Proyek Perbaikan Jalan Gombel Lama Menggunakan Teknologi Khusus
Proyek perbaikan Jalan Gombel Lama sepanjang 1,27 kilometer sedang dipersiapkan dengan pendekatan teknis khusus untuk mengatasi masalah struktur tanah yang sering menyebabkan jalan ambles. Fokus utama dari proyek ini adalah penguatan struktur tanah menggunakan metode bore pile dan mini pile, yang dirancang untuk menangani lapisan tanah gerak yang selama ini menjadi penyebab kerusakan berulang pada jalan tersebut.
Pengerjaan proyek ini akan dimulai pada tanggal 20 April 2026 dan diperkirakan memakan waktu selama tujuh bulan. Selama masa pengerjaan, jalur Gombel Lama akan ditutup total, sehingga arus lalu lintas harus dialihkan melalui sistem contra flow di Jalan Gombel Baru. Langkah ini dilakukan setelah konsultasi dengan pihak kepolisian dan dinas perhubungan setempat.
Anggaran yang dialokasikan untuk proyek ini mencapai sekitar Rp17,5 miliar. Dana tersebut digunakan untuk rekonstruksi jalan serta pelapisan dua lapis aspal yang masing-masing memiliki ketebalan 10 sentimeter. Lapisan pertama berupa AC-BC (lapisan pengikat aspal) dengan ketebalan sekitar 6 sentimeter, sedangkan lapisan kedua berupa AC-WC (lapisan aspal paling atas) dengan ketebalan sekitar 4 sentimeter.
Dalam proyek ini, terdapat dua titik utama yang mengalami kerusakan parah. Titik pertama memiliki panjang sekitar 18 meter, sementara titik kedua memiliki panjang sekitar 5 meter. Perbaikan yang dilakukan tidak akan menambah lebar jalanan, tetapi tetap menjaga lebar jalur sebesar 10,5 meter. Pihak pelaksana akan menggunakan metode bore pile dengan kedalaman sekitar 28 meter, ditambah mini pile untuk area tertentu yang lebih rentan terhadap gerakan tanah.
Alfan Noor Rizal, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.3 BBPJN Jateng-DIY, menjelaskan bahwa penanganan khusus akan diberikan pada bagian yang mengalami longsoran. Ketebalan aspal di area tersebut akan disesuaikan agar permukaan jalan tetap rata dan nyaman saat dilewati kendaraan.
Proyek Gombel Lama termasuk dalam paket proyek jalan Semarang–Bawen–Salatiga–Sruwen. Keseluruhan paket proyek ini menyedot anggaran hingga Rp181,8 miliar dan direncanakan berlangsung selama dua tahun. Namun, khusus untuk Gombel Lama, target penyelesaian hanya tujuh bulan sejak pertengahan April 2026.
Beberapa langkah penting telah dipersiapkan untuk memastikan kelancaran proses pengerjaan. Salah satunya adalah penutupan total jalur Gombel Lama, yang akan dialihkan ke Jalan Gombel Baru dengan sistem kontra flow. Hal ini dilakukan untuk menghindari kemacetan dan memastikan keselamatan pengguna jalan selama proses perbaikan berlangsung.
Selain itu, pihak pelaksana juga melakukan koordinasi dengan Satlantas Polrestabes Semarang dan Dishub Semarang untuk memastikan semua kebijakan lalu lintas dapat diterapkan secara efektif. Dengan adanya proyek ini, diharapkan jalan Gombel Lama dapat kembali stabil dan aman untuk digunakan oleh pengendara dalam jangka panjang.






