Berita Terkini: Bupati Sudewo Lesu Usai Digelandang KPK di Bandara Soetta

Bupati Pati Sudewo Tiba di Bandara Soekarno-Hatta Usai Terjaring OTT KPK

Bupati Pati, Sudewo, tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta setelah terlibat dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kejadian ini menarik perhatian banyak pihak, termasuk para jurnalis dan petugas keamanan.

Sudewo keluar dari Terminal 1C Bandara Soekarno-Hatta pada hari Selasa, 20 Januari 2026, sekitar pukul 09.30 WIB. Ia mengenakan kaus berwarna putih, jaket, celana jeans biru, serta sendal jepit dan topi. Untuk menutupi wajahnya, ia memakai masker.

Setelah turun dari pesawat, Sudewo lebih dulu masuk ke toilet untuk buang air kecil. Proses penjemputan dan pengawalan terhadapnya dilakukan dengan ketat. Lebih dari 10 petugas KPK berpakaian preman mengelilinginya saat keluar dari area bandara.

Tanpa menunggu barang bawaan dari bagasi, Sudewo langsung diarahkan menuju mobil KPK yang telah disiapkan. Rombongan tersebut kemudian meninggalkan Bandara Soetta pada pukul 09.36 WIB secara beriringan.

Pengawalan Ketat dan Kehadiran Petugas Kepolisian

Di luar bandara, belasan personel kepolisian juga hadir untuk mengamankan proses kedatangan Sudewo. Mereka berjaga di area luar bandara yang berlokasi di Kecamatan Benda, Kota Tangerang, Provinsi Banten.

Sebanyak 12 mobil berwarna hitam dikerahkan untuk menjemput kedatangan Sudewo dan mengawal perjalanan menuju Gedung KPK di Jakarta Selatan.

Saat melewati area luar Terminal 1C, Sudewo sempat berkata, “Minggir dulu ya, saya mau jalan dulu.” Ucapannya itu menunjukkan situasi yang sedang dialaminya.

Perjalanan dari Semarang ke Jakarta

Sebelum tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Sudewo dibawa dari Semarang ke Jakarta melalui penerbangan Citilink dengan kode penerbangan QG 799. Pesawat tersebut berangkat pada pukul 08.12 dari Bandara Jenderal Ahmad Yani, Semarang.

Pesawat jenis Airbus A320-214 ini juga dijaga oleh tujuh orang petugas KPK yang juga menjadi penumpang.

Sudewo dibawa ke Jakarta setelah menjalani pemeriksaan intensif selama 24 jam di Polres Kudus, Jawa Tengah. Pemeriksaan ini dilakukan usai KPK melakukan OTT terhadapnya pada Senin, 19 Januari 2026.

Proses penjemputan dan pengawalan terhadap Sudewo menunjukkan tingkat keamanan yang sangat ketat. Hal ini mencerminkan pentingnya kasus yang sedang ditangani oleh KPK.

Selain itu, kehadiran petugas kepolisian dan KPK di lokasi kejadian menunjukkan bahwa pihak berwajib tidak ingin ada gangguan selama proses penyelidikan berlangsung.

Dengan adanya langkah-langkah yang dilakukan, KPK berusaha memastikan bahwa proses hukum dapat berjalan dengan baik dan transparan.

Pos terkait