliner tradisional yang masih bertahan hingga kini.

Pos terkait