Angin kencang porak porandakan 18 desa di Klaten

Puluhan rumah warga dan bangunan lainnya mengalami kerusakan akibat amuk angin kencang yang melanda Kabupaten Klaten pada Sabtu dan Minggu, 28-29 Maret 2026. Angin kencang terjadi bersamaan dengan hujan deras yang juga melanda sejumlah wilayah di Jawa Tengah.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten mencatat sedikitnya 74 rumah rusak karena hujan dan angin kencang sepanjang akhir pekan lalu tersebut. Belum termasuk fasilitas umum dan bangunan lainnya, juga pohon tumbang. “Total ada 18 desa di lima kecamatan yang melaporkan terkena dampak angin kencang,” kata Kepala Pelaksana BPBD Klaten, Syahruna, kepada wartawan pada Senin, 30 Maret 2026.

Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini, sedangkan kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. “Meski tidak ada korban, kerusakan yang terjadi cukup besar dan didominasi pada bagian atap rumah,” kata Syahruna menambahkan.

Secara rinci, kerusakan meliputi 74 rumah rusak ringan dan 2 rumah rusak sedang. Selain itu, dua fasilitas pendidikan, dua tempat ibadah, tiga tempat usaha, serta beberapa fasilitas umum juga terdampak. “Kami mengalkulasi total kerugian mencapai Rp 274.706.421,” ucap Syahruna.

Penanganan darurat melibatkan berbagai unsur, termasuk tim reaksi cepat BPBD, Damkar, SAR, PMI, MDMC, TNI, Polri, serta relawan dan masyarakat setempat. Fokus utama saat ini, kata Syahruna, membersihkan pohon tumbang yang menutup akses jalan serta membantu warga memperbaiki rumah agar dapat segera dihuni kembali.

BPBD juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama saat muncul awan gelap disertai suara gemuruh. Warga diminta segera mencari tempat yang aman dan kokoh, serta menghindari berlindung di bawah pohon, papan reklame, atau tiang listrik.

Cuaca Berubah Tiba-tiba

Salah satu desa terdampak adalah Bonyokan di Kecamatan Jatinom. Di desa itu, kerusakan dampak angin kencang dialami kantor Koramil, pasar hewan, serta sebuah musala. Di Desa Puluhan, kecamatan yang sama, satu keluarga beranggotakan empat orang terpaksa mengungsi ke rumah kerabat karena rumah rusak cukup parah.

Kepala Desa Bonyokan, Surono, menceritakan bahwa angin kencang pada Ahad, 29 Maret 2026, datang secara tiba-tiba sekitar pukul 16 WIB. “Tiba-tiba cuaca berubah dari panas menjadi gelap dan angin bertiup sangat kencang,” kata Surono.

Menurut dia, dampak paling parah terjadi di area pasar desa, yakni bagian atap ruko beterbangan hingga mencapai permukiman warga. Bahkan, beberapa material terlempar hingga sejauh sekitar 40 meter. Sebanyak sembilan ruko mengalami kerusakan atap, dan satu di antaranya sampai roboh. “Ada material galvalum yang terbang sampai puluhan meter dan merusak rumah warga,” katanya mengungkapkan.

Karena masih banyak material tersangkut di pohon dan kabel, operasional pasar hewan sementara ditutup demi keselamatan. Beruntung, saat kejadian tidak ada aktivitas di lokasi tersebut.

Kerusakan yang Signifikan

Dalam laporan resmi BPBD, kerusakan yang tercatat mencakup berbagai jenis bangunan. Rumah-rumah yang rusak terdiri dari 74 unit rusak ringan dan 2 unit rusak sedang. Selain itu, fasilitas pendidikan seperti sekolah dan tempat ibadah seperti masjid dan gereja juga mengalami kerusakan. Beberapa toko dan usaha kecil juga terkena dampak, sehingga menyebabkan gangguan ekonomi bagi pemiliknya.

Selain kerusakan fisik, angin kencang juga menyebabkan ketakutan dan kekacauan di tengah masyarakat. Banyak warga yang tidak siap menghadapi perubahan cuaca mendadak, sehingga menyebabkan kekacauan dan kepanikan.

Upaya Penanganan Darurat

Tim penanggulangan bencana bekerja keras untuk memperbaiki kerusakan dan membantu warga. Pembersihan pohon tumbang dan pengangkutan material kerusakan menjadi prioritas utama. Selain itu, bantuan logistik dan kebutuhan pokok juga disalurkan kepada warga yang terdampak.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti informasi cuaca dari instansi terkait. Dengan adanya langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan yang tepat, diharapkan risiko bencana bisa diminimalkan.

Kesimpulan

Peristiwa angin kencang yang terjadi di Kabupaten Klaten merupakan peringatan akan pentingnya kesiapsiagaan terhadap perubahan cuaca ekstrem. Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa, kerusakan yang terjadi cukup besar dan memerlukan upaya penanganan yang serius. Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga bantuan, diharapkan kondisi dapat segera pulih dan masyarakat kembali nyaman tinggal di lingkungan mereka.

Pos terkait