Banjir Pati-Rembang: Pasar Lumpuh, Jembatan Ambles

Banjir Bandang Landa Pati, Akses Pati-Rembang Terputus Akibat Jembatan Ambles

Pati, Jawa Tengah – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Pati dan sekitarnya sejak Sabtu (10/1/2026) lalu, memicu banjir bandang di sejumlah titik, Minggu (11/1/2026) sore. Dampak terparah terlihat di jalur alternatif yang menghubungkan Kabupaten Pati dengan Kabupaten Rembang. Ketinggian air yang mencapai setengah meter lebih di beberapa ruas jalan, tak hanya melumpuhkan aktivitas lalu lintas, tetapi juga menghentikan roda perekonomian lokal karena pasar terpaksa ditutup. Situasi diperparah dengan amblesnya tanggul sungai yang menyebabkan jembatan penghubung Pati-Rembang di Kecamatan Jaken mengalami kerusakan parah dan terpaksa ditutup sementara demi keselamatan warga.

Banjir Melumpuhkan Aktivitas di Desa Glonggong

Jalan alternatif Pati-Rembang yang melintasi Desa Glonggong, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, terendam banjir dengan ketinggian air diperkirakan mencapai 0,5 meter. Genangan ini menutup akses jalan sepanjang kurang lebih 1 kilometer, memaksa kendaraan untuk memutar arah atau mencari jalur lain.

Tidak hanya arus transportasi yang terganggu, banjir ini juga memberikan pukulan telak bagi perekonomian lokal. Pasar Glonggong yang biasanya ramai, mendadak lumpuh. Sejumlah pedagang yang lapaknya berada di tepi jalan terpaksa menutup kios mereka karena air luapan sungai telah merembes masuk ke area jualan.

Salah seorang pedagang mi ayam, Rubinah, mengungkapkan kesedihannya. “Saya tidak bisa jualan karena banjir,” ujarnya dengan nada pasrah. Biasanya, lapak mi ayam miliknya ramai dikunjungi pembeli mulai sore hingga malam hari. Namun, kali ini, air banjir bahkan sudah masuk ke warungnya dengan ketinggian sekitar 20 sentimeter. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada usahanya, tetapi juga rumahnya yang berada di wilayah Desa Glonggong ikut tergenang air.

Rifqi, warga Desa Glonggong lainnya, menceritakan bahwa banjir mulai merendam permukiman warga sekitar pukul 11.30 WIB. Akibatnya, berbagai aktivitas ekonomi terhenti. Para pedagang di pasar, pemilik kios bengkel motor, hingga toko-toko terpaksa menghentikan operasional mereka. “Di kampung saya, ketinggian air antara 70 cm sampai satu meter. Semua rumah kena,” ungkap Rifqi, menggambarkan skala kerusakan yang dialami desanya.

Desa Glonggong memang dikenal sebagai area langganan banjir setiap kali musim penghujan tiba. Curah hujan yang tinggi kerap menyebabkan debit air sungai setempat meluap dan merendam permukiman penduduk.

Jembatan Penghubung Pati-Rembang Ambles, Akses Darurat Dibutuhkan

Bencana banjir yang melanda Pati tidak hanya berhenti pada genangan air di jalan dan permukiman. Kerusakan yang lebih serius terjadi pada infrastruktur vital, yaitu jembatan penghubung Pati-Rembang yang berada di Kecamatan Jaken. Jembatan yang membentang di atas Sungai Randugunting ini mengalami ambles akibat terkikisnya dinding tanggul oleh derasnya arus sungai.

Jembatan ini memiliki peran strategis, menghubungkan Desa Manjang di Kecamatan Jaken, Kabupaten Pati, dengan Desa Sekarsari di Kecamatan Sumber, Kabupaten Rembang. Amblesnya tanggul jembatan menyebabkan sebagian struktur jembatan patah, sehingga membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Kapolsek Jaken, AKP Warsono, mengonfirmasi bahwa kondisi jembatan yang dinilai membahayakan tersebut telah menyebabkan penutupan sementara. “Begitu mendapat laporan dari warga, kami langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan. Fokus kami adalah memastikan keselamatan masyarakat, mengamankan area jembatan, serta mendata dampak yang ditimbulkan akibat amblesnya talut,” ujar AKP Warsono dalam keterangan tertulisnya, Minggu.

Pihak kepolisian telah memasang garis polisi berwarna kuning di sekitar lokasi jembatan sebagai peringatan agar warga tidak melintas.

Menurut keterangan warga setempat, wilayah Kecamatan Jaken diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi pada Sabtu (10/1/2026) pagi hingga malam hari. Sekitar pukul 10.00 WIB pada hari Minggu, salah seorang warga melihat tanggul jembatan ambles di sisi barat dan segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian untuk diteruskan ke Forkopimcam Jaken.

Hasil pengecekan di lapangan menunjukkan bahwa jembatan yang memiliki panjang kurang lebih 30 meter dengan lebar 2,5 meter tersebut mengalami patah sekitar 10 meter di bagian sisi barat. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan potensi longsor susulan yang bisa mengancam satu rumah warga dan kandang ternak di sisi barat sungai, yang masuk dalam wilayah RT 09 RW 4, Desa Manjang.

Menyikapi potensi bahaya tersebut, AKP Warsono menyarankan agar warga segera mengevakuasi hewan ternak mereka yang berada di sekitar bantaran sungai. “Kami mengimbau warga agar meningkatkan kewaspadaan,” tegasnya.

Sebagai langkah awal penanganan, Pemerintah Desa Manjang berencana untuk segera membangun tanggul darurat. Upaya ini diharapkan dapat mencegah luasan longsor dan meminimalkan risiko kerusakan lebih lanjut pada area permukiman warga. Koordinasi antara pemerintah desa, kepolisian, dan pihak terkait lainnya terus dilakukan untuk mencari solusi terbaik dalam mengatasi dampak bencana ini.

Pos terkait