BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Landa Sejumlah Wilayah Indonesia 18-19 Januari 2026
Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan akan melanda sejumlah wilayah di Indonesia pada tanggal 18 hingga 19 Januari 2026. Prakiraan ini mencakup potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang disertai angin kencang, sehingga meningkatkan risiko terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.
BMKG mengimbau seluruh masyarakat di wilayah yang terdampak untuk meningkatkan kewaspadaan. Selain ancaman banjir dan longsor, cuaca buruk ini juga berpotensi mengganggu aktivitas transportasi dan menimbulkan risiko pohon tumbang akibat hembusan angin yang kencang. Berdasarkan analisis akumulasi curah hujan harian, beberapa daerah ditetapkan dalam status siaga dan waspada.
Detail Prakiraan Cuaca Ekstrem Minggu, 18 Januari 2026
Pada hari Minggu, 18 Januari 2026, BMKG membagi wilayah terdampak menjadi dua kategori utama berdasarkan tingkat potensi curah hujan:
Wilayah Kategori Siaga (Hujan Lebat – Sangat Lebat):
- Pulau Jawa & Bali: DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali.
- Nusa Tenggara: Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
- Sumatera: Bengkulu.
Wilayah Kategori Waspada (Hujan Sedang – Lebat):
- Sumatera: Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, dan Lampung.
- Pulau Jawa: Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
- Kalimantan: Kalimantan Utara dan Kalimantan Selatan.
- Sulawesi: Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan.
- Maluku: Maluku Utara dan Maluku.
- Papua: Wilayah Papua Tengah, Pegunungan Papua, dan Papua.
Selain potensi hujan lebat, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini angin kencang yang diprakirakan melanda wilayah Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Maluku, NTT, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tenggara.
Prakiraan Cuaca Khusus Jabodetabek
Untuk wilayah Jabodetabek, BMKG merilis prakiraan cuaca yang menunjukkan potensi cuaca buruk merata di seluruh wilayah penyangga Ibu Kota.
- DKI Jakarta: Diprediksi akan mengalami hujan ringan yang berpotensi berkembang menjadi hujan petir, terutama mulai dari pagi menjelang siang hari.
- Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi: Keempat wilayah penyangga ini kompak diramalkan mengalami hujan ringan sepanjang hari.
Dalam hal parameter udara di Jabodetabek, suhu diperkirakan berkisar antara 21-29 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan yang tinggi, mencapai 77-98 persen. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu menyiapkan payung atau jas hujan saat beraktivitas di luar ruangan.
Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Senin, 19 Januari 2026
Memasuki awal pekan, pada hari Senin, 19 Januari 2026, potensi hujan lebat masih diprediksi akan berlanjut tanpa menunjukkan tanda-tanda mereda. Terjadi pergeseran status kewaspadaan di beberapa wilayah:
Status SIAGA (Hujan Lebat – Sangat Lebat):
- Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Sulawesi Selatan, dan Maluku Utara.
Status WASPADA (Hujan Sedang – Lebat):
- DKI Jakarta, DIY, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku, serta seluruh wilayah Papua.
Untuk potensi angin kencang, wilayah NTT, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Jawa Timur, Maluku, dan Maluku Utara masih ditetapkan sebagai daerah rawan.
Imbauan Penting dari BMKG
Meskipun BMKG menyatakan bahwa tidak ada wilayah yang masuk dalam kategori “Awas” (ekstrem tingkat tertinggi) pada periode ini, risiko bencana hidrometeorologi tetap tergolong tinggi. Oleh karena itu, masyarakat dihimbau untuk memperhatikan beberapa hal penting guna meminimalkan potensi bahaya:
- Menghindari Aktivitas di Luar Ruangan: Sangat disarankan untuk tidak melakukan aktivitas di luar ruangan saat terjadi hujan lebat untuk mengurangi risiko terkena dampak langsung seperti tersambar petir atau tertimpa material bangunan yang rapuh.
- Menjauhi Area Berbahaya: Masyarakat diminta untuk menjauh dari papan reklame, pohon-pohon besar, atau bangunan yang berpotensi roboh. Hal ini penting untuk menghindari bahaya pohon tumbang akibat hembusan angin kencang yang dapat menyebabkan cedera serius atau kerusakan properti.
- Memantau Kondisi Laut: Bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir, sangat penting untuk terus memantau informasi mengenai kondisi gelombang tinggi yang mungkin terjadi akibat cuaca buruk di laut.
- Mengakses Informasi Terkini: BMKG menyediakan informasi cuaca yang sangat terperinci, bahkan hingga tingkat kelurahan, yang dapat diakses melalui aplikasi resmi InfoBMKG atau melalui situs web resmi BMKG.
Kondisi cuaca di Indonesia sangat dinamis dan dapat berubah dengan cepat. Oleh karena itu, BMKG menekankan pentingnya masyarakat untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca terkini secara berkala agar dapat mengambil langkah antisipasi yang tepat.






